Kamis, 15 Desember 2011

5 Fakta Tentang Adzan

Mungkin bagi sebagian umat non muslim adzan menganggu "telinga" mereka. Padahal bagi kami umat islam, adzan sangat dinanti-nanti dan dirindukan..

5 Fakta Tentang Adzan

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap Maha yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Inilah 5 fakta tentang adzan :

1 . Pemersatu Umat Islam
Adzan menemukan momentum sebagai penyeru dengan “kekuatan supranatural” yang sangat dahsyat. Ketika adzan berkumandang, kaum muslimin bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Dalam konteks demikian, adzan adalah pemersatu umat. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius mereka bergetaran, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah salat berjamaah. Di islam ada banyak madzhab dan disetiap madzhab itu pasti beda pula pandangan cara mengerjakan solat / bacaannya, apalagi pemeluk agama islam jumlahnya sangat banyak, 1/4 dari jumlah populasi didunia dengan umat yang memiliki bahasa berbeda. Namun tak ada perbedaan dalam mengumandangkan adzan.

2. Asal Mula Adzan
Pada jaman dahulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api diatas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok. Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.” Kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.

3. Adzan Disaat Peristiwa Penting

Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi , ketika Meninggal Dunia , ketika Peristiwa besar.
Peristiwa besar yang dimaksud adalah

Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630M tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah.

Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia. lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.

4. Miliyaran kali telah dikumandangkan

Sejak pertama kali sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Jika satu tahun sama dengan 365 hari, kira-kira hitungannya seperti ini >> 1.500 X 365 hari = 547.500 hari dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita hitung saja umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milayar umat dengan 2 juta muadzin saja. 547.500 x 2.000.000 = 1.095.000.000.000. Itu hanya perhitungan satu kali sholat fardlu saja, dalam satu hari ada 5 sholat fardlu maka hasil akhirnya >> 1.095.000.000.000 x 5 = 5.475.000.000.000 kali adzan dikumandangkan. Subhanallah. Allahu akbar!!!

5. Tidak pernah berhenti berkumandang

Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di bali / sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

0 komentar:

Followers

Mbh