Kamis, 15 Oktober 2009

Jangan menyerah walaupun susah.

Saat kita mengetahui semua hal itu adalah susah, jangan pernah berpikir jika itu susah. Hal ini sangat sering melanda manusia yang tidak siap mental untuk menghadapi semua problematika kehidupan. Sebuah dilemma memang, tapi bila kita tidak menyerah dan terus menjalani semuanya dengan baik dan benar, maka hasil yang dicapai tentu akan sesuai dengan apa yang diusahakan.

Tidak ada yang tidak bisa. Mungkin itulah sebuah prinsip yang harus dipahami dan dihayati dalam diri masing-masing individu. Dalam islam sendiri hal ini sudah diterangkan didalam al Qur`an dimana Allah mengatakan bahwa semua ujian itu sesuai dengan kapasitas hambaNYA. Tidak mungkin akan lebih. Pahami itu! Kesusahan-kesusahan yang kita alami saat ini selalu saja akan berbuah manis dimasa yang akan dating. Tidak usah berpikir kita akan menikmatinya atau tidak, bukankah masih ada orang lain disana yang akan dapat menikmati hasil jerih payah kita.

Ada sebuah hal yang cukup menarik yang mungkin bisa dijadikan contoh—maaf jika diambil dari permasalahan jodoh—dimana selalu ada kesulitan dan ketakutan yang melanda orang yang ingin menimang ataupun ingin menawarkan diri. Sebuah ketakutan yang sebenarnya tidak beralasan, kenapa? Karena bisa jadi ketakutan itu tidak akan pernah terjadi. Kenapa? Karena tidak ada yang tahu bagaimana ujung dari cerita kita. Bukankah demikian?

Lalu sering juga kita dengar bahwa ketakukan yang melanda secara berlebihan didalam kehidupan seseorang. Padahal, belum tentu terjadi dan belum tentu itu benar adanya. Tidak ada alasan untuk kita menyerah, tidak ada alasan untuk kita mundur dan ragu-ragu. Selama kita hidup diatas bumi ini semuanya adalah susah dan sulit. Tetapi, ada sebuah kemudahan disana, yaitu pada saat kita telah lemah maka kita kembalikan ke ALLAH dan tentu saja setelah kita usaha terlebih dahulu. Bukan dengan serta merta semuanya dilandasi ”ah berdoa saja, ntar juga akan kelar.”. sama sekali tidak. Bukan, bukan seperti itu. Melainkan usaha dulu dengan sungguh-sungguh bila tidak berhasil baru kita menyerahkan kepada Allah.

Dalam melakukan tobat sering didengar bahwa hal itu juga sulit. amat disayangkan bila dalam pikiran kita ditanamkan hal yang demikian. Apakah dengan mengatakan sulit hal tersebut akan menjadi mudah dan enteng. Apakah dengan mengatakan sulit dan tidak melakukannya lagi kita bisa memasuki syurga? Semua yang ada didunia ini tidak ada yang mudah. Jika kita berpikir bahwa melakukan kemaksiatan adalah mudah, anda salah. Untuk menegak segelas khamar anda harus menahan rasa terbakar ditenggorokan. Untuk melakukan zina,anda juga akan berhadapan dengan kecepatan jantung yang luar biasa cepat dan disertai dengan ancaman penyakit yang siap menerkam.

Untuk mencapai sebuah gelar baik itu dokter, insinyur, ataupun MM, anda tentu tidak dengan mengatakan sim salabim. Tetapi melainkan dengan sebuah perjuangan yang sangat panjang dan berliku. Apakah anda menyerah pada saat anda melakukannya untuk mencapai tujuan yang anda inginkan. Hal ini juga berlaku jika anda mengingkan syurga. Diawal anda akan dihadapkan dengan berbagai macam ujian dan tidak ada kata menyerah jika pada ujungnya anda akan mendapat syurga. Ingat, sebuah kenikmatan dan kebahagian yang besar disertai dengan pengorbanan yang besar pula. Jadi semakin besar sebuah keinginan semakin besar resiko dan pengorbanan yang dibutuhkan.

0 komentar:

Followers

Mbh