Kamis, 21 Januari 2010

RAHASIA PENYEMBELIHAN DAN HIKMAHNYA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Sahabat facebook rahimakumullah, marilah kita lanjutkan kajian halal dan haram dalam Islam.
Rahasia penyembelihan, menurut yang kami ketahui, yaitu melepaskan nyawa binatang dengan jalan yang paling mudah, yang kiranya meringankan dan tidak menyakiti. Untuk itu maka disyaratkan alat yang dipakai harus tajam, supaya lebih cepat memberi pengaruh.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist Shahih :

Abu Ya’la Syaddad bin Aus Ra Meriwatkan dari Rasulullah SAW, Beliau telah bersabda, “ Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan untuk berbuat sesuatu dengan IHSAN ( baik ), maka jika kamu membunuh, hendaklah mebunuh dengan cara yang baik, dan jika kamu menyembelih, hendaklah menyembelih dengan cara yang baik, Dan hendaklah kalian menajamkan pIsaunya, dan menyenangkan hewan yang hendak disembelih itu ( jangan diinjak / dibanting / dipermainkan )
( HR Imam Muslim )

Di samping itu dipersyaratkan juga, bahwa penyembelihan itu harus dilakukan pada leher, karena tempat ini yang lebih dekat untuk memisahkan hidup binatang dan lebih mudah.
Dan dilarang menyembelih binatang dengan menggunakan gigi dan kuku, karena penyembelihan dengan alat-alat tersebut dapat menyakiti binatang. Pada umumnya alat-alat tersebut hanya bersifat mencekik, sehingga terkesan justeru menganiaya dan ini adalah perbuatan dzaliim.

Nabi memerintahkan, supaya pisau yang dipakai itu tajam dan dengan cara yang sopan, sebagaiman hadist diatas.

Di antara bentuk kebaikan ialah seperti apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, bahwa Rasulullah memerintahkan supaya pisaunya itu yang tajam.

Sabda Nabi:
"Apabila salah seorang di antara kamu memotong (binatang), maka sempurnakanlah." (Riwayat Ibnu Majah)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa ada seorang yang membaringkan seekor kambing sambil ia mengasah pisaunya, maka kata Nabi:
"Apakah kamu akan membunuhnya, sesudah dia menjadi bangkai? Mengapa tidak kamu asah pisaumu itu sebelum binatang tersebut kamu baringkan?" (Riwayat Hakim)
Umar Ibnul-Khattab pernah juga melihat seorang laki-laki yang mengikat kaki seekor kambing dan diseretnya untuk disembelih, maka kata Umar: ' Celaka kamu! Giringlah dia kepada mati dengan suatu cara yang baik.' (Riwayat Abdurrazzaq).

Begitulah kita dapati pemikiran secara umum dalam permasalahan ini, yaitu yang pada pokoknya harus menaruh belas-kasih kepada binatang dan meringankan dia dari segala penderitaan dengan segala cara yang mungkin.

Sahabat fillah, orang-orang jahiliah dahulu suka memotong kelasa unta (bhs Jawa, punuk) dan gembel kambing dalam keadaan hidup. Cara semacam itu adalah menyiksa binatang. Oleh karena itu Rasulullah s.a.w. kemudian menghalangi maksud mereka dan mengharamkan memanfaatkan binatang dengan cara semacam itu. Dan hal ini masih sering kita saksikan didalam ritual – ritual suku tertentu, dimana mereka membunuh hewan ( kerbau / kambing / babi ) dengan cara ditebas tubuhnya dengan parang ketika masih hidup, hingga hewan itu mati kehabisan darah atau mati dengan cara yang sangat tersiksa. Sehingga daging hewan itu adalah BANGKAI dan haram untuk dimakan. Dan pelakunya tadi akan mendapatkan dosa dan murka dari Allah SWT.

Maka kata Nabi:
"Daging yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, berarti bangkai." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi dan Hakim)

Hikmah Menyebut Asma' Allah Waktu Menyembelih

Akhi wa ukhti fillah, perintah untuk menyebut asma' Allah ketika menyembelih terkandung rahasia yang halus sekali, yang kiranya perlu untuk direnungkan dan diperhatikan:
Ditinjau dari segi perbedaannya dengan orang musyrik. Bahwa orang-orang musyrik dan orang-orang jahiliah selalu menyebut nama-nama tuhan dan berhala mereka ketika menyembelih. Kalau orang-orang musyrik berbuat demikian, mengapa orang mu'min tidak menyebut nama Tuhannya?

Maka suatu kebanggaan dan kemuliaan bagi orang – orang beriman ketika mengagungkan Asma Allah SWT ketika hendak menyembelih hewan ciptaan-Nya.

Segi kedua, yaitu bahwa binatang dan manusia sama-sama makhluk Allah yang hidup dan bernyawa. Oleh karena itu mengapa manusia akan mentang-mentang begitu saja mencabutnya binatang tersebut, tanpa minta izin kepada penciptanya yang juga mencipta seluruh isi bumi ini?

Justru itu menyebut Asma' Allah di sini merupakan suatu pemberitahuan izin Allah, yang seolah-olah manusia itu mengatakan: Aku berbuat ini bukan karena untuk memusuhi makhluk Allah, bukan pula untuk merendahkannya, tetapi adalah justru dengan nama Allah kami sembelih binatang itu dan dengan nama Allah juga kami berburu dan dengan nama-Nya juga kami makan.

Disamping juga dengan menyebut Asma Allah SWT, akan mendatangkan keberkahan terhadap daging yang akan kita makan.

Wallahu a’lamu bish shawab.

0 komentar:

Followers

Mbh