Kamis, 15 Oktober 2009

Matriks Kecerdasan

sebaiknya saya meminta maaf terlebih dahulu. Saya akui ini akan sedikit membingungkan. Terlebih lagi mengingat tempat dan waktu yang terbatas. Menjelaskan semua teori ngeyel saya ini akan sangat tidak cukup waktunya bila hanya di catatan kecil saya ini..Jadi, selamat berpikir dan jika ada masukan ya silahkan saja.

Menurut beberapa penelitian, dinyatakan bahwa hanya 4% orang yang memiliki keseimbangan antara IQ dengan kemampuan ataupun kejurusan kerjanya. Selebihnya? Wallahu`alam. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan diri setelah kematiannya. Lalu jadi pertanyaan kini adalah mengapa Rasulullah menyebutnya sebagai orang cerdas bukan sebagai orang pintar. Tanpa maksud memojokkan ataupun membenarkan sebuah pernyataan maka ada baiknya kita lihat sebuah matrik dari kemampuan olah pikir manusia yang Hebat. Yang diciptakan oleh Sang Maha Hebat.

Saya pribadi tertarik merenungi lebih jauh hadist diatas. Ada sebuah pemaknaan yang luas atasnya. Bagaimana mungkin mereka yang cerdas bisa memikirkan tujuan hidup sesungguhnya. Yang pada dasarnya adalah sebuah subject long term atau kata lainnya adalah sebuah misi. Visinya? Terserah kepada setiap individu untuk menyusunnya. Saya akui, bahwa menyusun subject long term bukanlah sebuah perkara mudah. Ini mengingat begitu banyaknya hal yang berubah seperti cuaca dalam waktu hitungan hari. Jadi mudahnya, orang yang cerdas adalah orang yang sudah bisa merencanakan segalanya dalam berbagai hal. Lalu akhirnya di tutup dengan ikhlas atas ridha Allah.

Lantas bagaimana dengan kepintaran? Ini lebih (menurut saya) sulit menjelaskannya. Terlebih karena sampai saat ini (saya) belum ada ditemukannya kata-kata pintar dalam alquran maupun hadist. Kita sebuah sependapat bahwa otak manusia itu terdiri atas tiga bagian. Otak kanan, otak kiri, dan otak kecil. Masing-masing dari ketiganya memiliki fungsi masing-masing. Otak kanan untuk kemampuan yang lebih bersifat seni. Otak kiri lebih kepada yang bersifat exact. Lalu, Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar.

Jika kita menyusun matriks untuk ketiganya maka yang akan didapat adalah kemampuan otak kanan harus didukung otak kecil. Otak kiri pun demikian. Lalu, otak kiri-otak kanan didukung dengan otak kecil. Ini baru dari komposisi otak kita telah membuat kepala ini pusing. Susah dan membingungkan untuk mengambarkan sebuah matrik dari kecerdasan tersebut. Otak kanan biasanya akan sulit diukur kemampuannya melalui nilai-nilai atas kertas. Sedangkan saudara kirinya, Si otak kiri justru harus diukur melalui nilai-nilai diatas kertas. Bisa jadi, seseorang itu kuat disalah satu lalu lemah disalah satunya. Atau bisa jadi, seseorang itu ingin belajar memadukan keduanya, dan ini adalah sebuah proses yang tidak mudah. Akan tetapi hasilnya akan terlihat dengan planning yang disusunnya.

Era sudah semakin modern. Penjelasan mengenai kecerdasan semakin berkembang. Sebuah istilahn yang paling terkenal adalah ESQ yaitu Emotional Spiritual Quotients. Ini tentu belum termasuk IQ (intellectual Quotient) yang sangat menjadi sebuah “pujaan” hampir seluruh anak manusia dibumi ini. Seperti orang yang tenggelam dengan keyahudian dunia. Akan tetapi, sekarang ini Si Quotient ini sudah berkembang menjadi 5Q (Lima Quotient: Emotional, Intellectual, Spiritual, Adversity, Physical). Setiap quotient ini juga memiliki keunikannya masing-masing. Lagi-lagi ini tidak bisa dipisahkan antara satu dan lainnya.

Jika kelima Q ini disusun menjadi sebuah matriks lagi kita akan mendapatkan sebuah kebingungan yang cukup besar.mengingat betapa banyak kombinasi yang dihasilkan. Seperti hal dibawah ini

· EIQ AEQ IEQ SEQ PEQ

· ESQ AIQ ISQ SIQ PIQ

· EAQ ASQ IAQ SAQ PSQ

· EPQ APQ IPQ SPQ PAQ

Ini semuanya menggambarkan bagaimana seorang manusia bertindak. Berdasarkan kemampuan quotientnya. Tergantung dari mana dia memulai proses berpikirnya. Lalu react atas berpikirnya. Disini berlaku hukum dimana AB ≠BA. Karena jika berdasarkan matrix ini bisa dipastikan penentuan akan sebuah kecerdasan seorang manusia semakin tidak terbatas. Bukan seperti kepintaran yang hanya di hitung dan di ukur dari pengukuran atas kertas. Hal ini juga sekaligus membuktikan kelebihan Allah yang Maha Tahu. Dengan menciptakan kerumitan dalam penjelasan matrix tersebut. Allah telah menyiapkan pintu syurga yang berbeda-beda sesuai tingkat kemampuannya. Sesuai levelnya. Pun begitu dengan neraka. Bertingkat-tingkat dan berpintu-pintu. Sesuai dengan kesalahan dalam bereaksi dan berpikirnya. Kecerdasan sekali lagi, bukanlah hal yang mudah diukur melainkan sesuatu yang terasa.

Wallahu`alam


*habis nulis ini kenapa aku jadi mumet ya? :p


SALAM CINTA

0 komentar:

Followers

Mbh