Minggu, 17 Januari 2010

JADILAH SEPERTI AIR

Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena

dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.

Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih

bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena

itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.

Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa.

Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya,

padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.


Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman ayat 17)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imron ayat 104)

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imron ayat 159)

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. (QS. Al-Ghosiyah ayat 21)

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'roof ayat 199)

dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya? Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan ?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-An'aam ayat 144)

Agar hati juga selalu tenang, mari kita amalkan beberapa firman Allah SWT di atas, yaitu:

1. Amar Ma'ruf Nahi Munkar dg cara yg bijaksana dan penuh kasih sayang.

2. Memberi peringatan kepada orang2 yg telah berbuat dzolim. dan ingat kita hanyalah bisa "mengingatkan" masalah "hidayah" itu urusan Allah SWT

3. Menjadi pemaaf, sehingga tdk ada dengki di hati dan bisa bahagia.

4. Menjadi orang yg tawakkal kepada Allah SWT.

5. Berpaling dari orang bodoh yg tdk mungkin terbuka hatinya, karena orang bodoh itu ibarat orang yg buta matanya tapi merasa tahu arah dan tidak bisa diberi peringatan "karena kebodohannya" tersebut.

Dan QS. Al-An'aam ayat 144 merupakan Peringatan Allah akan kesesatan orang2 dzolim yg menyesatkan manusia tanpa dasar ilmu yg benar, orang2 dzolim ini yg tdk akan mendapat petunjuk dari Allah SWT.

0 komentar:

Followers

Mbh