Sabtu, 24 Oktober 2009

PUPUS ( CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN )

Ini hanya sebuah cerita . Sebut Saja nama JOY ! Dia bercerita kalau dia sedang kangen dengan seseorang. (aku tak mengerti apa yg kurasa , rindu yg tak pernak begitu hebat nya ) ' sambil nyanyi "

"nikmati saja rindu nya,Joy !" . "Kalau nanti sudah ketemu, kan sembuh
" lanjutku

"Tapi yang ini beda." Beda? Beda gimana?"

"Aku kangen dengan orang yang kusayangi, tapi nggak bisa kumiliki. Jadinya kan nggak ketemu (kangennya)."

"aku mencintai mu lebih dari yg kau tahu , meski kau takkan pernah tau "
sambil menyanyi lagi hehehe19

"Ya, sudah... dinikmati saja kangennya. Toh cinta itu membebaskan."

"Yah, emang enak 'makan cinta'?"

Memang ngomong lebih mudah daripada menjalaninya. Apa sih enaknnya sewaktu cinta bertepuk sebelah tangan atau bila kita tak bisa berharap terlalu banyak pada orang yang dicintai dan baru menyadari kalo " cinta kita bertepuk sebelah tangan , di buat nya remuk seluruh hati "

Kadang aku juga nggak habis pikir dengan satu kata yang nggak ada habisnya itu : CINTA. Rasanya setiap hari kata cinta itu berhamburan di mana saja. Mulai dari pembicaraan di meja makan, sampai saat akan meletakkan kepala di atas bantal. Dan kadang aku juga capek ketika merenung-renungkan arti cinta itu. Apa sih cinta itu? Terlalu banyak definisi tentang cinta. Mulai dari yang sederhana sampai yang njlimet dan membuat kening berkerut. Tetapi sepertinya permasalahan cinta hanya berlaku bagi pasangan muda-mudi. (Apa iya?)

Kupikir-pikir cinta itu berarti memberi hati. Dan, memberi hati itu nggak ngampang lho.! Karena memberi hati itu artinya memberi diri kita sendiri kepada orang yang kita cintai agar orang yang kita cintai menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih bahagia (dan memberi diri itu berarti mengikis habis ego diri sendiri), Dengan begitu, mencintai berarti membebaskan. Lalu kalau begitu, sebenarnya tidak ada masalah jika cinta kita ditolak, wong kita niatnya "memberi" dan membebaskan dia untuk menerimanya atau menolaknya, kan? Memang, mungkin penolakan itu diikuti sakit hati. Gimana nggak sakit hati kalau segala daya dan upaya yang kita kerahkan dicuekin? Tapi bukankah dengan ditolak kita sadar bahwa pemberian atau usaha yang kita kerahkan itu berpamrih? Dan dalam kamus cinta, pamrih itu tabu. Karena kalau kita berpamrih, kita hanya mencintai diri kita sendiri.

Maka, kupikir joy harus banyak belajar, bahwa jika kita mencintai tidak berarti harus balik dicintai. Dan tak ada salahnya jika kangen yang ia miliki tidak dibalas kangen oleh orang yang ia cintai.
"semoga waktu akan mengilhami sisi hati nya yg beku , semoga akan datang ke ajaiban hingga akhir nya dia pun mau "

Nb : Menikmati kangen yang tak berbalas itu memang lebih banyak sakit hatinya, tetapi dengan begitu kita juga dapat merasakan kecewanya ALLAH SWT karena kangen-Nya tidak kita balas.

SALAM CINTA 19 !!!

0 komentar:

Followers

Mbh