Sabtu, 24 Oktober 2009

" KEUTAMAAN SHAF PERTAMA DALAM SHALAT "

SHOLAT DI SHAF DEPAN YUUK!

Shaf terdepan saat sholat berjama'ah di Masjid? Why Not?

Keutamaan ini hanya barlaku bagi kaum laki-laki aja lho.. (yaiyalah...)

Namun, sering kita saksikan, sebagian masyarakat belum mengetauhi keutamaan ini, kadang ketika ada shaf yang masih kosong di depan, eh malah mempersilahkan jama'ah lain di sampingnya untuk mengisi shaf kosong di depan tadi. Rugi deh...

Padahal Allah memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, kalau mempersilahkan orang lain menduduki shaf termulia, ini sama saja mengalah. Dan ini kurang tepat, itsar atau mendahulukan orang lain sih bagus sekali, tapi itsar berlaku untuk hal-hal bersifat mu'ammalah, bukan ibadah seperti sholat ini.

Kembali ke permasalahan shaf terdepan, ini semua berdasarkan sebuah hadits :
Dari Abu Huroiroh Rodhiallahu 'anhu, Rosulullah Shollallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Andaikan orang-orang mengetahui pahala dalam adzan dan shaf pertama, kemudian untuk mendapatkan itu harus berundi, pasti mereka akan berundi, dan andaikan mereka mengetahui pahala datang lebih dahulu untuk sholat berjama'ah, pasti mereka akan berlomba (untuk mendapatkannya), dan andaikan mereka mengetahui pahala (dalam) shalat 'Isya' dan Shubuh (berjama'ah di masjid) pasti mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangka-rangkak."
(H.R. Muttafaqun 'Alaih)

Subhanallah, seperti itulah Rosulullah menerangkan keutamaan shaff terdepan. Sehingga patut bagi kita untuk mengamalkan apa yang telah sampaikan Rosulullah mengenai hal tersebut. Janganlah kecewa bila tidak mendapatkan shaf terdepan tersebut. Hendaklah kita mencari shaf terdekat dengan imam, yang insya Allah bisa mempengaruhi kekhusyu'an kita saat sholat.

Apa saja keutamaan shaf terdepan?
1. Shaff-shaff pertama seperti shaffnya Malaikat
Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

“Sesungguhnya shaf pertama seperti shaffnya Malaikat. Seandainya kalian mengetahui keutamaannya, niscaya kalian berlomba-lomba kepadanya.” (HR.Abu Dawud, Ahmad)

Syaikh Ahmad Abdurrahman al Banna berkata ketika menjelaskan sabdaya:”Seperti shaff Malaikat” “Yakni dalam hal kedekatan kepada Allah Ta’ala, turunnya rahmat, kesempurnaan, dan kelurusannya.” (Buluughul Amaani min Asraaril Fat-h ar Rabbani V/171)

2. Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada shaff-shaff terdepan
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad dari Abu Umamah radhiallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada shaff pertama. “ Mereka (para sahabat) berkata,”Wahai Rasulullah, dan juga kepada shaff kedua?” Beliau menjawab,” Sesunguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada shaff pertama.” Mereka berkata,” Wahai Rasulullah, dan juga kepada shaff kedua?” Beliau menjawab,” Dan kepada shaff kedua.” (HR. Ahmad, di hasankan oleh Syaikh al Albani)

Makna shalawat Allah atas mereka-sebagaimana dikatakan oleh Imam ar Raghib al Ashfahani-bahwasanya Allah menyucikan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan shalawat Malaikat-sebagaimana dinyatakan oleh Imam al Ashfahani- adalah do’a dan istighfar. (Al-Mufradaat fii Ghariibil Qur’an, topic ash shalah, hal 285)

Allahu Akbar! Betapa bahagianya orang yang berada di shaff terdepan dalam shalat berjama’ah lalu Allah menyucikannya dan para Malaikat mendo’akan serta memohonkan ampunan untuknya! Ya Allah! Masukkanlah kami ke dalam golongan mereka.

3. Nabi yang mulia Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bershalawat (memohonkan ampun) kepada shaff pertama dan kedua

Imam an Nasa-i meriwayatkan dari al ‘Irbadh bin Sariyah radhiallahu anhu, dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:

“Bahwa beliau bershalawat kepada shaff pertama sebanyak tiga kali dan kepada shaff kedua satu kali.” (HR. an Nasa-i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Makna bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bershalawat sebanyak tiga kali-sebagaimana dikatakan oleh al ‘Allamah as Sindi- bahwa beliau mendo’akan mereka agar mendapatkan rahmat dan memohonkan ampunan untuk mereka sebanyak tiga kali. (Lihat Haasyiyah al Imam as Sindi II/93)

Betapa bahagianya orang yang dido’akan dan dimohonkan ampunan oleh kekasih Rabb semesta alam dan manusia pertama dan terakhir yang paling mulia bagi-Nya. Shalawat dan salam senantiasa terlimpah atasnya.


G. Keutamaan Shaff-Shaff Sebelah Kanan

Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anha, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada shaff-shaff sebelah kanan.” (HR. Adu Dawud dan Ibnu Majah, hadits ini di hasankan oleh al Mundziri dan Ibnu Hajar)
Para sahabat radhiallahu anhum senang berada disebelah kanan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ketika shalat di belakang beliau. Imam Abu Dawud meriwayatkan dari al-Barra’ radhiallahu anhu, ia mengatakan:

“Jika kami shalat di belakang Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, maka kami senang (jika) berada disebelah kanan beliau, lalu beliau menghadapkan wajahnya kepada kami.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh Syaikh al Albani)

Al ‘Allamah Muhammad Syamsul Haqq memberikan ta’liq (komentar) atas penuturan al Barra’ radhiallahu anhu,”Karena shaff bagian kanan lebih utama dank arena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menghadapkan wajahnya kepada kami ketika salam pertama sebelum menghadap orang yang berada di sebelah kirinya.” (‘Aunul Ma’buud II/322-323)

Ckckck Subhanallah siapa yang tak mau coba dengan semua keutamaan dan pahala yang besar di shaf terdepan? Ayo raihlah terus shaf terdepan saudaraku! Raihlah keutamaannya.

Artikel ini ditulis oleh Ustadz Muhammad Rizqon.

Tidak ada komentar:

Followers