Minggu, 18 Oktober 2009

MEMUTUSKAN HUBUNGAN SILATURRAHIIM SIAPA YANG BERDOSA ?

RUBRIK TANYA JAWAB SEPUTAR ISLAM
MEMUTUSKAN HUBUNGAN SILATURRAHIIM SIAPA YANG BERDOSA ?

PERTANYAAN DARI UKHTI PUTRI ALTHAFUNNISA

Pak ustad,sy uda brbuat jahat,sy mengata2i seorg wnt dgn kata yg sgt kasar krn dy dlux mendekati pcr sy.Tp uda lama,tp sy uda mnt maap,dy uda blg iya tp g mw mghub atw brsilaturahim pd sy,nah pak ustad yg dosa siapa?

JAWABAN KAMI INSYAA ALLAH :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Ukhti Putri yang dirakmati Allah SWT, sebetulnya ketika ukhti sudah meminta maaf, maka gugurlah dosa ukhti / dihapus oleh Allah SWT, karena orang yang mau meminta maaf dgn tulus atas kesalahannya, maka Allah SWT lah yang pertama - tama mengampuni dosa orang tersebut, walaupun orang yg dimintai maaf tdk mau memaafkan sekalipun.

Satu sisi ukhti sudah terbebas dari beban dosa karena mengatai kasar orang tersebut, tapi INGAT kalau bisa jangan diulangi lagi, jaga emosi jangan marah sampai berlebihan ( berkata kasar sdh termasuk berlebihan, apalagi sebabnya kurang syar'i )

kalau seseorang memaafkan lesannya saja, sedangkan hatinya tidak ( masih marah / dendam ) maka dia justeru berdosa dan urusan sdh tdk dengan orang yg meminta maaf, tp urusannya dengan Allah SWT langsung. Dia hrus mempertanggungjawabkan kenapa tdk mau memaafkan, padahal Allah SWT Maha Pemaaf dan Rasul-Nya yang mulia adalah Suka memaafkan sesama manusia.

Kalau kemudian dia tdk mau menghubungi atau bersilaturrahiim, kalau memang dia sengaja dan ada niat memutuskan tali silaturrahim karena hatinya masih marah, maka jelas yang berdosa adalah yang memutuskan tali silaturrahim.

Rasulullah SAW bersabda :

"Ada 5 golongan yang tidak akan masuk surga, orang yang meminum khomr, orang yang mempercayai sihir, orang yang memutus tali silaturrahiim, Dukun / paranormal, orang yang suka mengungkit - ungkit pemberiannya " ( HR Tirmidzi )

" Tidak halal bagi seorang muslim, mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari / malam, jika bertemu dia membuang muka, Dan yang lebih baik dari kedua orang itu ( yg sedang berselisih ) adalah yang lebih dulu memberikan salam ( mengajak berdamai ) " ( HR Muslim )

Jadi jelas sekali ukhti Yang berdosa adalah yang dengan sengaja memutuskan hubungan baik / silaturrahim. Sedangkan jika ukhti tidak ada niat memutuskan tali silaturrahim insyaa Allah tidaklah berdosa.
Tapi saran saya, cobalah ukhti yang mengalah utk menghubungi dia, memperbaiki hubungan dengan ukhti yang bersilaturrahiim kepada dia, semoga hal itu bisa menyambung kembali hubungan baik antara ukhti dengan dia.

Demikian jawaban saya semoga bisa dipahami maksud jawabannya. Saya beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT jika ada khilaf.

Wallahu a’lamu bish shawab.


Mohon maaf bila ada kesalahan dan kekhilafan atau kesalahan ketik
Wabillahi taufiq wal hidayah
Wa Shubhanaka wabihamdika Asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka watubuu ilaihi
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahad, 18 Oktober 2009, pukul 08.30 – 09.00

NUR YULIANTO
Abu Fathan Ayyasy Al Ghozi

Tidak ada komentar:

Followers