Selasa, 20 September 2011

wanita Shalihah

bismillahirahmanirahim

Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada
aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja
bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.

MULIALAH wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya
dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan
menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan
Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik
perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).
Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita
shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia
selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air
wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah
memperbanyak bacaan Al-Quran.

Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam
sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan
menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap
tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan
bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari
kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun,
senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya
diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan
tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.
Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya
akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang
ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan
bagi dirinya maupun orang lain.
Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah
kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur
kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu
yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin
kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa
malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia
gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi
fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang
bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah
yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.

Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan
pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian
dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan
keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang
dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos"
tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan
menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.

Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar
dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa
mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan
kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu
bagi suami dan anak-anak.

Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung
setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau
berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah.
Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak
disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal.

Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang
baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang
mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita
shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor
keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan,
keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi
sesuatu yang tersembunyi.

Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau
tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah.
Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah
menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja
putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang
bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas
ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita
ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di
sekelilingnya."

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita
pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang
wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki
di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini,
wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari
belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara.
Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti
bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang
tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.

Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang
rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha
menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah.
Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara
farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita
kita

"Tiadalah seorang istri menjadi shalihah melainkan ia mentaati suami karena
Allah, ia berdandan hanya untuk sang suami, ia menjaga kehormatan dan harta
suami, ia mengasuh, mendidik dan membesarkan anak-anak dengan sentuhan
agama, bimbingan dan pengajaran kepada anak-anaknya adalah al Quran,
nasehatnya adalah kalimat zikir, senyum nya surga, inilah wanita yang d
cinta surga"

semoga bermanfaat

0 komentar:

Followers

Mbh