Selasa, 20 September 2011

Mutiara Hikmah Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad (Part 1)

"Bagaimana seseorang dapat disebut sebagai mukmin, jika dia berusaha
menyenangkan manusia dengan sesuatu yang membuat Allah itu murka"

"Kasih sayang (persahabatan) yang dipaksakan tidak akan bertahan lama"

"Barangsiapa menempatkan dirinya di hadapan Allah seperti budak di hadapan
tuannya, maka dia akan meraih semua kesempurnaan"

"Barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan sedikit harta yang dimilikinya,
maka harta yang banyak pun tidak akan pernah membuatnya puas. Barangsiapa
tidak mengamalkan sedikit ilmu yang dimilikinya, maka ketika memiliki ilmu
yang banyak pun dia tidak akan mengamalkannya"

"Tidak ada yang dapat menghibur seseorang yang mengalami musibah seperti
menceritakan keadaan orang-orang yang bernasib sama dengannya"

"Seseorang yang terbiasa menggagalkan niat-niat baik yang telah ia tetapkan,
maka dia tidak akan memperoleh karunia-karuina yang besar"

"Seseorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia merasakan
nikmatnya memenuhi keinginan nafsu mereka"

"Beban menyimpan rahasia lebih ringan daripada perasaan khawatir akan
terbongkarnya rahasia yang kau ceritakan kepada seseorang"

"Tanda terjelas kesempurnaan akal seseorang adalah jika dia tidak
berkeberatan untuk memuji teman-temannya. Tanda terjelas kerendahan hati
seseorang adalah jika ia rela diletakkan di akhir padahal ia layak untuk
diletakkan di depan. Dan tanda terjelas keikhlasan sesorang adalah jika ia
tidak memperdulikan kebencian masyarakat demi mencapai keridhaan Allah"

"Jangan mempercayai ucapan jiwa yang menyatakan bahwa menjadi kaya atau
miskin baginya sama saja, sebelum kau uji dia. Jika bukti tidak
diperdulikan, tentu setiap orang akan mengakui sesuatu yang tidak dia
miliki. Buktilah yang akan membedakan siapa yang jujur dan siapa yang
berdusta"

"Barangsiapa mudah mewujudkan cita-cita akhiratnya dan sulit menggapai
cita-cita dunianya, maka dia adalah Pewaris Nabi. Dan barangsiapa mudah
mencapai keinginan dunianya dan sulit menggapai kepentingan akhiratnya, maka
dia termasuk orang-orang yang tertipu. Dan barangsiapa sulit mewujudkan
kepentingan akhirat dan dunianya, maka dia dalah orang yang dimurkai"

"Seburuk-buruk orang miskin adalah dia yang ingin menjadi kaya (karena tidak
rela menjadi orang miskin. Sedangkan sebaik-baik orang kaya adalah dia yang
tidak berkeberatan untuk menjadi orang miskin"

"Seorang dai yang menyeru manusia ke jalan Allah, tidak akan menjadi
sempurna sebelum ucapan dan perbuatannya menjadi suri tauladan bagi seluruh
alam"

"Barangsiapa senang dipuji dengan kebaikan yang tidak pernah dia lakukan,dan
benci dicaci atas keburukan yang ia lakukan,maka dia adalah seorang yang
suka pamer (riya)"

"Manusia sering tidak mampu membedakan rasa malu yang terpuji dengan sifat
pengecut yang tercela. Perasaan malu yang mencegahmu dari berbuat baik dan
mendorongmu untuk bermaksiat, dia adalah sifat pengecut yang tercela, bukan
rasa malu yang terpuji. Sebab rasa malu akan selalu membawa kebaikan"

"Barangsiapa mudah berdusta ketika merasa takut kepada sesuatu, maka ketika
menginginkan sesuatu dia pun akan berdusta"

"Ada 3 jenis tanah, PERTAMA, tanah yang jika diberi air mampu menumbuhkan
rumput. Inilah permisalan manusia yang mampu memahami ilmu yang
dipelajarinya. Sebagaimana air akan membuat tanah menjadi subur, maka
kecerdasan akan memudahkan manusia untuk memperoleh ilmu. KEDUA, tanah yang
mampu menyimpan air, tetapi tidak dapat menumbuhkan rumput. Inilah
permisalan manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk menghafal, tetapi
tidak dapat memahami apa yang dia hafal. Jika engkau melihat seorang berilmu
yang tidak mampu memahami lebih dari apa yang ia dengar, maka dia akan masuk
ke dalam kelompok kedua ini. Tetapi, jika dia mampu memahamai lebih dari apa
yang ia dengar maka ia masuk dalam kelompok pertama. KETIGA, tanah yang
tidak mampu menumbuhkan rumput maupun menyimpan air. Inilah permisalan
manusia yang tidak memiliki kemampuan menghafal maupun memahami, mengajarkan
ilmu kepadanya justru menyia-nyiakan ilmu itu sendiri. Bukankah seseorang
yang memiliki tanah yang tidak mampu menumbuhkan rumput maupun air tidak
akan mengairi tanahnya ?! bukankah dia berpikir bahwa mengairinya merupakan
suatu perbuatan yang sia-sia ?! Begitu pula ilmu, seharusnya tidak ia
ajarkan kepada orang yang akan menyia-nyiakannya. Inilah sikap yang lebih
utama."

"Jika nafsu mengajakmu untuk memenuhi keinginannya, maka jangan kau katakan,
`Akan kupenuhi keinginannya sekali ini saja agar ia tidak terus-menerus
menuntut hatiku`. Sebab sekali kau penuhi keinginannya, maka dia akan
memintamu untuk memenuhi keinginannya yang lebih besar lagi"

0 komentar:

Followers

Mbh