Selasa, 13 Oktober 2009

PERMASALAHAN KELUARGA, SUAMI YG ANGKUH, KURANG PENGERTIAN & EGOIS

RUBRIK TANYA JAWAB SEPUTAR ISLAM
PERMASALAHAN KELUARGA, SUAMI YG ANGKUH, KURANG PENGERTIAN & EGOIS

PERTANYAAN DARI HAMBA ALLAH.

Hamba Allah ( Fulanah )
Ass, pak nur saya mau nanya sedikit pribadi, tolong jawabannya jangan dipublikasikan ya.
saya sudah menikah 7 tahun yang lalu, dan sampai saat ini belum diberikan keturunan, slth menikah saya sakit2 an terus, padahal sebelum menikah saya dibilang ga prnh sakit, sampai msk rs tiap tahun, 2x operasi kista, kecelakaan dan terakhir kt dokter gejala kanker servic.
makin lama saya stres dan bulan kmrn sempet mau bunuh diri.

aku kemaren bekerja, skrng 3 bln ini sudah kerja lg, krn sebel ama suami, rumah, isi rumah sampai bayar kontrakan dan makan aku yg bayar, emang suamiku kerja tp aneh duitnya kecil sekali boro2 bisa ngasih ke istri byr motor saja bisa nunda 3 bln sekali. emang kita menikah dr status ekonomi yg beda, aku juga harus bantu keluarganya, tp yg paling aku kesel suamiku didepan ortunya selalu menunjukan apa yg aku ksh ke keluarganya adlh duit hasil dia, makanya kelnya minta terus,
dan stlh sy ga kerja, rejeki dia malah bagus, tp dia yang skrng sakit2an.dan makin belagu didpn keluarganya.

yang ingin sy tanyakan knp bisa begitu? duit kita habis utk berobat trs,apa kita harus diruwat? dan bagaimana menyampaikn ke mertua ku bahwa 7 thn yg lalu semua itu duit aku bukan hasil dia ?, agar aku tdk dilecehkan oleh keluarganya dan kel nya tdk minta terus, karena aku sempet dihina oleh adik iparku bahwa aku ga prnh bantu kelnya.

aku prnh ingin bercerai tp sebenarnya dia orangnya bertanggung jawab dan sayang tp klu didepan kel nya dia berubah krn dia anak pertama selalu jaga wibawa dan juga suami susah klu suruh sholat, apa yang harus aku lakukan skrng, jk bercerai aku sudah tidak bekerja lagi ada cicilan rumah ats namaku?
mohon jawabnya ya pak nur, tapi jgn dipulikasikan kirim ke emailku aja. terimaksih sebelumnya, ass


JAWABAN SAYA INSYAA ALLAH :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Ukhti Fulanah yang dirakhmati Allah SWT, pertama - tama saya mohon maaf karena baru sekarang membalas pertanyaan dari ukhti. Sekilas melihat permasalahan internal rumah tangga ukhti cukup rumit, tapi semoga jawaban saya bisa bijak dan adil, dan saya bermohon kepada Allah SWT semoga membimbing hamba, agar bisa memberikan jawaban yang tepat, aamiin.

Pertama, ukhti sudah menikah 7 tahun dan belum diberikan amanah oleh Allah SWT, nasihat saya Bersabar dengan ketentuan Allah atas ketetapan Allah yang berlaku pada diri ukhti. Namun dengan tetap terus berdo’a dengan ikhlas / tulus dan sungguh – sungguh. Ingat ukhti senantiasa harus berbaik sangka kepada Allah, dan penuhi hati ukhti dengan keyakinan kuat bahwa Allah SWT sayang dan penuh kasih kepada ukhti, apa yang menimpa ukhti saat ini adalah bentuk ujian yang merupakan implementasi dari sifat Kasih dan Sayang-Nya kepada ukhti.

Namun juga harus realistis, dalam arti bahwa apa yang terjadi pada diri manusia, disamping secara aqidah kita yakini sebagai ketetapan Allah, tetapi secara lahiriah tentu ada asbab ( sebab ) yang perlu dicari tahu, yang mungkin dari situ bisa di cari solusinya.

Kalau didalam pesan ukhti sudah disebutkan sering sakit – sakitan, kemudian lebih khusus ukhti menyebutkan pernah operasi Kista 2 x, dan menurut diaknosa dokter ukhti ada gejala kanker servic, Barangkali juga itu yang merupakan penyebab lahiriah, sehingga ukhti secara medis belum bisa dikaruniai amanah ( belum bisa mengandung ) Wallahu a’lamu bish shawwab.

Tapi ukhti Fulanah yang budiman, barangkali ukhti sudah berobat dengan berbagai cara dan berbagai obat ataupun berbagai terapi, kalau bilamana hasilnya belum memuaskan ( belum menunjukan hasil yang diharapkan ), Barangkali saya ada referensi yang mungkin belum pernah ukhti coba, yang saya maksud adalah kurang lebih sudah 7 bulan ini saya aktif didalam sebuah komunitas yang sangat bagus menurut saya yang selalu memberi motivasi untuk selalu optimis. Dan dalam Komunitas tersebut sangat erat hubungannya dengan kepedulian terhadap Kesehatan organ vital wanita. Artinya kami baru gencar – gencarnya mempromosikan sebuah produk yang sangat bagus untuk kesehatan organ vital wanita sekaligus sebagai obat / terapi penyembuhan untuk berbagai penyakit vital wanita, seperti Kista, mium, kanker service, keputihan, iritasi , gatal – gatal dan sebagainya. Singkat saja produk itu adalah Pembalut kesehatan wanita namanya “ ANION “ dari perusahaan WINALITE Jepang. Kebetulan saya distrubutornya di Ungaran. Dan Alhamdulillah luaar biasa, banyak teman yang sudah membuktikan. Maaf ukhti..bukannya saya promosi, tapi barangkali produk ANION ini merupakan solusi dari sakit yang sedang ukhti alami, wallahu a’lamu bish shawwab. Tapi semuanya terserah ukhti yang memutuskan.

Nasihat saya, apapunyang terjadi pada diri ukhti, JANGAN PERNAH berfikir lari dari permasalahan dengan BUNUH DIRI, sungguh hanya orang – orang yang berputus asa dari Rakhmat Allah SWT saja yang seperti itu, Istighfar ukhti dan hadapi masalah dengan tegar dengan selalu berdo’a dan memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Kemudian untuk permasalahan yg selanjutnya, Sifat atau sikap suami ukhti sepert yang ukhti tuliskan, sungguh sebetulnya tidak pada tempatnya suami ukhti berbuat seperti itu ( Dzaliim ), akan tetapi barangkali suami ukhti sebetulnya juga tidak ingin begitu, hanya saja wibawa beliau sebagai seorang Qowwam / pemimpin / imam rumah tangga, sehingga dia MALU kepada keluarganya, jika justeru istrinyalah yang banyak / paling berperan dalam masalah ekonomi, tapi sayangnya suami ukhti hanya Malu kpd keluarganya tapi tidak MALU kepada Allah SWT, sehingga beliau melakukan hal tersebut. Seharusnya suami yang baik / shalih, tidak harus seperti itu. Sikap legawa dan apa adanya dengan berbesar hati, tentu tidak akan mengiurangi Kewibawaan seorang suami. Tapi dalam hal ini, menurut saran saya demi suami dan menjaga kehormatan suami, sy sarankan ukhti mengalah dulu ( bersabar ).

Ukhti Fulanah yang dirakhmati Allah, namun begitu sebagaimana halnya tadi saya sampaikan, kita menghadapi ujian dari Allah adalah dengan Sabar dan tenang. Dan jika masalahnya kemudian melebar dimana ,ukhti sampai dilecehkan oleh keluarganya dan agar keluarganya tdk minta terus, karena ukhti bahkan sempat dihina oleh adik ipar ukhti bahwa ukhti tidak pernah membantu keluarganya.
Maka nasihat saya, hal ini harus dikomunikasikan kepada suami ukhti, bahwa selama ini ukhti sudah rela berkorban / mengalah demi menjaga wibawa / kehormatan suami didepan keluarganya, maka mintalah pengertian suami, agar bisa menjelaskan duduk permasalahannya. Jadi bukan ukhti yang menjelaskan Karena hal itu justeru akan menimbulkan salah paham ukhti dengan suami semakin runyam. Sekali lagi cobalah dikomunikasikan dengan suami dengan cara yg halus / lembut pada saat / waktu yang tepat ( bicara dari hati – ke hati ) jangan dengan emosi, kalau perlu sampaikan bahwa semua ini demi menjaga hubungan baik antara ukhti dengan suami dan juga antar ukhti dengan keluarga suami. ( Saya berdo’a dengan ketulusan saya semoga Allah SWT membukakan hati suami ukhti..agar bisa menghilangkan keangkuhan dan sifat egoisnya aamiin )

Ujian yang menimpa ukhti, cukup berat, tapi sekali lagi ukhti harus tetap tegar dan optimis bahwa Allah akan memberikan yang terbaik buat ukhti, selama ukhti tetap bersabar dan selalu berdo’a dan memohon petunjuk dan pertolongannya dengan tetap beramal shalih dan menjauhi hal – hal SYIRIK.

Ukhti Fulanah yang budiman, ukhti bertanya apakah harus diruwat ? Maka saya jawab dengan tegas uhkti, JANGAN MELAKUKAN PERBUTAN SYIRIK ! Afwan saudariku karena ritual Ruwat itu tidak pernah diajarkan oleh Nabi SAW, bahkan menurut Aqidah Islamiyyah yang saya pahami Ritual Ruwat itu penuh dengan hal hal yang berbau SYIRIK. Jadi takutlah ukhti kepada Allah akan murka-Nya jika melakukan perbuatan syirik. Janganlah ukhti lari dari permasalahan dengan menggunalkan jalan pintas ( minta bantuan Dukun ) karena sekali lagi ritual ruwat itu penuh dengan hal mistis / ghaib ( ada campur tangan jin kafir / fasiq / syetan ) didalamnya.

Ingatlah ukhti peringatan Allah SWT :

“ Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar – benar kedzaliman yang besar “ ( QS Al Luqman : ayat 13 )

“ Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni semua dosa selain syirik itu “ ( QS An nisa : ayat 48 dan 116 )

“ Barangsiapa menyekutukan Allah, maka sungguh ioa telah melakukan dosa yang besar “ ( QS Annisa ayat 48 )

“ Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka “ ( QS Al Maidah : ayat 72 )

Dan masih banyak peringatan Allah SWT agar kita menjauhi perbuatan Syirik, termasuk didalam banyak hadist Rasulullah SAW. Ukhti lebih baik ukhti menerima dan sabar dengan ujian dari Allah ini asalkan Allah SWT redha, dari pada ukhti bisa lepas dari masalah yg dialami, tapi Allah MURKA. Saya harap ukhti paham. Tapi insyaa Allah asalkan ukhti tidak berputus asa dan terus tegar dan optimis akan kasih sayang dan pertolongan Allah, maka suatu saat akan ada hikmah dan jawaban dari permohonan tulus ukhti.

Kemudian ukhti Fulanah, Jangan dulu berfikiran untuk CERAI, jika kira – kira rumah tangga ukhti masih bisa diselamatkan. Cerai adalah putusan pamungkas ketika memang semua jalan sudah tertutup, saya pribadi tdk bisa tahu bagaimana sebetulnya permasalahan yg ukhti hadapi, jadi jawaban dan saran / nasihat saya berdasarkan perasaan saya ketika membaca tulisan ukhti, dan tadi saya tidak lupa saya berdo’a kepada Allah agar membimbing saya utk menuliskan jawaban ini, karena dengan keyakinan kepada Allah, maka semoga saja Allah memberikan solusi dari kedua tangan saya ini, wallahu a’lamu bish shawwab.

Coba di fikirkan dahulu, masihkah / sudahkah tumbuh Cinta kasih dan rahmah dalam diri ukhti kepada suami, dan juga sebaliknya cobalah lihat masihkah suami mencintai dan menyayangi ukhti sebagai istrinya, saya kira ukhti sendiri yang lebih tahu / paham. Jika suami juga susah utk diajak / disuruh sholat, barangkali butuh kesabaran extra, atau meminta bantuan pihak ketiga yang dekat / disegani oleh suami untuk bisa memberikan nasihat kepadanya agar dia mau bertaubat dan kembali kejalan Allah, mau mengerjakan kewajiban – kewajibannya sebagai seorang muslim kepada Tuhannya, sekaligus sebagai seorang suami terhadap istri dan keluarganya.

Ukhti jika semua usaha ukhti sudah diupayakan utk menghadapi masalah yg dihadapi, dalam menyelamatkan bahtera rumah tangga ukhti sudah dilakukan, dengan tetap meminta yang terbaik kpd Allah, tetap berdo’a dan sholat, maka hasilnya ukhti tawakal kepada Allah dengan penuh keikhlasan walaupun air mata harus meleleh di pipi, entah air mata syukur kebahagian karena barangkali yang dinginkan ukhti dikabulkan oleh Allah SWT, ataupun air mata kesabaran ,barangkali Allah SWT punya rencana lain yang terbaik dan lebih baik buat ukhti dan agama ukhti didunia dan di akhirat. Afwan ukhti, tidak terasa saya ikut berkaca – kaca, membayangkan permasalahan yang sedang ukhti hadapi, bersabar yaa Ukhti..semoga Allah SWT senantiasa menyertaimu dalam setiap langkah dan do’amu ..amiin.

Barangkali itu dulu yang bisa saya jawab buat ukhti Fulanah..semoga bisa memberikan cahaya cerah dari ujian / masalah yang sedang ukhti hadapi. Keep be strong woman and don’t worry..Innallah ma’ana, wama’al mu’minin, wama’ash shabiriin…

Hadapi masalah dengan tersenyum..senyum karena ikhlas atas ketentuan Allah SWT walaupun air mata membasahi pipi..Tapi yakinlah ukhti…Allah pula tersenyum ..melihat ukhti tegar dengan senyum mengahadapi cobaan-Nya…Dan Allah SWT insyaa Allah akan meridhai ukhti..^_^

Ukhti Fulanah yang dirakhmati Allah SWT renungkanlah beberapa Firman Allah SWT dan hadist Rasulullah SAW berikut ini :

“ Dan berikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar. Yaitu orang – orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengatakan : Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun “. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rakhmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang – orang yang mendapat petunjuk “ ( QS Al baqarah ( 2 ) ayat 155 – 157 )

“ mereka itulah orang – orang yang akan dibalasi dengan martabat yang tinggi dalam surga karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat didalamnya “ ( QS Al Furqan : ayat 75 )

Rasulullah SAW bersabda : “ Tiadalah musibah yang menimpa orang beriman, baik berupa sakit, sedih, susah, maupun terkena duri kakinya, kecuali Allah akan menjadikannya sebagai tebusan ( kafarat ) atas perbuatan dosa yang dilakukannya “ ( HR Bukhari dan Muslim )

Rasulullah SAW bersabda : “ Tiadalah seorang muslim terkena duri atau musibah yang lebih ringan dari itu, kecuali Allah SWT akan mencatatnya sebagai suatu derajat yang tinggi di sisi-Nya, serta memberikan ampunan atas kesalahan yang telah diperbuatnya “ ( HR Muslim )

Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang akan dikehendaki Allah SWT menjadi baik, niscaya ia akan diuji dengan berbagai musibah “ ( HR Bukhari )

Wallahu a’lamu bish shawab.


Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekhilafan atau kesalahan ketik
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wa Shubhanaka wabihamdika Asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka watubuu ilaihi
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahad, 10 Oktober 2009 pukul 07.30 – 09.30

NUR YULIANTO
( Abu Fathan Ayyasy Al Ghozi )

Jawaban dan pertanyaan ini mendapat ijin dari yg bersangkutan utk dipublikasikan, dengan catatan tdk menyertakan nama yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Followers