Rabu, 21 Oktober 2009

PEREMPUAN PALING CANTIK DI NEGERIKU INDONESIA

Merah darahku bulat tekadku,
Setelah aku tatap wajahmu
Berkobar seluruh jiwa dan ragaku,
Untuk perjuangan cinta yang kuyakini

Putih tulangku semangat cintaku,
Setelah aku raba tanganmu
Rasakan kulitmu yang selembut salju,
Serantak bergelora darah mudaku

Kamu adalah perempuan paling cantik,
Di negeriku Indonesia
Kamulah yang nomor satu
Aku tak akan bisa sukai lagi,
Perempuan yang lainnya

Revolusi cinta matiku,
Telah bergema ke seluruh negeri
Ini adalah tonggak sejarah hidupku,
Saat ku yakin kamu adalah takdirku
Dengan tegasnya kunyatakan,
Kamulah akhir perjuanganku
Gugurlah cinta cinta yang sudah sudah
Kemerdekaan aku kamu yang kutunggu





Diatas adalah salah satu lirik lagu yang berjudul PEREMPUAN PALING CANTIK DI NEGERIKU INDONESIA yang diciptakan oleh Ahmad Dhani.

Mungkin sekilas lirik tersebut tampak biasa. Orang memaknainya sebagai percintaan antar manusia, sepasang kekasih. Maka tak salah ketika lagu ini muncul, para infotainmen berlomba – lomba mencari berita bahwa lagu ini penggambaran dari cinta Dhani pada sosok wanita.
Tapi kita perhatikan lagi pada penggalan lirik berikut :

“ Kamu adalah perempuan paling cantik,
Di negeriku Indonesia
Kamulah yang nomor satu
Aku tak akan bisa sukai lagi,
Perempuan yang lainnya “

Lirik tersebut adalah sebuah gambaran seseorang yang mencintai ibu pertiwi yang dengen intuisi seorang seniman digambarkan melalui kata perempuan..

Kemudian perhatikan lirik berikut ini :

“Revolusi cinta matiku,
Telah bergema ke seluruh negeri
Ini adalah tonggak sejarah hidupku,
Saat ku yakin kamu adalah takdirku
Dengan tegasnya kunyatakan,
Kamulah akhir perjuanganku
Gugurlah cinta cinta yang sudah sudah
Kemerdekaan aku kamu yang kutunggu “

Disini seseorang yang telah mencintai ibu pertiwinya atau negaranya, mempunyai “jihad” dalam dirinya untuk mencintai Negara, rasa nasionalisme yang tinggi.

ALLAH menciptakan manusia sebagai Khalifah dimuka bumi ini..untuk itu ALLAH memberikan wewenang atau kuasa kepada kita hampir sama dengan sifat-sifat ALLAH yang memelihara dan menjaga bumi ini..
Ada sebuah kutipan hadis cukup populer di kalangan umat Islam. Ia sering dilafalkan dalam mimbar-mimbar pengajian. Yaitu “HUBBUL wathan minal iman “ yang artinya cinta negara sebagian dari iman. Dan inilah dasar lirik lagu tersebut.

Namun sejauh mana implementasinya dalam perbuatan? Hanya dijalankan oleh sebagian umat yang memahami benar masalah ini. Cinta kepada negara atau pemimpin, punya nilai yang nyaris setara dengan cinta kepada Allah dan Rasul. Terbukti dalam Alquran disebutkan ''Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul, dan taatlah kepada ulil amri (pemimpin).''

cinta kepada negara bisa dianalogikan dengan cinta anak muda kepada kekasihnya. Hal itu senantiasa diawali dengan taaruf atau saling pengertian. Setelah itu, menginjak tahap taawun atau saling tolong-menolong.
''Kalau sudah saling mengerti, sepasang kekasih akan saling menolong tanpa pamrih. Dalam konteks hidup bernegara, pemerintah yang mengerti kondisi rakyat akan memberikan program terbaik untuk mereka,''
Baru setelah dua hal itu terpenuhi, tahap lanjutan dari hubungan cinta itu adalah pengorbanan. Rakyat bekerja keras untuk negara dan pemimpin. Begitu juga sebaliknya.

Meski demikian, cinta kepada negara atau pemimpin tak bisa dilakukan secara membabi buta. Rakyat tidak harus patuh terhadap pemimpin yang punya sifat zalim. Sebab selain tak selaras dengan ajaran Tuhan, pemimpin semacam itu kerap menyengsarakan rakyat. Dalam hal ini, rakyat harus selalu kritis terhadap pemimpinnya.

pemerintah tidak selalu harus mengikut suara terbanyak dalam pengambilan kebijakan. Perang Uhud menjadi bukti akan tesis tersebut.

Saat itu, pasukan Islam yang dipimpin langsung Rasulullah telah mencapai kemenangan. Lantaran tergoda oleh harta rampasan perang, mereka bersepakat meninggalkan basis pertahanan, Jabal Uhud. Padahal sebagai pemimpin, Rasulullah selalu mengingatkan pasukannya untuk tetap bertahan dan tidak tergoda oleh harta-benda yang melenakan.

Benar saja, saat mereka asyik melakukan penjarahan, sisa pasukan kafir Qurays mengambil alih puncak Jabal Uhud. Karena itu, dengan mudah mereka membalikkan keadaan. Pasukan Islam akhirnya kalah. (Rukardi-46m)

Dan bisa dikatakan Cinta Negara Nyaris Setara Cinta kepada Allah


Catatan pagi ini adalah membedah sebuah karya cipta yang penuh dengan cinta. sebuah cinta terhadap negara. :-)

SALAM CINTA

Tidak ada komentar:

Followers