Selasa, 13 Oktober 2009

SEBENAR CINTA

Posting kali ini, saya bukannya ingin menjelaskan bagaimana cinta itu. Saya hanya akan menuliskan beberapa kisah pada Brader & Sista, tentang cinta para Shahabat pada Rasulullah. Tentu saja, point terpenting dari posting kali ini, adalah sebagai pelecut agar Brader & Sista lebih mencintai beliau lagi.

Brader & Sista, mencintai Rasulullah adalah tanda dari kesempurnaan Iman. Beliau bersabda, yang artinya, "Tak sempurna iman seseorang, kecuali jika aku lebih ia cintai drpada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia." ini tolak ukur dasar atas cinta pada Rasulullah.

Suatu hari, Sy Umar berkata pd Rasulullah, "Engkau, Wahai Rasulullah, lebih aku cintai drpd sgala sesuatu, kcuali diriku (aku lbh mncintai diriku)." Rasul menjawab, "Tidak, (cintamu belum benar) hingga jika aku lebih kamu cntai daripada dirimu sendiri." Sy Umar pun berpikir, bhwa memang karena Rasul-lah beliau mengenal Islam dan bs masuk surga. Beliau pun meralat perkataannya tadi dan bekata, "Sekarang engkau lebih aku cintai drpd diriku sendiri!" Rasul pun menjawab, "Sekarang, wahai Umar (cintamu sangat tepat)."

Sy Abu Bakr, pun pernah dipukuli orang-orang kafir Quraisy krena mendakwahkan Islam, hingga beliau tersungkur pingsan. Ketika sadar, bukannya beliau meminta air untuk minum atau apa, beliau bertanya, "Tunjukkan aku pada Rasulullah!!" Ibu beliau pun membawanya pada Sang Kinasih. Beliau berkata, "Semua yang aku rasakan (dari sakitnya pukulan) telah hilang karena memandangmu, Ya Rasulullah!"

Wow, sampai seperti itu sebuah cinta. Benar-benar gambaran cinta yang sejati, antara para Shahabat pada Sang Kinasih Sejati, Rasulullah. Cinta yang karena Allah, cinta itu tumbuh.

Ada juga seorang Shahabiyyah, yang pada salah satu peperangan bersama Rasulullah, ayah, saudara dan suaminya semua terbunuh. Ketika dia diberitahu tentang terbunuhnya anggota keluarganya, dia bukan bertanya tentang mereka. Mereka sama sekali tak menyibukkan pikirannya, meski meninggal. Yang menyibukkan pikirannya, adalah keselamatan Rasulullah. "Bagaimana keadaan Rasulullah??" Beliau sangat mengkhawatirkan Sang Kekasih. "Beliau baik-baik saja."

Tapi, dia tak menghiraukan kabar tersebut. Dia ingin mengerti secara langsung, bagaimanakah keadaan Sang Rasulullah. "Biarkan aku melihatnya!!" ia pun dibawa menemui Rasulullah, dan melihat sendiri bagaimanakah keadaan beliau. Ia pun berkata, "Semua macam musibah, terasa ringan setelah (melihat) engkau, Ya Rasulallah!"

Sy Ali pun pernah berkata, "Sungguh, Rasulullah lebih kami cintai drpd harta2 kami, anak2 kami, orang tua kami, dan drpd air dingin diwaktu haus!"

Sudahkah kita berada dalam keadaan benar-benar mencintai beliau? Kalaupun belum, bukan berarti kita tak bisa.. Tapi kita akan terus berusaha!

Hayuk, perbanyak shalawat!

Tidak ada komentar:

Followers