Kamis, 15 Oktober 2009

GA SULIT KOK...

Sejenak saya terkadang membayangkan bagaimana jika saya hidup dizaman dahulu, dizaman sebelum Rasulullah, bersama Nabi-nabi terdahulu. Aduh, semua terasa sulit -jika saya sendiri melakukan. Bayangkan saja. Semisal mereka (umat terdahulu) kencing, lalu ada najis yang mengenai bajunya, maka harus dipotong. Berapa baju yang harus saya potong -saya terkadang ceroboh! Lalu, cara taubat mereka juga dengan cara yang 'seram'; jika taubat dari kebohongan: potong lidah. Taubat dari melihat ma'shiat: coblos mata... Haaaah!!!! Terima kasih deh.

Begitu pula, syari'at mereka sulit: sebagian makanan yang sebenarnya baik, diharamkan (karena mereka keras kepala pada Nabi mereka, sebagai hukuman). Jika beribadah, tak bisa dilakukan di rumah masing-masing; harus ditempat khusus -jika beribadah ditempat lain, maka qadla'nya pun harus dilakukan ditempat itu pula. Tak bisa ditempat lain. Mereka jika ingin bersuci, maka harus pakai air. Jika tidak, maka mereka punya hutang ibadah, dan... Ya tadi, bagaimana cara menqadla'nya. Sulit.

Saya pun akhirnya bersyukur -alhamdulillah! Karena saya menjadi bagian ummat Nabi Muhammad -meski banyak dosa. Brader & Sista pun seharusnya bersyukur, karena menjadi ummat beliau dan beriman pada beliau. Banyak Syari'at yang sangat jauh dipermudah olehNya untuk kita. Contohnya, sholat. Rasulullah berkata, shalat itu tiang agama. Tapi, meski shalat adalah kefardluan yang paling harus dilakukan, dia tetap mudah: bersuci bisa memakai air ataupun debu. Tak harus ditempat khusus, bisa disegala tempat. Juga shalat memberi keringanan bagi mereka yang sedang sulit: ada keringanan bagi mereka yang sakit, bepergian, berperang, tak mempunyai baju, bahkan jika tak tahu arah qiblat.

Dalam hal makanan, selama makanan itu baik bgi kita, maka dihalalkan. Meminta maaf dari dosa pun begitu berwarna caranya: bisa dengan taubat seperti yang kita kenal, dengan memperbanyak istighfar, beramal baik (karena dengan amalan baik, amalan buruk bisa terhapus), atau lainnya. Sudah begitu, ummat ini meskipun sangat akhir lahirnya, ia diberi keistimewaan: ummat yang nantinya pertama kali masuk surga!

Wow wow wow... Sebegitu indahnya agama Islam!

Di Surat Albaqarah, Dia berfirman yang artinya: "Allah menghendaki kemudahan untuk kalian (muslimin), dan tidak menghendaki untuk mempersulit kalian." Rasulullah pun bersabda yang artinya, "Sesungguhnya Allah meridloi kemudahan bagi ummat ini. Dan tidak menginginkan kesulitan bagi mereka.

Suatu hari pula, Rasulullah pernah bersujud lama sekali, hingga para Shahabat menyangka bahwa beliau meninggal. Ketika beliau salam, beliau mengerti apa yang dipikirkan oleh para shahabat beliau, dan berkata, "Tuhanku mengajakku berbicara.. (lalu menyebutkan haditsnya, dan akhirnya) dan Dia menghalalkan banyak hal yang dahulu diharamkan bagi ummat terdahulu, dan tidak menjadikan kesusahan bagi kita didunia ini. Aku pun tak menemukan cara bersyukur yang lebih baik, daripada sujudku tadi."

###

Satu masalah: Brader & Sista sudah tahu bagaimana kita dipermudah olehNya. Tapi kenapa ya, masih banyak teman-teman kita yang ogah-ogahan menjalankan ibadah, menjauhi dosa. Apakah Dia kurang menyayangi kita? Tentu tidak! Dia begitu menyayangi kita.

Jadi yang harus disadari oleh saya, Brader maupun Sista, adalah satu hal: Allah sudah begitu menyayangi kita (karena Dia menyayangi Rasulullah), juga sudah mempermudah syari'at dan undang-undang bagi kita, makhluk-makhluk lemah penuh kesalahan. Apakah pantas, jika kita malah seenaknya untuk "melakukan perlawanan" padaNya, dengan seenaknya melakukan dosa?

Hmmm... Jawaban bisa ditemukan sendiri dalam diri kita masng-masing!

(( Makkah, Kamis Pagi, 19 Syawwal 1430 H ))
Islam memang tidak sulit, mungkin kita sendiri yang mempersulit diri sendiri...

Tidak ada komentar:

Followers