Selasa, 13 Oktober 2009

Dibalik cerita Pedonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan (4 dari 4)

10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili.Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.

Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Marth, langkah kakinya
terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga >orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya
air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata : "Maaf...mohon maafkan aku !"

Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya
aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu.Martha
menjawab :"Terima kasih Kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku".

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang
Ajili.Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang
dokter berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban !"

22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya
terkabulkan.Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya
Monika telah melewati masa kritis.Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar
RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan
secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk
merayakannya.Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa
suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa
malunya berkata :"Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian.
Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama
kalian.Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku
akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian". Saat ini juga, aku
sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah
yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia
di saparoh usiaku selanjutnya.Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !

( Italia post)

0 komentar:

Followers

Mbh