Sabtu, 24 Oktober 2009

AL, EL, DUL ADALAH SANG YAHUDI ?

Ahmad Dhani adalah sosok fenomenal bahkan sebagian orang menganggap dia adalah kontroversial. Sebagai seorang public figure, tingkah lakunya selalu mengundang berita. Maka tak heran bila para 'kuli tinta' memanfaatkan dia sebagai bahan yang 'enak' untuk di jadikan konsumsi pemberitaan.

Sebagian masyarakat menilai bahwa Ahmad Dhani adalah arogan, sombong bahkan mereka mempercayai bahwa dia adalah seorang Yahudi.

Anggapan masyarakat bahwa Dhani seorang yahudi diperkuat dengan kegemarannya menggunakan simbol2 yang mengarah ke 'yahudi'.

Dengan logika dan disiplin ilmu yang ada akan kita bedah seberapa yahudi kah AHMAD DHANI tersebut ?

Ahmad Dhani adalah seorang musisi besar Indonesia saat ini. Dia menciptakan banyak karya melalui lagu - lagu. Karyanya membuat hati menjadi larut, tersihir oleh keindahan lantunannya. Belum lagi lirik2nya yang penuh nilai2 cinta dan mistis religi.

Cinta memang menjadi nilai jual tinggi. Dan Dhani menangkap fenomena ini. Maka kebanyakan lagunya bertemakan cinta.

Sementara itu, kehidupan beragama Dhani yang tak jauh dari dunia tasawuf juga telah mempengaruhi karya2nya dimana banyak yang bertutur tentang makrifat atau pengenalan kepada TUHAN. Maka terpadulah dua sisi hidup bagi manusia yaitu MAKRIFAT - CINTA.

Ahmad Dhani juga seseorang yang mempunyai konsep jelas dalam hidupnya. Apa yang dia cintai, dia terapkan dalam hidupnya. Ini terbukti dari pemberian nama buat ketiga anak Dhani. Mereka adalah Al Ghazali, El Jalaluddin Rumi, Abdul Qadir Jaelani.

Ketiga nama tersebut adalah beberapa nama2 tokoh besar sufi Islam selain Rabi'ah Al-Adawiyyah, Husain Manshur Al-Hallaj, Ibn 'Arabi dan Syekh Siti Jenar.

Tentu saja bagi seorang Dhani tidak main2 untuk memberikan nama bagi ketiga putranya. Pasti mempunyai alasan tersendiri. Dan mari sejenak secara singkat kita mengenal siapa ketiga tokoh nama tersebut.

1. Abu Hamid Al - Ghazali

Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad at-Thusi al-Ghazali. Beliau lahir pada tahun 450 H / 1058 M Di kota Thus Iran. Beliau bergelar Muhyi ad-din ( penghidup agama ).

Sekitar usia 15 tahun, al Ghazali mulai mengembara dari daerah satu kedaerah yang lain untuk belajar pada guru2 yang mumpuni. Selama pengembaraan beliau bertemu banyak tokoh dan cendekiawan untuk berdiskusi.

Al Ghazali terkenal dengan kecerdasannya sehingga dia dimohon menjadi imam di kota muaskar, Khurasan. Disana dia mengajar mahasiswa. Dan karena kecerdasannya, dia diangkat sebagai guru besar di universitas Nizamiyah, Baghdad.

Perjalanan spiritualnya dimulai ketika dia jatuh sakit. Segala pujian dia terima sehingga lupa diri. Dan untuk sembuh dia meninggalkan semuanya. Hingga akhirnya dia mendapatkan pencerahan ruhani. Karya fenomenal beliau adalah IHYA' ULUM AD-DIN ( Hidupnya ilmu2 agama ). Berbagai persoalan syariat dan tasawuf dikupas secara jelas. Beliau menjadi jembatan antara tasawuf dan syariat.

Persamaan Ahmad Dhani dan Al Ghazali adalah pembahasan tasawuf dengan bahasa umum yang mudah diterima awam khususnya anak muda. Dibalut dengan nuansa romantisme hingga nuansa tasawuf jadi samar. Ini adalah bentuk dakwah dari Dhani. :-)

2. JALALUDDIN RUMI

Para sufi mengekspresikan rasa cinta dan rindu pada NYA dengan berbagai macam cara. Mereka merasa bahagia dan merasa 'melebur' dengan TUHAN.

Demikian pula dengan Rumi. Beliau adalah sufi yang sangat pandai menyusun kata dan menyenandungkan syair. Mungkin beliau adalah penguntai syair terindah di antara sufi yang lain. Maka tak heran Dhani banyak mengambil syair2nya sebagai lirik lagu.

Untuk kita ketahui, Jalaluddin Rumi ( Sang pendiri Tarekat ' para darwis yang menari ' ) lahir di Balkh, kota kecil di Afghanistan pada tanggal 30 september 1207.

Kegemarannya akan syair sangat mempengaruhi jalan kesufiaannya. Gayanya yang spontan dalam membuat syair di catat oleh murid2nya dan kemudian dikumpulkan menjadi bentuk manuskrip. Kemudian beliau mengembangkan ritual tarian sufi yang terkenal dengan tarian darwis.

3. ABDUL QADIR AL JAELANI

Tokoh sufi ini dikenal dengan sebutan SULTAN AL-AULIYA' ( Sultannya para wali ). Di kalangan tasawuf. Beliau dianggap sebagai walinya para wali.

Syekh Abdul Qadir Al Jaelani lahir pada tahun 470 H / 1077 M di daerah yang bernama Al-Jil, Iran. Dan beliau wafat pada usia 91 tahun dan di makamkan di Baghdad, Irak.

Dikisahkan dari berbagai sumber yang pernah saya baca, beliau memiliki kecerdasan di atas rata2. Selain itu, beliau dikenal tekun beribadah, melakukan RIYADHAH ( latihan ruhani ), serta memiliki ketajaman batin. Wibawanya sangat besar, hingga masyarakat banyak yang datang berguru kepada beliau atau sekedar ingin mendengar petuah2nya.

Kharismanya luar biasa. Maka setelah meninggal, sebagian muridnya mendirikan thariqat ( metode dalam menapak jalan tasawuf ) yang di beri nama TAREKAT QADIRIYAH.

Dari berbagai macam sumber inilah, akhirnya kita semua bersama bisa mengambil kesimpulan masing2. Apakah yang terjadi selama ini tentang anggapan bahwa AHMAD DHANI sebagai seorang yahudi adalah benar adanya ?

Semoga ini bisa dibuat pencerahan untuk meluruskan mana yang benar dan tidak benar untuk menjauhi dari sifat berburuk sangka. :-)

3 komentar:

ahmad aljunaid mengatakan...

ahmad dhani adalah salah satu dari sedikit orang yang yang memiliki kelebihan langsung dari sang maha cinta. beliau adalah palsu tapi asli.

ahmad aljunaid mengatakan...

ahmad dani adalah inspirasi yang sangat berpengaruh bagi saya

Anang Wahyudi mengatakan...

Saya juga penggemar ahmad dhani. Syair syair lagunya bisa dibuat referensi untuk memancing jiwa tasawuf kepada yang lain.

Followers

Mbh