Selasa, 13 Oktober 2009

Ilmu Manthiq

Secara harfiah,manthiq artinya berbicara atau berpikir. Dan secara istilah logika adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari asas maupun aturan untuk memperoleh kesimpulan yang benar. Kata manthiq disebutkan di alquran surat annaml ayat 16.
Aspek-aspek yang terdapat dalam ilmu mantiq adalah :
1. Ilmu tentang aturan berpikir
2. Ilmu untuk mencari dalil
3. Ilmu untuk menggerakkan pikiran kepada jalan yang lurus dan benar.
4. Sebagai alat yang merupakan kaidah yang jika digunakan dengan benar,bisa menghindarkan seseorang dari kesalahan berpikir.
Manthiq juga disebut dialektika, atau berbicara dan berpikir sambil maju ke depan untuk memperoleh suatu pencerahan. Tujuan mempelajari manthiq adalah agak berpikir secara kritis dan teliti. Adapun faedah mempelajarinya :
1. Melatih jiwa agar mampu berpikir dengan halus.
2. Melatih kekuatan berpikir
3. Bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya
4. Dapat membedakan mana pikiran yang salah, dan yang benar.

Ilmu ini pertama kali dimunculkan oleh Socrates,pada abad 5 SM. Kemudian Plato, dan disempurnakan Aristoteles. Yang pada kemudian hari disebut oleh para filsuf muslim sebagai Ustadz al-awwal. Kemudian pada abad pertengahan, muncul Al-farabi,filosof muslim yang melengkapi ilmu ini dan mendapat gelar Ustadz at-thani. Di antara para tokoh muslim terkemuka di bidang ini adalah, Al-kindi,Ibnu Rusyd,dan Hujjatul Islam al-imam Al-ghozali

Tidak ada komentar:

Followers