Minggu, 17 Januari 2010

EMPAT JENIS MANUSIA HIDUP DI DUNIA Termasuk yang manakah diri kita ?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.
Sahabat fillah, Bagaimana kabarnya pagi ini ? Semoga senantiasa dalam motivasi untuk selalu berbuat yang terbaik, dan lebih baik dari hari kemarin…yyyeeeesssss !!
Alhamdulillah wa shubhanallah, pagi ini saya lihat Langit Ungaran sangat cerah, Demikian pula di tempat sahabat semua, dan semoga bisa memberikan energi positif untuk kita berbuat positif dan mengilhami kita untuk positif thinking dengan sesuatu yang ada disekitar kita.
Akhi wa ukhti fillah, ada sebuah pencerahan untuk pagi ini, insyaa Allah coba saya sampaikan untuk sahabat semua, Bahwa Kehidupan akhirat itu bagi orang – orang yang beriman dan bertaqwa, adalah lebih baik daripada kehidupan dunia.

“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS.Al An'aam- ayat 32)

Itu bukan bearti hidup kita didunia hanya untuk meepersiapkan akhirat saja sedangkan dunia kita abaikan, karena kehidupan dunia itu adalah juga merupakan sarana untuk mendapatkan akhirat.
Ada 4 jenis manusia yang hidup didunia ini, berdasarkan orientasi hidupnya,

1. Yang pertama adalah orang yang hidup dikaruniai Ilmu dan Harta. ( Yang digunakan untuk mencari Keridhaan Allah SWT ).

Ilmu dan harta itu justeru menjadi sarana yang sangat membantu dirinya terjauh dari panasnya api neraka. Hal itu lebih khusus karena dia di anugerahi harta, namun juga Allah SWT menganugerahinya ilmu, yang dengan ilmu itu menjaga dirinya, dan membentengi dirinya agar tdk durhaka kepada Allah SWT. Ilmu dan harta itu berfungsi sebagai sarana yg tepat untuk mendapatkan kebahagiaan Dunia dan akhirat, sebab ada beberapa jalan yang bisa ditempuh dengan ilmu dan harta yg dimilikinya, diantaranya :

Pertama,Ilmu dan harta yang dinilikinya adalah justeru menjadi sarana untuk meningkatkan Keimanan dan ketaqwaannya dihadap[an Allah SWT. Artinya bukan sebaliknya, ilmu dan harta yang diamahkan Allah SWT tidak sampai memalingkan atau melalikan dirinya dari mengingat Allah SWT. Bahkan ilmu dan harta itu menjadi spirirt untuk berda’wah menyeru manusia kejalan Allah SWT, mengajak manusia berbuat ma’ruf dan mencegah nya dari berbuat munkar, dengan hikmah dan mau’idzatil hasanah.

Kedua, Ilmu dan harta adalah bekal dan sarana untuk memperkuat silaturahmi dan da’wah. Sebagaimana Rasulullah SAW melakukan yang demikian, ilmu dan harta yang dititipkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, Beliau gunakan untuk menyeru dan menegakan agama Allah SWT, Oleh karena itu Rasulullah SAW mengajarkan kpd kita untuk senantiasa menyambung silaturrahiim.

Didalam sirah kita mungkin pernah membaca, bagaimana Rasulullah SAW menjenguk seseorang kafir Quraisy yang sakit dengan penuh dengan ‘ kasih sayang ‘ bahkan mendo’akan dan mengajaknya untuk masuk Islam, padahal orang Kafir tersebut telah tiga kali meludahi wajah Rasulullah SAW beberapa hari sebelumnya. Sehingga kerena akhlaq Rasul SAW tersebut orang Quraisy itu bersyahadat.

Juga didalam sebuah riwayat diceritakan bagaiman Rasulullah SAW menggunakan harta yg dipunya utk bersilaturahmi dan berda’wah. Suatu ketika Rasulullah SAW membidik seorang kafir yang bernama Imron. Padahal Imron ini orang yg sangat membenci Islam dan Rasulullah. Imron adalah orang yang sangat berpengaruh pd waktu itu.

Maka kemudian Rasulullah bersilaturahmi kerumah Imron dengan senyum dan membawakan hadiah berupa 200 ekor onta. “ Wahai Imron sesungguhnya saya diutus oleh Allah SWT utk mengajak manusia untuk kembali kejalan Allah, maka aku mengajakmu untuk masuk Islam dan aku bawakan hadiah 200 ekor onta untukmu “. Maka betapa senangnya Imron, diterimanya 200 onta dari Rasulullah SAW lalu Rasulullah di usirnya dari rumahnya. Imron berfikir bahwa Rasulullah SAW adalah orang yg bodoh. Apakah Rasulullah marah, tersinggung, dan putus asa ? TIDAK ! Dalam kurun waktu berikutnya, Rasulullah SAW kembali dating bersilaturahmi kerumah Imron, dan juga membawakan 200 ekor onta. Dan seperti biasanya, 200 ekor onta itu diterima, lalu Rasulullah disuruh pulang. Namun untuk kali yg kedua ini Imron sdh agak berfikir, orang ini kaya amat, tapi sama sekali dia tidak tersinggung dengan perlakuan saya, dan tidak menunjukan bahwa dia kecewa. Dan pada kali yang ketiga Rasulullah SAW datang dengan membawakan 200 ekor onta lagi, jadi total sdh 600 onta yg diberikan Rasulullah SAW, dengan misi yang sama dan dengan cara yg sama, bil hikmah wal mau’idzaatil hasanah serta dengan lemah lembut dan kasih sayang. Begitu Rasulullah menyerahkan hadiah 200 onta tersebut, akal sehat Imron mulai berfungsi, singkat cerita akhirnya Imron bersyahadat masuk Islam. Bahkan Imron berkata kpd Nabi SAW, “ Wahai Rasulullah, 600 ekor onta yang engkau berikan kepadaku, insyaa Allah akan mengislamkan minimal 600 orang dari rakyatku “ shubhanallah..Luar biasa kesabaran dan kegigihan Rasulullah SAW dalam mengajak manusia kejalan Allah SWT.

2. Yang kedua adalah orang yang dikaruniai ilmu tapi tidak punya harta.
Namun walaupun dia tidak mempunyai harta, dengan ilmu yang dimilikinya, dia selalu mempunyai cita – cita yang sama dan akan melakukan hal yang sama jika Allah SWT menganugerahinya harta. Artinya orang yg semacam ini mempunyai niat yg sama dengan jenis orang yg pertama, perbedaannya adalah orang kedua ini tdk mempunyai harta lebih seperti orang yg pertama. Namun demikian jenis orang yang kedua ini bisa mendapatkan pahala yang sama dengan yg pertama, disebabkan ketulusan niat dan hatinya. Tetapi bgaimanapun juga orang yang pertama jauh lebih utama bagi seorang mu’min. yaitu berilmu dan berharta, karena da’wah itu sangat membutuhkan dana yg besar dan kuat. Karena itu, harta akan sangat berguna utk pembiayaan da’wah ilallah.

3. Yang ketiga adalah orang yang dikarunia harta tetapi tdk memiliki ilmu.
Maka celakalah orang yang semacam ini, karena tdk mempunyai ilmu sehingga hartanya digunakan untuk hal – hal yang tidak bermanfaat. Mencari kesenangan duniawi menjadi prioritas dan orientasi utma dalam hidupnya, artinya, karena tiada ilmu yang dimilikinya, harta dan dunia memperdayanya. Melenakannya, melalaikannya dari dzikrullah, dari mengingat Allah SWT.

”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfal: 28)

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari
mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS Al- Munafiqun: ayat 9)

Karena tiada ilmu yg dimiliki dan tiada usaha untuk menuntut ilmu, maka harta yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya, digunakan untuk bermaksiat, sehingga akan mendatangkan kemurkaan Allah SWT.
Orang semacam ini adalah orang yang celaka, dan merugi, karena dia meletakan dunia di hatinya, dan akhirat ditangannya, bahkan tidak jarang, akhirat terlepas dari tangannya, na’udzubillahi min dzalik.

4. Yang ke empat adalah jenis orang yang tidak memiliki ilmu dan tidak juga memiliki harta.
Jika yang terjadi adalah orang ini tidak mempunyai ilmu dan juga harta, maka aka ada dua kemungkinan, pertama adalah bahwa jika suatu ketika diantara ilmu dan harta akan di anugerahkan kepadanya, biasanya orang semacam ini berangan – angan untuk lebih berharap diberikan harta terlebih dahulu. Dan jika ini yang terjadi maka biasanya orang semacam ini akan jatuh menjadi sama dengan jenis orang yang ketiga, artinya dia akan merugi dan celaka, bahkan akan lebih celaka jika sdh tidak punya harta dan tdk pula punya ilmu, sehingga yang dilakukannya adalah sesuatu yang tdk bermanfaat dan cenderung bermaksiat kpd Allah SWT. ( Orang Miskin tapi tdk beriman ). Seharusnya seseorang itu jika sdh diuji susah ( miskin ) didunia, dia bersabar dan beramal agar di akhiratnya ‘ tdk susah ‘ Maka akan sangat celaka, orang yang didunia sudah serba susah ( miskin ) tapi dia akhirat punya nasib yang sama “ susah “ ( diadzab masuk neraka ) na’udzubillahi min dzalik..

Sahabat fillah, hal itu bisa terjadi karena memang kemiskinan itu lebih dekat dengan kekufuran jika seseoran tdk beriman / mendapat hidayah dari Allah SWT. Oleh karena itu saya mengajak dan menghimbau kepada kaum muslimin, jika kita saat ini dalam kondisi susah didunia ( sempit rejeki / miskin ) marilah kita bersabar dan tetap beramal sholih dengan iman dan taqwa, agar susah didunia tdk jadi masalah, asalkan di akhirnya nanti kita mendapatkan kebahagiaan sejati yang abadi ( masuk kedalam Surga Allah SWT yang penuh kenikmatan …shubhanallah..amiiin yaa Allah.. ) Disamping kita juga harus tetap ikhtiar / tidak putus asa untuk mencari rejeki Allah SWT didunia ini, dengan senantiasa mensyukuri yang ada memegang prinsip qona’ah. Artinya mengejar dunia tapi juga untuk mendapatkan Akhirat.
Sahabat fillah, namun jika orang jenis ke empat ini yang lebih dulu diberikan Allah SWT adalah ilmu, maka insyaa Allah dia akan menjadi sama dengan jenis yang kedua, artinya ilmu yang kemudian dimilikinya akan memberikan pencerahan bagi dirnya agar memahami hakikat ujian dan cobaan, mengajarinya utk bersabar, dan mengajarinya untuk terus berdo’a dan berusaha, meminta kepada Allah SWT dengan tetap sabar dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT ( tetap sholat dan beribadah utk menggapai hidayah dari Allah SWT )

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 45-46)

Nah sahabat facebook fillah, demikian uraian taushiah saya pada kali ini, semoga bisa menjadi bahan renungan dan motivasi bagi kita untuk menjadi jenis orang yang pertama, atau minimal yang kedua. Sahabat sekalian, silahkan juga evaluasi diri kita masing – masing, ada dilevel manakah kita ? Semoga dengan evaluasi itu aka nada usaha dari kita untuk proses perbaiakan diri, menjadi insane yang lebih redhai Allah SWT ..amiin.

Tahun Baru, Semangat Baru, dengan Hal – hal Baru yang positif and will be give spoirit and manfaat dan barokah, untuk menuju semangat menjadi Hamba yang di Kasihi dan di sayangi oleh Dzat Yang Maha Kasih dan Maha Sayang ^_^
Yyyyyeeeeeeessssss Semangat every body !!
Wallahu a’lamu bish shawab.

0 komentar:

Followers

Mbh