Sabtu, 24 Oktober 2009

BAGAIMANAKAH SIKAP KITA THD BAPAK YG BERBUAT DZALIIM ?

RUBRIK TANYA JAWAB SEPUTAR ISLAM
BAGAIMANAKAH SIKAP KITA THD BAPAK YG BERBUAT DZALIIM ?

PERTANYAAN DARI UKHTI HABIBI QOLBI FIBRIANTINI

Assalamu'alaikum. . . Ustadz mau nanya,orang yg rindu dan dirindu surga,salah satunya adalah seseorang yg berbuat baik kepada ibu bapaknya,karena ibu telah mengandung,melahirkan,dan merawat kita,dan bapak yg berjuang mati matian menafkahi kita.

pertanyaannya,bagaimana kalau sang bapak tidak demikian adanya?bahkan menelantarkan anaknya dan mendhzolimi istrinya.salahkah anak tersebut menyisakan rasa kesal terhadap bapaknya atas tingkah lakunya tetapi masih memperlakukannya dengan baik,hanya saja tidak saling bertegur sapa,karena sang bapak pun demikian,tak pernah menegur.afwan pertanyaannya panjang pak,terima kasih. . . Sy berharap pak ustad sudi membalasnya

JAWABAN KAMI INSYAA ALLAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

B i s m i l l a h i r r a h m a a n i r r a h i i m,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala pujian kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah atas junjungan kita Rasulullah SAW, beserta keluarganya, para shahabatnya dan orang2 yang istiqomah dijalan-Nya.

Ukhti Habibi yang dirakhmati Allah SWT, Berbhakti kepada orangtua memang merupakan ketaatan kepada Allah SWT, namun perlu dipahami bahwa tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah SWT, Artinya kalau orangtua menyuruh kita berbuat dzaliim, maka kalau kita tidak mau / tdk menurutinya, maka hal itu tidak termasuk DURHAKA kepada orang tua, justeru jika kita taat kepada orangtua utk bermaksiat, kita telah DURHAKA kepada Allah SWT.

Pemahaman saya bahwa ketaatan kepada orang tua hukumnya wajib, akan tetapi ketaatan kepada orang tua dibawah ketaatan kepada Allah apabila orang tua menyuruh untuk tidak taat kepada Allah maka tidak wajib ditaati.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik( QS Al Luqman ; ayat 15 ) .

Kemudian mengenai seorang bapak yang dhalim merupakan suatu bentuk ujian yang diberikan oleh Allah kepada istri dan anak yang sholeh dan bentuk cobaan setiap orang berbeda-beda. Kesabaran yang dimiliki oleh mereka berdua bisa jadi pahalanya mengalahkan pahala-pahala ibadah-ibadah yang lain seperti dalam alqur'an sesungguhnya Allah memberikan pahala kesabaran tanpa ada batasnya. kita tidak bisa membalas kedhaliman dengan kedhaliman bahkan ada seorang salaf yang berdo'a sangat indah sekali :

" Ya Allah jadikanlah saya orang yang didhalimi daripada yang mendhalimi"

Kami hanya bisa menyarankan untuk bersabar dan tentusaja bapak tadi menjadi ladang da'wah bagi anak dan isteri dengan da'wah bil hikmah mwa mau'idhatil hasanah, karena seorang bapak tadi melakukan kesalahan tidak bisa mengemban amanah dari Allah.

Nah Ukhti Habibi, kesimpulannya adalah sebagai seorang anak tetaplah berbhakti sebatas yang diperlukan untuk menunjukan ukhti sebagai anak yang shalihah / berbhakti, tegurlah dengan kasih sayang, sekedar pamit dan mengucapkan salam ketika mau pergi atau sebaliknya, membuatkan minuman ketika bapak sedang istirahat, barangkali dengan sikap – sikap bhakti anak yg shalihah itu, hati bapak justeru tersentuh.Sedangkan perbuatan dzaliim bapak tentunya harus diingatkan dengan cara yang ma’ruf ( karena kasih sayang / bukan krn emosi ) maka perbanyaklah do’a dimalam hari, agar Allah SWT melunakan hati bapak, agar mau bertaubat dan berubah menjadi seorang bapak yang shalih yang bertanggung jawab kpd keluarganya.

Wallahu a’lamu bish shawab.

Tidak ada komentar:

Followers