Selasa, 13 Oktober 2009

penantian

sudah basah sajadah ini
dengan linangan permata sudut hati
menangis aku tak guna
Kau tahu kandungan yang tersimpan
seperti sungai mengalir lincah
menetes cinta dari ubun-ubun hamba
ku takkan percumakan jiwa
hanya demi selembar daun kering yang jatuh
aku fana dan tiada
terjerat kasih sang Maha Kasih
meski lumpur menjadi baju yang mongering
aku takkan pernah perduli.
ku nikmati alur sang waktu..
meski detak jam semakin kencang berlari
tuk songsong datang pakaian terakhir
tuk lelap dalam kereta kencana nan sunyi..

Tidak ada komentar:

Followers