Jumat, 16 Desember 2011

Konflik NU vs Wahabi memanas ! Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj tolak temui Dubes Saudi Arabia

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Al-Khayyat, kecewa pada sikap Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siradj, yang menolak menerima dirinya. Padahal duta besar senior di Indonesia itu datang untuk untuk pamitan sehubungan masa tugasnya di Indonesia berakhir. “Saya sudah dijanjikan untuk bisa bertemu pekan lalu, tapi tiba-tiba dibatalkan. Saya tak bisa mengerti mengapa sikapnya demikian terhadap kami,” kata Al-Khayyat, di kediamannya di Jakarta, Sabtu malam (11/12). Sebelum meninggalkan Indonesia, dia menggelar resepsi untuk kalangan pers di rumah dinasnya.

“Menjadi tugas saya selaku wakil pemerintah dan bangsa Arab Saudi meningkatkan hubungan baik dengan berbagai kalangan di Indonesia, termasuk dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu,” katanya.

Juga, dari pengamatannya, berulangkali ada komentar-komentar Said Aqil Siradj yang mengaitkan pemerintahan Arab Saudi dengan Wahabisme. Dia berkata, “Kamipun tahu, beliau kerap berhubungan dengan kedutaan besar satu negara lain yang memusuhi Arab Saudi.” katanya.

Sehubungan dengan itu, tokoh NU, KH Hasyim Muzadi, yang dimintai pandangannya secara terpisah, Minggu, menyatakan, tidak lazim ketua umum PBNU menolak tamu baik besar atau kecil, yang Islam atau bukan Muslim. “Apalagi tamu itu diplomat negara Islam, tak boleh ditolak. Itu sangat tidak baik untuk umat Nahdlatul Ulama,” kata Muzadi, yang juga mantan ketua umum PBNU periode 2000-2004. Muzadi mengingatkan, menurut ajaran Nahdlatul Ulama, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan/ keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah Islam) harus merata secara seimbang ke seluruh kelompok kaum muslimin.

Selama lima tahun bertugas di Indonesia, Al-Khayyat melukiskan negara terbesar di ASEAN itu sebagai “negeri indah”, di mana dirinya telah membina banyak hubungan baik dengan berbagai lapisan masyarakat maupun pejabat pemerintahan. “Kami memuji Presiden Yudhoyono yang telah memimpin Indonesia dan mencapai kemajuan seperti sekarang. Kami yakin, Indonesia akan segera menjadi salah satu negara terpenting di dunia karena peran-peran yang dimainkannya,” katanya.

Laiknya sopan-santun dan protokoler diplomatik, dia akan berpamitan pula dengan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa. “Menteri luar negeri Anda salah satu tokoh muda cemerlang yang dimiliki Indonesia,” katanya.

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj kembali merilis 12 yayasan Islam yang dituduh sebagai Salafi Wahabi penebar benih radikal dan teror yang mengajarkan doktrin pengeboman. Pernyataan itu disampaikan pada acara workshop “Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren” yang digelar Muslimat NU di Park Hotel Jakarta, Sabtu (3/12/2011). Dua belas yayasan Salafi Wahabi yang dituding Said Aqil Siradj antara lain sebagai berikut:

1. Yayasan Al Sofwa di Lenteng Agung, Jakarta Selatan (diketuai Abu Bakar bin Muhammad Altway Lc,)
2. As-Sunnah di Cirebon (alamat di Jl. Kali Tanjung Kecamatan Grahsan Cirebon, diketuai yang dipimpin KH Thoharoh, dan didanai oleh Kholid Bawazi, pemilik pabrik mie di Jeddah)
3. Yayasan Al-Fitrah di Surabaya, di Jalan Arif Rahman Hakim Perumahan Galaksi Ruko 26 sampai 30 (diketuai oleh Ainul Haris)
4. Yayasan Al-Faruq di jalan Danau Toba, Jember
5. Yayasan Ulil Albab di Lampung, Sukabumi dan Bogor yang diketuai Yazid Jawaz
6. Yayasan Ihya Turats
7. Yayasan An-Nida dan sebagainya.
“Ada dua belas yayasan yang indikasinya di situlah Radikalisasi tumbuh; di Lenteng Agung namanya Al Shofwah Di Cirebon As Sunnah, Jl. Kali Tanjung Kecamatan Grahsan, Cirebon yang mendanai namanya Kholid Bawazir yang punya pabrik mie di Jeddah. Di Surabaya Jl. Arif Rahman Hakim, perumahan Galaxy, Ruko 26 sampai 30, namanya Yayasan Al Fitroh, ketuanya namanya Ainul Haris. Di Jember Jl. Danau Toba, Yayasan Al Faruq. Di Bandar Lampung namanya Yayasan Ulil Albab ketuanya namanya Yazid Jawas, yayasan inilah yang di Sukabumi Jl. Cimangling, di Bogor Jl. Cijeruk. Inilah yayasan-yayasan yang mengajarkan Islam Radikal atau wahabi,” rinci Said Aqil di hadapan puluhan Muslimat NU.

Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman SH sangat menyayangkan berbagai statemen Said Aqil dalam forum terbuka di hadapan para kiyai dan nyai itu. “Said Aqil yang bertahun-tahun belajar ilmu syar’i di timur tengah dan bergelar Professor Doktor, tidak seharusnya berbicara tanpa dasar” kata Munarman. “Dari segi hukum syariat siapapun yang memfitnah saudaranya sesama muslim demi menyenangkan orang kafir, itu artinya berada dalam barisan kaum kuffar dalam memerangi umat Islam,” papar Munarman yang juga ketua An-Nasr Institute Jakarta itu. “Bukankah dalam Al-Qur’an ada ayat yang menyatakan orang-orang kafir saling tolong menolong dalam mengerjakan kemungkaran dan kebatilan?” tambahnya.

Jawaban Ustad Husain Ardilla (penulis web syiahali) :

“Munarman jangan coba-coba memfitnah Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Aqil Sirajd MA, perlu anda ketahui bahwa Gerakan Salafi... Lanjut kekolom komentar

3 komentar:

Mahesa ibnu_romli mengatakan...

Wahabi di Indonesia telah merampok sejumlah masjid-masjid NU dibeberapa daerah, Gerakan Salafi Wahabi Indonesia disusupi kepentingan Amerika dan Israel yang menginginkan kehancuran pengaruh Iran dan Syi’ah di Indonesia, Gerakan Salafi Wahabi di Indonesia tidak hanya didanai Saudi Arabia, Pakai otak anda wahai MUnarman darimana wahabi dapat duit banyak lalu bangun pesantren besar besar ? Pakai akal anda darimana Wahabi dapat uang cetak buku- tabloid dan majalah “

sumber : http://syiahali.wordpress.com/2011/12/15/konflik-nu-vs-wahabi-memanas-ketua-umum-pb-nahdlatul-ulama-kh-said-aqil-siradj-tolak-temui-dubes-saudi-arabia/

Anonim mengatakan...

@Mahesa ibnu_romli pak hasyim muzadi yg senior aja ngasih nasihat gak digubris sama si said, apalagi orang lain- spt pak munarman. Shummumbukmun 'umyun fahum laa yarji'uun. Telinga kebal, hati tertutup. Semoga said agil siraj mendapat hidayah Allah SWT, amin.

Anonim mengatakan...

@Anonim pak hasyim muzadi berkata seperti itu setelah kejadian, jadi bukan nasihat. Mungkin saja saat itu pak said lagi ada keperluan mendadak. Kita lihat saja keterangan pak said kenapa begitu? Dan kalo benar pak said sengaja tdk maw menemuinya maka harus ada tabayun.

Followers

Mbh