Kamis, 21 Januari 2010

( JANGAN JADI ISTRI DURHAKA, DAN JADILAH “ ISTRI / WANITA SHALIHAH “ )

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Sahabat facebook fillah rahimakumullah, Shubhanallah, Dunia ini sangatlah indah..namun tdk akan pernah sebanding dengan keindahan akhirat ( Surga ) yang tdk pernah bisa dibayangkan kenikmatannya oleh manusia.

Dunia ini sangat lah indah, namun kata Nabi “ seindah – indahnya dunia adalah wanita / istri yang shalihah “ ( HR MUSLIM ), oleh karena itu karena wanita / istri yang shalihah adalah yang terindah didunia ini, kenapa sahabat muslimah tdk tergoda, tdk termotifasi untuk berlomba – lomba menjadi wanita yang shalihah, istri yang shalihah ? Insyaa Allah bagi wanita yang CERDAS pasti akan berusaha mewujudkannya, menjelma diri sebagai wanita – wanita calon penghuni / bidadari – bidadari surga.

Yyyeessss semangat sahabat muslimah !!

Namun sebagaimana penjelasan Nabi SAW, ternyata apa yang pernah dikwatirkan oleh Nabi SAW sekarang ini mendekati kebenaran. Harapan agar para wanita, lebih khusus kaum muslimah utk menjelama menjadi calon bidadari surga, dan seindah – indahnya perhiasan, terhalang, kandas, pupus…oleh perilaku – perilaku jahiliyyah dan perilaku durhaka mereka lebih khusus kepada suaminya, astaghfirullahal adziim, wa inna lillahi wa inna ilahi raaji’uun..na’udzubillahimin dzalik yaa Allah..

Sahabat fillah, Allah SWT berfirman, “Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka, hendaklah kalian menasehati mereka atau pisahkan mereka dari tempat tidur, atau pukullah mereka. Dan jika mereka sudah kembali taat kepada kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan (untuk menyakiti) mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS. An-Nisa’: 34)

Al-Wahidi rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan dengan ‘nusyuz’ pada ayat diatas adalah kedurhakaan terhadap suami, yakni merasa lebih tinggi dihadapan suaminya disaat terjadi perselisihan.”

Atha’ berkata, “Maksudnya adalah seorang istri yang mengenakan wewangian dihadapan (suami)nya, namun tidak mau ‘dikumpuli’, serta berubah sikap dan ketaatan yang dulu pernah dilakukannya.”
Maksud firman-Nya (yang artinya), “Hendaklah kalian menasehati mereka,” yaitu nasehatilah mereka dengan kitab Allah dan ingatkanlah akan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka (para istri).

Ibnu Abbas menafsirkan ayat (yang artinya) “Atau pisahkan mereka dari tempat tidur,” yakni dengan membelakanginya dan tidak mengajaknya berbicara. Sedangkan Sya’bi dan Mujahid menafsirkan dengan cara meninggalkan tempat tidurnya dan tidak menggaulinya. Hal ini dilakukan, agar mereka tersadar dan instropeksi diri kemudian menyadari kesalahannya dan meminta maaf / keredhaan suaminya lalu bertaubat kepada Allah SWT.

Tafsir ayat (yang artinya) “Atau pukullah mereka,” yakni memukulnya dengan pukulan yang tidak membahayakannya. Jadi bukan memukul dengan emosi atau kalap, karena yang demikian bearti mendzalimi istri.
Sedangkan maksud firman-Nya (yang artinya) “Jika mereka mentaati kalian,” adalah, janganlah kalian (suami) mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka (istri).

Seorang istri memiliki kewajiban yang besar untuk patuh kepada suaminya. Kepatuhan ini tentu tidak berlaku jika seorang suami memerintahkan istrinya untuk bermaksiat kepada Allah, sebab tidak ada kepatuhan terhadap perintah manusia dalam berbuat maksiat kepada Allah. Jika suami meminta bermaksiat kepada Allah SWT maka memberikan nasihat dengan cara yg ihsan adalah kewajiban istri pada kondisi seperti itu.

Jika seorang istri yang patuh kepada suaminya akan memperoleh keutamaan pahala yang besar, maka sebaliknya, istri yang durhaka kepada suaminya akan mendapat ganjaran dosa dan laknat baik dari Allah maupun makhluk-Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, lalu ia menolak datang, (maka) malaikat melaknatnya hingga pagi hari.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Jika pada malam hari seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya dan menolak ajakannya, maka penduduk langit marah kepadanya hingga suaminya rela kepadanya.” (HR. Nasa’i)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga orang yang tidak diterima shalatnya, dan kebaikannya tidak diangkat kelangit: budak yang melarikan diri dari tuan-tuannya hingga ia kembali kepada mereka dan meletakkan tangannya pada mereka (menyerah dan taat); seorang istri yang dimarahi suaminya hingga ia ridha kepadanya ( istri yang Durhaka ); dan orang yang mabuk hingga siuman.” (HR. Thabrani dan Ibnu Khuzaimah)

Sahabat fillah, sudah seharusnya seorang istri berusaha untuk taat dan menunaikan kewajibannya terhadap suaminya. Begitu besarnya hak suami terhadap istrinya, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Jika aku diperbolehkan untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain, pastilah aku akan menyuruh seorang wanita bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)

Seorang bibi dari Hushain bin Muhsin bercerita perihal suaminya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Rasulullah berkata kepadanya, “Lihatlah kedudukanmu dihadapannya, ia adalah surga dan nerakamu.” (HR. Nasa’i)

Seorang istri wajib meminta ridha suaminya dan menjaga dirinya dari kemarahannya, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang wanita meninggal dunia, sedangkan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim), Jika sebaliknya seorang istri meninggal dalam keadaan durhaka / suaminya tdk redha, maka celakalah ia, karena akan dicampakan kedalam neraka jahannam..astaghfirullahal adziim wa na’udzubillahi min dzalik.

Oleh karena itu, seorang istri harus senantiasa berhati-hati dari kedurhakaan terhadap suaminya, karena kedurhakaannya bisa mengantarkannya kedalam neraka. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Aku melihat neraka, dan aku dapatkan ternyata sebagian besar penghuninya adalah wanita.” ( Al Hadist )

Hal itu disebabkan karena kurangnya ketaatan istri kepada Allah, Rasul-Nya, dan suami mereka. Selain itu, para istri / wanita itu pun sering ber-tabarruj (memamerkan dandanannya kepada orang lain).

Tabarruj ( berdandan yang berlebihan ) artinya : seorang istri keluar dari rumahnya dengan
mengenakan pakaian terbaiknya dan berdandan, serta bersolek hingga membuat orang-orang terfitnah oleh penampilannya atau memang dengan maksud menarik perhatian laki – laki yang bukan muhrimnya. Satu sisi mereka bahkan bangga dengan pujian dan sanjungan ( provokasi syetan la’natullah ), disisi yang lain mereka lupa, bahwa Allah SWT akan melaknatnya, na’udzubillahi min dzalik.

Sahabat fillah rahimakumullah, apalagi jika karena cara berpenampilan dan berhias yang berlebihan itu pada akhirnya mengantarkannya terjatuh kedalam “ JURANG PERSELINGKUHAN “ Maka Allah SWT akan lebih melaknatnya, Dan hal itu adalah akan sangat menyakitkan bagi seorang Suami, Bukan hanya Allah SWT yang tidak redha, Rasulullah SAW juga tdk akan redha, para malaikat juga tdk redha suaminya jelas tdk redha, dan seluruh alam pun tdk redha jika seorang wanita menghianati suaminya. Para Bidadari surga pun tdk redha dan akan turut melaknat kelakuan istri yang durhaka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, (melainkan) istrinya yang lain dari bidadari berkata, ‘Janganlah menyakitinya, semoga Allah membunuhmu.’” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Sahabat facebok fillah rahimakumullah, oleh karena itu, hendaknya kita takut akan kuasa Allah SWT, takut akan murka-Nya, jikalau kita masih beriman.

Semoga sahabat fillah ( khususnya para Muslimah ) betul – betul bisa menjaga kehormatan dirinya sebagai seorang wanita mu’minah, lebih – lebih sebagai seorang istri yang shalihah. Dan menjauhi sifat – sifat Durhaka terhadap suaminya. Insyaa Allah akan terhindar dari bencana dan malapetaka akhir jaman yang semakin rusak ini, sehingga kita akan termasuk orang – orang yang diwafatkan, kembali kepada Allah sebelum datangnya yaumul Qiyamah dalam keadaan berserah diri dan Khusnul Khatimah aamiin.
Wallahu a’lamu bish shawab.


Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekhilafan atau kesalahan ketik
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wa Shubhanaka wabihamdika Asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka watubuu ilaihi
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 komentar:

Followers

Mbh