Kamis, 21 Januari 2010

AQIDAH AHLUL HAQ

Kalimat ahlusunnah wal jama’ah apabila di ucap-kan, maka yg di maksud adalah, mereka yg ber aqidah asy'ariyah,”

yang bermadzhab maliki semua adalah asy’ari , yang bermadzhab syafi’i juga asy’ari ” begitupun juga dalam madzhab abu hanifah, semuanya adalah asy’ariyah atau al-maturidiyah, ” dan juga sebagian besar dari madzhab imam ahmad ibnu hanbal juga bermadzhab asy’ari , walau ada beberapa bagian dari mereka yg tdk sehaluan, ” intinya kalu kita persentasekan, maka para tokoh-tokoh ulama’ umat muhammad ini di dominasi oleh madzhab asy’ari ” dalam “hal aqidah”,,mereka di antaranya adalah:

1. Imam albaqilani

2. Alqusyairi ,

3. Abi ishaq as- syairozi,

4. Abil wafa’ bin aqil al-hanbali,

5. Abi muhammad al juwainy

6. Anaknya : abil ma’ali imamul haramain

7. Hujjatul islam alghozali

8. Fahruddin ar-razy

9. Ibnu asakir,

10. Izzuddin bin abdissalam

11. Imam nawawi,

12. Tajudin assubki

13. al-hafidz imam Ibnu hajar al atsqolani

14. faqihul ummah Ibnu hajar alhaitami,

15. Imam assayuti,

dan masih bnyak ulama-ulama’ yg terpercya, yg mengikuti aqidah-aqidah asy’ariyah,mereka semua adalah ulama’ nashirussunnah, jikalau ulama’-ulama’ di atas tersebut adalah bukan ahlusunnah wal jama’ah, lalu siapakah ahlussunnah wal jama’ah sebenarnya sepanjang sejarah ? Tidak tersisapun melainkan sebuah ucapan : kebodohan telah menutupi akal dan hati mereka , maka seperti itulah kebenaran terbalik di akhir zaman, orang-orang berilmu mereka , sepelekan, dan orang-orang bodoh mereka anggap orang berilmu, kemudian di mintai fatwa-fatwa, dan tersesatlah serta menyesatkan, dengan demikian secara berlahan-lahan keutuhan agama ini ambruk dan runtuh !

“Siapakah asy’ari itu ?

“dia adalah imam yg soleh, penolong sunnah, ali bin ismail bin abi bisr ishaq bin salim bin isma’il bin abdillah bin bilal bin abi burdah bin abi musa abdillah bin quis al asy’ari r.A, salah satu dari sahabat rasulillah. Saw.

Dia lahir pda tahun 260 h.Dan wafat pda tahun, 324 H.

dari beliaulah lahir tokoh ulama-ulama terdepan penolong sunnah dalam umat ini, mereka antaranya adalah,

1. Imam alqodhi abi bakar albaqilani,

2.Imam abi thaib bin abi sahal assha’luki

3. Imam abi ali addaqqaq

4. Imam alhakim annaisaburi,

5. Imam abi bakar bin faurak,

6. Imam alhafidz abi nu’iem al ash-bihanidan lain sebagainya :

ahlusunnah wal-jama’ah adalah istilah-istilah yg di tujukan terhadap orang-orang yg berada dalam manhaj salafussoleh yg berpegang kepada alqur’an dan sunnah serta atsar-atsar yg telah di riwayatkan oleh baginda rasul dan para sahabat-sahabatnya untk membedakan dari madzhab-madzhab ahli bid’ah dan ahli hawa nafsu ,” jika istilah-istilah itu (ahlu sunnah wal jama’ah ) di ucapkan dalam kitab-kitab ulama’ .maka, yg di maksud MEREKA adalah, yg beraqidah ASY’ARY , karena mereka adalah orang-orang yg tetap mengikuti sesuai dgn apa yg rasulullah sampaikan, tanpa merubah dan menganti-nya

RASULULLAH telah mensifati, bhwa,

وقد وصف رسول الله صلى الله عليه وسلم : الفرقة الناجية بأنهم السواد الأعظم من الامة

” FIRQATUN-NAJIYAH golongan-golongan yg selamat adalah, assawadul a’dzom golongan terbanyak dalam umat ini,sifat-sifat tersebut sgt sesuai dan relevan dengan madzhab-madzhab ASY’ARY dan ALMATURIDY, sebab merekalah yg paling banyak dan yang mendominasi dalam umat ini,

dan hal tsbt telah di isyarahkan oleh baginda RASUL, bhwa umat ini tdk akan bersatu atas suatu kesesatan,

لاتجتمع أمتي على الضلالة

” umatku tdk akan bersatu atas sebuah kesesatan “

MEMAHAMI AYAT-AYAT MUTASYABIHAT :

ALLAH berfirman

هو الذي أنزل عليك الكتاب منه أيات محكمات هن أم الكتاب وأخر متشابهات

” dia-lah yg menurunkan al kitab (alqur’an ) kepadamu, di antara isinya ada ayat-ayat yg muhkamaat (yg terang dan jelas maksudnya ) itulah pokok-pokok isi al qur’an dan yg lain ayat-ayat mutasyaabihaat : ali imran : 7

termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyabihaat adalah ayat-ayat yg mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat di tentukan arti mana yg di maksud kecuali sesudah di selidiki secara mendalam ,

atau ayat-ayat yg pengertianya hanya Allah yg mengetahui seperti ayat-ayat yg berhubungan dengan yg ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yg mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain .

“Contoh-contoh ayat-ayat mutasyabihat dalam AL-QUR’AN

:1_الرحمن على العرش استوى

“yaitu tuhan yg maha pemurah yg bersemayam di atas arasy ” thaha : 5

dan ayat-ayat sejenisnya adalah tertera di surah “albaqarah 2: 39 “, fusshilaat 41 :11 , al a’raf 7:54

2. إن الذين يبايعون الله يد الله فوق أيديهم

“bahwasanya orang-orang yg berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada allah, tangan allah di atas tangan mereka ” al fath 48:9

3. وقالت اليهود يد الله مغلولة غلت أيديهم ولعنوا بما قالوا“

“orang-orang yahudi berkata : tangan allah terbelunggu ” sebenarnya tangan merekalah yg di belinggu dan merekalah yg di laknat di sebabkan apa yg telah mereka katakan itu.

almaidah 5: 64

maksud dari kalimat di belenggu adalah : kikir ,kalimat-kalimat ini adalah kutukan dari Allah terhadap orang-orang yahudi berarti bhwa mereka akan di belenggu di bawah kekuasa’an bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan di siksa dengan belenggu neraka di akhirat kelak,

4 _بل يداه مبسوطتان ينفق كيف يشاء

“tidak demikian, tetapi kedua-dua tangan allah terbuka, dia menafkahkan sebgaimana dia kehendaki “. almaidah 5: 64

5 _قال يإبليس مامنعك أن تسجد لما خلقت بيدي

“allah berfirman : hai iblis, apakah yang menghalangi kmu sujud kepada yang telah kuciptakan denagn kedua tangan-ku ” shaad 38 : 75

6. ويبقى وجه ربك ذوالجلال والإكرام

” dan tetap kekal wajah tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemulya’an ” ar-rahman 55 : 27

7 _فأينما تولوا فثم وجه الله

” maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah allah ” albaqarah 2:115

DALIL ALLAH TDK MENGAMBIL TEMPAT :

” kalimat allah berada di atas ” adlah suatu kalimat yg di pakai untk memberi pengertian bhwa allah berada dalam kedudukan yg maha tinggi ” bukan pemahaman bhwa “allah menempati pd suatu tempat yg tinggi yaitu langit” ketika kalimat ” fauqa “(berda di atas) di nisbat kan kepada Allah maka yg di maksud adalah, uluwul haqiqi ” ketinggian secara haqiqat ” bukan uluwul makani atau ” bukan ketinggian secara tempat ” adapun dalil2 yg menunjukan bhwa allah tidak bertempat di suatu arah atas (langit) adalah firman allah dalam alqur’an sebgai berikut :

1. Surah al an’am 6: ayat 31

_ وهو الله في السموات وفي الأرض يعلم سركم وجهركم ويعلم ماتكسبون

” dialah Allah baik di langit maupun di bumi, dia maha mengetahui apa yg kamu rahasiakan dan apa yg kmu lahirkan dan mengetahui pula apa yg kamu usahakan ” al an’am 6:3

2. Az zukhruf 43 : ayat 84

_وهوالذي في السماء إله وفي الأرض اله وهو الحكيم العليم

“ dan dialah tuhan di langit dan tuhan di bumi dan dialah yg maha bijaksana lagi maha mengetahui az zukhruf 84

3. Albaqarah 2 :115

ولله المشرق والمغرب فأينما تولوا فثم وجه الله إن الله واسع عليم

” dan kepunya’an Allahlah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah, sesungguhnya Allah maha luas rahmatnya lagi maha mengetahui ” Albaqarah 2 :115

4. Qaaf 50: 16

ولقد خلقنا الإنسان ونعلم ما توسوس به نفسه , ونحن أقرب إليه من حبل الوريد

” dan sesungguhnya kami telah ciptakan manusia dan mengetahui apa yg di bisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ” qaaf ayat 16

5. Al waaqi’ah 56: 85

ونحن أقرب إليه منكم ولكن لا تبصرون

” dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu, tetapi kamu tdk melihat ” al waaqi’ah ayat 85

dan dalil-dalil yg cukup jelas dari hadist, hanya orang-orang yg mempuyai bashirah yg dapat memahaminya

وفي مسلم : عن أبي هريرة رضي الله عنه قال رسول الله : أقرب مايكون العبد من ربه وهو ساجد

” dari abu hurairah r.a. Rasul bersabda : paling dekatnya hamba terhadap tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud “( H.R. Muslim )”

hadist ini jelas membantah terhadap suatu keyakinan bhwa Allah bertempat di atas langit “

dan rasul tdk bicara atas dasar hawa nafsu melainkan dari wahyu yg di wahyukan , dari itulah imam malik memberikan suatu isyarat dari sebuah hadist rasul

قال رسول الله : لا تفضلوني على يونس بن متى

” jangan unggul kan saya di atas yunus putra matta ” berkata imam malik: sesungguhnya rasul mengkhususkan nabi yunus, itu semata-semata karena memperingati atas sucinya Allah dari mutasyabihat,( yaitu mengambil di tempat tertentusebab rasulullah di angkat ke arasy, dan yunus di tenggelamkan ke dasar laut ,dan nisbat antara keduanya dari segi arah bagi ALLAH JALLA JALALUHU adalah sama yaitu bernisbat satu)

” seandainya segi keutama’an adalah dgn “tempat” tentu RASULULLAH SAW, lebih dekat dari nabi yunus dan lebih utama dari sinilah menjadi suatu bukti yg jelas, bahwa kalimat ” ALLAH” berada di “atas ” adalah atas yg di maksud adalah ” uluwul haqiqi ” berada di atas secara haqiqat , bukan ” uluwul makani bukan berada di atas secara tempat . “

0 komentar:

Followers

Mbh