Rabu, 21 Oktober 2009

PARA NABI DLM BIBEL-PL TIDAK PERNAH MENYEMBAH TUHAN YG TRINITAS

Assalamualaikum wrwb,


Ananda sekalian, ini adalah tulisan dari Monginsidi Ahlulhaq di Forum Diskusi. . Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menambah wacana kita ttg kristologi.

http://www.facebook.com/topic.php?uid=92410371260&topic=11562

APA YANG ALKITAB KATAKAN TENTANG JESUS ?
BAGIAN PERTAMA

ditulis oleh Monginsidi Ahlulhaq

Para Nabi dan Tokoh serta umat Perjanjian Lama tidak pernah menyembah TUHAN YANG BERUNSUR TRINITAS ATAU TRITUNGGAL DAN MEREKA SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGENAL ISTILAH KETUHANAN JESUS.

Jika para nabi dan rasul serta para orang saleh yang dikisahkan oleh Alkitab tidak pernah beriman kepada Ketuhanan Jesus dan hanya mengakui Allahlah satu – satunya Tuhan Yang Maha Esa, maka apakah pantas kita mengikuti suatu pengajaran yang bertentangan dengan apa yang diajarkan Allah kepada para nabi dan orang saleh dalam perjanjian lama tersebut??? Bukankah Jesus Kristus sendiri juga menyatakan bahwa :
”Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datanguntuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”(Matius 5 : 17)
”Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah – perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi didalam Kerajaan Sorga” (Matius 5 : 19)

Menurut keyakinan Kristen bahwa Kedatangan dan Perjalanan Kehidupan Jesus Kristus di dunia ini sudah dinubuatkan (diramalkan) oleh Para Nabi Perjanjian Lama. Jika kita baca dan selidiki seluruh Nubuat Para Nabi didalam Perjanjian Lama tersebut ternyata sama sekali tidak pernah ada satupun Nubuat bahwa Jesus AKAN MENJADI TUHAN dan MENJADI OKNUM DARI TRINITAS ATAU TRITUNGGAL, faktanya sbb :

APA YANG ALKITAB KATAKAN TENTANG JESUS ?
BAGIAN PERTAMA

Jesus Kristus bagi mayoritas umat Kristiani pada zaman modern saat ini diyakini dan dipercaya sebagai Allah yang telah menjelma menjadi manusia. Hampir seluruh sekte Kristen yang ada didunia meyakini hal tersebut, kecuali beberapa aliran Kristen saja yang menolak hal tersebut. Sudah ratusan tahun seakan telah melekat dibenak setiap orang bahwa apa yang diyakini oleh umat Kristiani adalah memang sama dengan apa yang tertulis didalam Al-Kitab itu sendiri. Termasuk mengenai keyakinan tentang Ketuhanan Jesus, banyak orang yang berpikir bahkan seakan menjadi pendapat umum bahwa keyakinan umat Kristiani tersebut adalah 100 % dianggap sama dengan apa yang Alkitab katakan tentang Jesus kristus.
Kita perlu mengkaji hal ini dengan seksama dan untuk mendapatkan kebenaran tentang hal ini ada satu pertanyaan kunci yang harus kita jawab, yakni BENARKAH ALKITAB MENYATAKAN JESUS ADALAH TUHAN ATAU ALLAH YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA???
Untuk menjawab pertanyaan ini maka yang lebih pantas dan paling berkompeten menjawabnya adalah Alkitab itu sendiri, kita harus dengarkan fakta dan bukti tentang APA YANG ALKITAB KATAKAN TENTANG JESUS KRISTUS. Penulis ingin mengajak saudaraku menelusuri ayat – ayat Al-Kitab mengenai apa yang Alkitab katakan tentang Jesus Kristus tersebut, oleh karena itu untuk lebih memahami hal ini kita perlu mempertimbangkan fakta – fakta berikut ini :

FAKTA PERTAMA :
PENCIPTAAN ALAM SEMESETA BESERTA ISINYA MEMBUKTIKAN BAHWA HANYA ALLAH SAJA YANG PANTAS DISEBUT SEBAGAI TUHAN
Penciptaan Alam semesta beserta segala isinya sebagaimana dikisahkan Kejadian Pasal 1, dengan jelas membuktikan kepada kita bahwa hanya Allah saja yang pantas disapa dan diyakini sebagai Tuhan. Kalimat pada Kitab Kejadian 1 : 2 yang berbunyi : ”Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya” adalah membuktikan pada masa itu tidak ada satupun makhluk yang hidup, semuanya belum ada, tentunya termasuk pula Jesus Kristus, pasti belum ada, pada masa itu yang ada HANYA ALLAH SAJA. Kenyataan ini jelas sejalan dengan Pernyataan Allah yang menyatakan : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian”. Menyatakan Jesus adalah Tuhan dan menyakini Ketuhanan Jesus jelas bertentangan dengan realita yang dijelaskan oleh Kitab Kejadian Pasal 1 dan bertentangan pula dengan pernyataan Allah sendiri.

FAKTA KEDUA :
NABI – NABI & ORANG SALEH DALAM PERJANJIAN LAMA HANYA MENGENAL ALLAH SEBAGAI TUHAN YANG MAHA ESA, MEREKA TIDAK MENGENAL JESUS :
1. ADAM DAN HAWA BESERTA ANAK – ANAKNYA HANYA MENGENAL ALLAH SAJA SEBAGAI TUHAN MEREKA.
Ketika Adam pertama kali mendapatkan napas kehidupan, ia tinggal di disebuah taman yang memang khusus disediakan Allah untuk dirinya. Adam hidup ”berdampingan” dengan Allah dan sangat dekat sekali dengan Allah. Dalam kehidupannya sudah sangat jelas sekali terbukti bahwa dalam pikiran dan benak Adam sudah pasti tidak pernah terlintas ada Tuhan selain Allah, dan juga sudah dapat kita yakini pasti bagi Adam tidak mungkin ada Tuhan selain Allah. Dan dalam catatan Perjanjian Lama sendiri Adam sama sekali tidak pernah dikisahkan pernah mengenal ada Tuhan yang bernama Jesus, atau ada tuhan yang Tritunggal yang terdiri dari Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Demikian pula anak cucu Adam sudah pasti hanya mengenal Allah sebagai satu – satunya Tuhan dan mereka pasti tidak pernah mengenal ada Tuhan yang bernama Jesus.

2. NUH HANYA MENGABDI PADA ALLAH BUKAN PADA JESUS :
Sebagai seorang Nabi pilihan Allah, dalam Alkitab kita membaca bahwa Nuh adalah seorang yang sangat patuh pada perintah Allah, bahkan diperintah membuat perahu yang diperintahkan kepadanya beliau laksanakan hingga selesai sesuai dengan petunjuk Allah.(Baca Kitab Kejadian 6 : 13 -22). Ketika terjadi banjir besar Nuh yang patuh pada perintah Allah selamat dari banjir tersebut, dan sebagai rasa syukur atas rahmat Allah tersebut Nuh mendirikan mezbah bagi Allah. beliau menyampaikan persembahan kepada Allah sebagai suatu pengabdian. (Kitab Kejadian 8 : 20 – 21) Tidak ada cacatan secuilpun bahwa Nuh pernah menyampaikan persembahan kepada Jesus sebagai Tuhan. Sama seperti Adam bapak leluhurnya Nuh hanya mengenal Allah sebagai Tuhan.

3. ABRAHAM DAN KETURUNANNYA TIDAK PERNAH MENGENAL JESUS SEBAGAI TUHAN, BELIAU HANYA MENGENAL ALLAH SEBAGAI TUHAN YANG PANTAS DISEMBAH, TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN:

Abraham dalam Alkitab adalah sama dengan Ibrahim dalam Al-Quran. Beliau adalah Nabi Allah yang besar dan mempunyai keturunan yang amat banyak. Beliau sangat dekat dengan Allah dan patuh dengan segala yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia hidup tiada bercela disisi Allah, oleh karena itu tidaklah mungkin ia akan menyembah sesuatu selain Allah, Dari catatan Alkitab sendiri tidak secuil ayatpun ada mengisahkan bahwa Abraham meyakini kepercayaan akan Ketuhanan Jesus. Hal ini sangat mustahil. Abraham adalah seorang Nabi besar yang sangat mengenal Allah. Saking dekatnya Abraham dengan Allah sehingga Allah mengikat suatu perjanjian dengan dirinya beserta keturunannya.(Kejadian 17 : 1 -14)

4. MELKISEDEK IMAM ALLAH YANG MAHA TINGGI HANYA MENGENAL ALLAH SEBAGAI TUHAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI :

Melkisedek, raja Salem seorang Imam Allah Yang Maha Tinggi hanya mengenal Allah sebagai Tuhan, beliau sama sekali tidak memberkati Abram atas nama Jesus akan tetapi beliau memberkati Abram atas nama Allah Yang Maha Tinggi, Pencipta Langit dan Bumi : (Kejadian 14 : 18 - 20 )

5. LUTH NABI YANG MENYAKSIKAN SENDIRI MURKA ALLAH ATAS SODOM DAN GOMORA, PASTI MENYAKINI HANYA ALLAH LAH TUHAN SATU – SATUNYA :

Nabi Luth adalah Nabi yang hidup dilingkungan kaum yang gemar melakukan maksiat yang mungkin sangat tidak lazim, yakni praktek homosex. Kaum Luth dimusnakan Allah dan Luth sebagai seorang nabi yang setia pada Allah diselamatkan Allah. Sudah pasti Luth yang saat itu menyaksikan sendiri bagaimana kehancuran kota Sodom dan Gomorah pasti yakin akan kebesaran Allah dan tidak mungkin baginya akan menyakini ada Tuhan selain Allah.

6. YAKUB HANYA MENYAKINI ALLAH SEBAGI TUHAN :
Seperti para leluhurnya, Yakub juga hanya percaya kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia tidak pernah mengenal ada istilah Ketuhanan Jesus. Ia hanya mengenal Allah mengenal Allah Ayahnya, Allah Abraham dan Allah yang disegani oleh Ishak. (Kejadian 31 : 42) Yakub sangat patuh pada Allah dan ia mengabdi kan dirinya pada Allah hingga ia mendirikan mezbah khusus untuk Allah. (Kejadian 33 : 20)

7. ALLAH MEMPERKENALKAN DIRINYA KEPADA MUSA :
Musa adalah nabi besar dan tokoh yang sangat dihormati oleh bangsa Israel, bahkan yang memperkenalkan hukum Taurat kepada bangsa Israel. Dari catatan Alkitab mengenai kehidupan Musa kita tidak menemukan secuilpun data yang mengisyaratkan bahwa Musa pernah meyakini atau mengajarkan kepada kaumnya tentang Ketuhanan Jesus. Bahkan justru sebaliknya catatan Alkitab menulis bahwa Allah sendiri memperkenalkan dirinya kepada Musa bahwa ialah Tuhan yang sesungguhnya .”Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.” (Keluaran 3 : 6)Oleh karena itulah semasa hidupnya Musa selalu mengajarkan kepada para pengikut atau kaumnya bahwa Allahlah satu – satunya Tuhan baik yang ada di bumi maupu yang ada dilangit. Dan sama sekali tidak ada catatan sedikitpun yang menyatakan bahwa Musa pernah mengajarkan keyakinan bahwa jesus adalah Tuhan atau mengajarkan tentang Ketuhanan Jesus. (baca : Ulangan 4 : 39 ; Ulangan 6 : 4 baca juga Ulangan 32 : 39 dan Keluaran 20 : 1 - 3) Bahkan jika nubuat Musa tentang kedatangan seorang nabi setelah dirinya diyakini sebagai nubuat untuk Jesus, maka disitu justru semakin jelas tergambar bahwa bagi Musa Jesus bukanlah Tuhan tetapi tak lebih hanya seorang yang diutus Allah semata , sebab Nabi yang dinubuatkan oleh Musa itu memiliki ciri – ciri sbb : 1.Sama seperti Musa, yakni sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan; 2.Allah menaruh firman-Nya didalam mulutnya; jadi bukan yang berfirman.; 3.Ia akan tunduk akan segala perintah Allah. Yang tunduk pada perintah Allah sudah pasti bukan Allah. Tiga ciri utama ini sama sekali tidak sedikitpun menggambarkan bahwa utusan tersebut dapat disebut sebagai Tuhan. (silakann baca : Ulangan 18 : 18 – 19)

8. NABI DAUD DAN NABI SULAIMAN TIDAK PERNAH MENGENAI JESUS SEBAGAI TUHAN BELIAU MEYAKINI HANYA ALLAH SEBAGAI TUHAN:

Nabi Daud dan Nabi Sulaiman adalah dua orang tokoh besar bangsa Israel, sama seperti para Nabi lainnya beliau berdua juga hanya mengenal Allah sebagai Tuhan, dan sama sekali tidak pernah terbesit sedikitpun didalam pikiran mereka bahwa Jesus adalah Tuhan atau selama hidup mereka mereka sama sekali tidak pernah mengenal istilah Ketuhanan Jesus.(baca :Mazmur 86 : 8 – 10 baca juga 2 Samuel 7 : 22 ‘; 1 Raja – Raja 8: 22 – 23)

9. YESAYA DAN YEREMIA JUGA HANYA MENGAKUI ALLAH SEBAGAI TUHAN, MEREKA JUGA TIDAK PERNAH MENGENAL AJARAN TENTANG KETUHANAN JESUS:
Yesaya dan Yeremia adalah dua orang tokoh yang hidup pada masa Perjanjian Lama. Beliau berdua adalah penulis bagian dari Alkitab. Beliau berdua juga sama seperti Para Nabi lainnya hanya percaya Allah sebagai Tuhan dan dalam kehidupan mereka sama sekali tidak pernah mengenal ajaran Ketuhanan Jesus. (Yesaya 44 : 6 baca juga Yesaya 45 : 5 – 7 dan 46 : 9 dan Yeremia 32 : 17-19)

Demikianlah beberapa contoh para Nabi dan orang – orang saleh yang hidup pada masa Perjanjian Lama yang jelas kita saksikan bahwa mereka sama sekali tidak pernah mengenal ajaran mengenai Ketuhanan jesus, bagi mereka hanya Allahlah Tuhan yang sesungguhnya tidak ada yang lalinnya.Dengan demikian, jelas bahwa keyakinan akan Ketuhanan Jesus adalah berlawanan dengan ajaran dan pengajaran Allah kepada para Nabi dan rasul serta para tokoh dan umat Perjanjian Lama. Para Nabi dan Tokoh serta umat Perjanjian Lama tidak pernah menyembah TUHAN YANG BERUNSUR TRINITAS ATAU TRITUNGGAL DAN MEREKA SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGENAL ISTILAH KETUHANAN JESUS.
Jika para nabi dan rasul serta para orang saleh yang dikisahkan oleh Alkitab tidak pernah beriman kepada Ketuhanan Jesus dan hanya mengakui Allahlah satu – satunya Tuhan Yang Maha Esa, maka apakah pantas kita mengikuti suatu pengajaran yang bertentangan dengan apa yang diajarkan Allah kepada para nabi dan orang saleh dalam perjanjian lama tersebut??? Bukankah Jesus Kristus sendiri juga menyatakan bahwa :
”Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datanguntuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”(Matius 5 : 17)
”Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah – perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi didalam Kerajaan Sorga” (Matius 5 : 19)
Dari apa yang terungkap didalam Alkitab mengenai keimanan para nabi dan Rasul serta para orang saleh didalam Perjanjian Lama tersebut, maka: Apa yang dapat kita ajarkan pada diri kita masing – masing? Kesalahan apakah yang dapat kita nyatakan? Kelakuan apa yang dapat kita perbaiki? Pendidikan dalam kebenaran apa yang bisa kita raih? Camkan dan renungkanlah!

FAKTA KETIGA :
NUBUAT PARA NABI PERJANJIAN LAMA TIDAK PERNAH MENYATAKAN JESUS SEBAGAI TUHAN SELAIN ALLAH.
Menurut keyakinan Kristen bahwa Kedatangan dan Perjalanan Kehidupan Jesus Kristus di dunia ini sudah dinubuatkan (diramalkan) oleh Para Nabi Perjanjian Lama. Jika kita baca dan selidiki seluruh Nubuat Para Nabi didalam Perjanjian Lama tersebut ternyata sama sekali tidak pernah ada satupun Nubuat bahwa Jesus AKAN MENJADI TUHAN dan MENJADI OKNUM DARI TRINITAS ATAU TRITUNGGAL, faktanya sbb :
1. Nubuat Nabi Musa dalam Ulangan 18 : 18 – 19 yang oleh orang Kristen dianggap sebagai nubuat tentang kedatangan Jesus Kristus, sama sekali tidak menggambarkan tentang kedatangan seorang manusia yang akan menjadi Tuhan, justru Nabi Musa hanya menubuatkan akan datang seorang utusan Tuhan yang sama dengan diri-Nya, JADI BUKAN SAMA DENGAN TUHAN ATAU AKAN MENJADI TUHAN.
2. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Jesus akan dilahirkan oleh seorang perempuan muda sebagai seorang anak laki – laki bukan sebagai Tuhan (Baca : Yesaya 7 : 4 baca juga Nubuat Daniel 8 : 15 )
3. jesus dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sebagai seorang Hamba Allah, bukan sebagai Tuhan ( Yesaya 42 : 1 )
4. Nabi Zakaria menubuatkan Jesus akan datang memasuki Yerusalem dengan mengendarai keledai (Zakaria 9 : 9 ; Matius 21 : 1 – 9) Jadi sama sekali tidak tergambar Jesus sebagai Tuhan, bukankah mustahil Tuhan menunggangi keledai ?
5. Jesus Kristus dinubuatkan sebagai seorang manusia Keturunan Perempuan (Hawa) yang akan meremukkan Iblis dan keturunannya (Baca kejadian 3 : 15 ) Apakah tuhan mempunyai garis keturunan ? Dan ingat Hawa yang dimaksud adalah istri adam yang merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah di taman Eden. Apakah masuk diakal Allah berasal dari makhluk yang ia ciptakan sendiri ?
6. Nabi Daniel menubuatkan Jesus hanya sebagai seorang yang diurapi dan seorang raja bukan sebagai Tuhan (Baca Daniel 9 : 25 )
Kesimpulan yang pasti dari ini semua adalah Mengakui dan percaya bahwa Jesus adalah Tuhan samalah artinya membatalkan Nubuat para Nabi tersebut diatas.

bersambung pada bagian kedua...
Kiriman 2
Monginsidi Ahlulhaq menulispada 15 Oktober 2009 jam 12:05
APA YANG ALKITAB KATAKAN TENTANG JESUS ?
BAGIAN KEDUA

FAKTA KE EMPAT:
KESAKSIAN ALLAH TENTANG DIRI-NYA DAN TENTANG PRIBADI JESUS KRISTUS.
Allah sebagai khalik pencipta alam semesta, sejak awal zaman telah menyatakan bahwa hanya diri-Nya lah Tuhan yang wajib disembah dan ia bukanlah manusia, tidak ada Tuhan atau ilah lain yang wajib kita sembah selain Allah :
1. ALLAH DENGAN TEGAS MENYATAKAN BAHWA DIRINYA BUKAN MANUSIA :
”...Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia..” (Hosea 11 : 9)
Jika Allah sendiri sudah mengklaim bahwa diri-Nya bukan manusia, maka siapapun tidak punya hak untuk mengangkat seorang manusia menjadi Tuhan,termasuk mengangkat Jesus menjadi Tuhan, karena mengakui Jesus sebagai Tuhan samalah artinya melawan firman Allah.

2. ALLAH YANG AWAL DAN YANG AKHIR, TIDAK ADA TUHAN SELAIN DIA :

”Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada - Ku.” ( Yesaya 44 : 6 baca juga Yesaya 45 : 5 – 7; 46 : 9 Ulangan 4 : 39; 6 : 4 ; 32 : 39 dan Keluaran 20 : 2 – 4))
Jika Allah adalah yang terdahulu dan yang terkemudian, maka tidak ada satupun yang boleh dinyatakan sebagai yang terdahulu dan yang terkemudian, termasuk Jesus Kristus.Karena ketika kita menyakini Jesus sebagai yang terdahulu dan yang terkemudian, maka keyakinan tersebut sama artinya membatalkan pernyataan Allah sendiri didalam firman-Nya sebagaimana disebutkan oleh ayat-ayat diatas. Firman Allah diatas dengan tegas menyatakan : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada - Ku.” bukan menyatakan : ”Aku dan Jesuslah yang terdahulu dan Aku dan jesuslah yang terkemudian, tidak ada Allah selain dari pada Kami.”

3. ALLAH TIDAK PERNAH MENYATAKAN BAHWA JESUS KRISTUS ADALAH TUHAN YANG WAJIB DISEMBAH ATAU SETARA DENGAN DIRINYA :

Penyelidikan ayat- ayat Alkitab membuktikan bahwa Allah tidak pernah menyatakan Jesus adalah Tuhan atau setara dengan diri-Nya. Ketika peristiwa pembaptisan Jesus oleh Yohanes, Matius mencatat sbb :
”Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."(Matius 3 : 16 – 17)
Suara dari Sorga jelas dimaksud adalah suara Tuhan, ternyata suara tersebut hanya menyatakan Jesus sebagai anak – Ku yang Kukasihi bukan sebagai Tuhan yang wajib disembah atau setara dengan Allah. Jika kita baca Fiman yang disampaikan kepada nabi Yesaya, sebenarnya Allah bukan menyatakan Jesus sebagai anak-Nya akan tetapi sebagai Hamba-Nya, simak ayat berikut ini :
”Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.”(Matius 12 : 15 – 18)
Dengan fakta ini jelas sesungguhnya dimata Allah Jesus bukanlah Tuhan atau setara dengan diri-Nya, Jesus dimata Allah tak lebih hanyalah semata – mata sebagai seorang HAMBA –NYA saja.

FAKTA KE LIMA :
PANDANGAN JESUS KRISTUS TENTANG ALLAH DAN DIRINYA
Bagaimana dengan pandangan Jesus Kristus tentang Allah dan tentang dirinya sendiri ? Tak ada seorangpun yang lebih pantas untuk menjawab hal ini selain Jesus Kristus sendiri, berikut ini mari kita ikuti Jawaban Jesus sebagaimana dicatat oleh para penulis Injil :
1. JESUS KRISTUS MENGAJARKAN AGAR KITA MENYEMBAH ALLAH DAN BERIBADAT HANYA KEPADA ALLAH SAJA :
Dalam Injil dikisahkan bahwa setelah Jesus dibabtis oleh Yohanes, maka Jesus dibawa oleh Roh kepadang gurun untuk dicobai oleh Iblis(Matius 4:1). Tentunya percobaan ini sangat penting artinya bagi Jesus dan terlebih bagi kita yang hidup sekarang ini. Karena di padang gurun inilah Jesus sedang diuji mengenai keimanannya akan Allah. Siapapun yang mau belajar akan kebenaran dari percobaan ini akan banyak sekali mendapatkan manfaat. Dari percobaan yang dilalui oleh Jesus inilah kita bisa menyadari siapa sesungguhnya Jesus dan bagaimana keimanannya tentang Allah.
Puncak dari percobaan yang dilalui oleh Jesus adalah ketika Iblis membawanya kepuncak gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada Jesus semua kerajaan dunia dengan segala kemegahannya, Iblis mencoba keimanan Jesus dengan berkata :

”Semua ini akan aku berikan kepadamu , jika engkau sujud menyembah aku” (Matius 4: 9)

Bagaimana keteguhan keimanan Jesus ? Ternyata aqidah Jesus tidak tergoyahkan, Ia dengan tegas menyatakan:

”... "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4 : 10)

Prinsip keimanan Jesus ini sangat perlu kita tiru dan kita teladani. Keimanannya akan keesaan dan kebesaran Allah tak tergoyahkan. Jesus telah mengajarkan kepada kita bahwa HANYA ALLAH SAJA YANG PANTAS DISEMBAH DAN HANYA KEPADANYA KITA BERBAKTI.
Jika Jesus betul – betul Tuhan tentu beliau akan bersabda: ”Engkau harus menyembah Aku dan hanya kepada Aku sajalah engkau berbakti”. Fakta ini jelas membuktikan bahwa Jesus Kristus sangat menyadari sesungguhnya dirinya bukanlah Tuhan. Dan Jesus berhasil melalui percobaan tersebut dengan gemilang.

2. JESUS KRISTUS MENGAJARKAN KEPADA PENGIKUTNYA BAHWA HUKUM YANG TERUTAMA ADALAH TAUHID MENGESAKAN ALLAH :(Markus 1: 29 – 32).

Pernyataan Jesus yang menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Esa dan Tidak ada Tuhan selain Dia spontan dibenarkan oleh Ahli Taurat, karena memang demikianlah yang diajarkan oleh Allah sejak dari zaman Adam dahulu.Jelas hukum yang paling utama adalah mengakui Allah adalah Tuhan Yang Esa, dan hukum yang paling sesat adalah mengakui Jesus adalah Tuhan, karena memang tidak pernah diajarkan oleh para Nabi zaman perjanjian lama dan tidak pula diajarkan oleh Jesus sendiri.

3. JESUS KRISTUS MENGAJARKAN BAHWA HIDUP KEKAL DAPAT KITA PEROLEH DENGAN MENGENAL ALLAH YANG BENAR DAN MENGENAL JESUS KRISTUS SEBAGAI UTUSAN ALLAH

”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”(Yohanes 17 : 3)

Jika mengenal Allah sebagai satu – satunya Tuhan yang benar dan mengenal Jesus sebagai Utusan Allah sudah menjadi jaminan untuk memperoleh hidup yang kekal lantas kenapa kita harus mengimani Jesus sebagai Tuhan, yang justru merupakan suatu kesalahan dan tidak diajarkan oleh para Nabi dan oleh Jesus sendiri. Mengakui Jesus sebagai Tuhan malah bisa kekal didalam neraka, karena pada hari akhir nanti siapa saja yang mengakui Jesus Tuhan akan diusir oleh Jesus sendiri dan Jesus menganggap orang tersebut pembuat kejahatan atau melakukan perbuatan syirik. (Matius 7 : 21 – 23).

4. KARENA JESUS KRISTUS ADALAH HAMBA ALLAH (Matius 12 : 15 – 19) DAN UTUSAN ALLAH ( YOHANES 17 : 3 ) MAKA MENURUT JESUS SENDIRI IA TIDAK PANTAS DISEBUT SEBAGAI TUHAN KARENA BELIAU MENYATAKAN BAHWA :

”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yohanes 13 : 16)

Karena Jesus adalah seorang utusan Tuhan(Yohanes `17 : 3) maka derajat Jesus sudah pasti lebih rendah dari Allah yang mengutusnya. Karena Jesus derajatnya lebih rendah dari Allah maka jelas Jesus tidak bisa dinyatakan setara atau sehakikat dengan Allah, Jesus tidak bisa diyakini sebagai Tuhan.

5. JESUS KRISTUS TIDAK DAPAT DISEBUT SEBAGAI TUHAN KARENA BELIAU SENDIRI MELAKUKAN HAL-HAL SBB :
a. Beliau seringkali berbicara mengenai ”Tuhan Yang Lain” yang berbeda dengan dirinya sendiri. Berulang kali kita jumpai dalam Injil beliau berkata :”Kepada Tuhan-Ku dan Tuhan-mu”(Misal di Yohanes 20 : 17);
b. Beliau seringkali berdoa pada Tuhan yang lain dari dirinya: ”Ya, Bapa Tuhan langit dan Tuhan Bumi, aku memuji Engkau”(Lukas 10 : 21). Bahkan menjelang Penyalibannya beliau berdoa dengan tekun dan ketakutan hingga peluhnya mengucur bagaikan darah mengalir;
c. Ketika diatas tiang salib Jesus berseru dengan suara nyaring :”Ya, Tuhanku, Ya Tuhanku apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku ?”(Matius 27 : 46)
d. Jesus Kristus juga mengakui bahwa Allah itu diatasnya dan mengatasinya. Beliau mengakui Allah lebih besar dari dirinya(Yohanes 14 : 28)
e. Jesus Kristus juga mengakui bahwa Ia tidak dapat berbuat sekehendak hatinya dan semau keinginannya, akan tetapi apa yang Ia kerjakan semuanya adalah atas perintah dan kehendak Allah (Yohanes 5 : 30), termasuk perkara – perkara ajaib dan mukjizat yang ia lakukan yang bagi orang – orang tertentu dianggap sebagai bukti ke-Tuhanannya adalah semuanya atas kehendak Allah bukan kemauan dan kehendak Jesus Kristus (Matius 12 : 28)

6. JESUS KRISTUS SANGAT BERBEDA DENGAN ALLAH, KARENA :
a. Allah adalah Roh ( Yohanes 4 : 24 ) , namun Jesus adalah makhluk yang berwujud daging.
b. . Allah tidak pernah dikandung dan dilahirkan karena Ia bukan manusia(Hosea 11 : 9) namun Jesus dikandung dan dilahirkan oleh Maria, Jesus adalah manusia tulen.(Matius 1 : 18 – 25)
c. Allah tidak pernah dibaptis, namun Jesus dibaptis oleh Yohanes ( Matius 3 : 13 ). Bahkan jika kita membaca kisah Pembaptisan Jesus kita dapat memahami dengan jelas bahwa Allah dan Jesus itu sangat jauh berbeda karena dikisahkan pada saat itu Jesus ada didalam Sungai Yordan sementara Allah ada di Langit. Jadi Jesus tidak sama dengan Allah.
d. Allah Tidak Pernah lapar, namun Jesus Kristus pernah kelaparan(Matius 21 : 18);
e. Allah tidak pernah tidur, namun Jesus pernah tertidur (Matius 8 : 24);
f. Allah tidak pernah menangis, tetapi Jesus pernah menangis(Yohanes 11 : 35)
g. Allah tidak pernah berdoa kepada Jesus, namun Jesus seringkali berdoa pada Allah (Yohanes 17 : 1 – 9)
h. Allah tidak pernah ketakutan, namun Jesus pernah ketakutan (Lukas 22 : 44);
i. Allah Maha Kekal dan tidak pernah sedetikpun bisa mati, tetapi Jesus Kristus menurut Injil pernah mati ditiang salib.

7. JESUS KRISTUS MENURUT KODRATNYA ADALAH 100 % MANUSIA TULEN, KARENA :
a. Ia berada dalam rahim ibunya dan mengalami proses sebagaimana layaknya manusia didalam kandungan
b. Ia dilahirkan oleh ibunya (Matius 1 : 18 ; Lukas 1 : 31; 2 : 5 – 7)
c. Ia mempunyai tubuh 100 % persis seperti manusia umumnya(Fil 2 :7) ;
d. Ia mengalami perkembangan, mulai dari bayi, masa kanak-kanak hingga dewasa, dalam segala hal ia sama dengan manusia lainnya (Lukas 2 : 52; KRR 3:22; Filipi 2 : 7 – 8; Ibrani 2 : 17)
e. Dari kenyataan yang digambarkan pada point 7.a, b, c dan d diatas sudah dapat kitaambil suatu ketegasan bahwa Jesus sama sekali tidak dapat disebut sebagai Allah atau Tuhan dam Jesus tidak bisa dinyatakan setara serta sehakikat dengan Allah, karena Allah sendiri sudah dengan tegas menyatakan :”...Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia..” (Hosea 11 : 9)
f.
8. JESUS MELARANG SETIAP ORANG MEMANGGILNYA TUHAN DAN MENGANJURKAN SETIAP ORANG MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH : (Matius 7 : 21)

9. .MENURUT JESUS ORANG YANG MEMANGGILNYA TUHAN KELAK DIAKHIRAT AKAN DIUSIRNYA DAN DINYATAKAN SEBAGAI ORANG YANG MEMBUAT KEJAHATAHAN (MELAKUKAN PERBUATAN SYIRIK MENDUAKAN TUHAN): Matius 7 : 22 – 23)
FAKTA KE ENAM :
KESAKSIAN ORANG – ORANG YANG HIDUP PADA ZAMAN JESUS TENTANG PRIBADI JESUS KRISTUS
Fakta membuktikan bahwa orang – orang yang hidup pada zaman atau sezaman dengan Jesus sama sekali tidak mengenal Jesus sebagai Tuhan, bahkan jika kita mau jujur semasa hidupnya tidak pernah terjadi para pengikut Jesus melakukan ritual penyembahan terhadap pribadi jesus sebagaimana yang kini banyak dilakukan oleh umat Kristiani. Murid – murid Jesus yang 12 orang pun tidak pernah menyembah atau memuja Jesus sebagai Tuhan. Sebagaimana kita ketahui 12 orang murid jesus adalah berasal dari orang – orang Yahudi yang tentunya sangat fanatik dan sangat berpegang teguh pada prinsip tentang keesaan Tuhan. Beberapa catatan dari Kitab Perjanjian Baru sendiri dapat menggambarkan kondisi tersebut dengan gamblang sbb :
1. YUSUF SUAMI MARIA, MAMANDANG JESUS HANYA SEBAGAI MANUSIA BIASA :
a. Dialah yang memberi nama Jesus sesuai dengan pesan Malaikat didalam mimpinya.I(Matius 1 : - 25). Nama Jesus adalah nama Manusia bukan nama Tuhan.
b. Setiap Tahun pada perayaan Paskah, Jusuf seringkali membawa Jesus ke Yerusalem untuk mengikuti perayaan Paskah disana (Lukas 2 : 41).
2. ORANG – ORANG MAJUS DARI TIMUR MENGANGGAB JESUS HANYA SEBAGAI RAJA ORANG YAHUDI SAJA, BUKAN SEBAGAI TUHAN.(Matius 2 : 1 – 2 )

3. ORANG – ORANG YANG SE ZAMAN DENGANNYA SEPERTI AHLI TAURAT, KAUM FARISI, PARA MURID NYA HANYA MENGENAL JESUS SEBAGAI MANUSIA BIASA, ANAK YUSUF, SEBAGAI GURU DAN NABI, BUKAN SEBAGAI TUHAN:

a. Pada Umumnya orang mengenal Jesus sebagai anak Yusuf, bukan sebagai Tuhan: (Lukas 3 : 23)
b. Jesus lebih dikenal sebagai Guru atau Rabi bukan sebagai Tuhan :(Matius 8 : 18 – 19 ; Matius 26 : 25; Markus 4 : 38; Baca juga Matius 12 : 38; 22 : 16 ; 26 : 49 Markus 5 : 35; 9 : 5, 17; 10 : 20; 11 : 21; 14: 45; Lukas 5 : 5 ; 8:24; 9 : 33; Uohanes 1 : 38 ; 3 : 2, 26 ; 6 : 25; 11 : 28; 13 : 13 ; 20 : 16 dll
K E S I M P U L A N
Dari fakta – fakta yang penulis ungkapkan diatas dapat kita simpulkan bahwa pengajaran Allah sejak zaman Adam ditaman Firdaus hingga pada zaman Nabi Isa Almasih atau Jesus Kristus bahkan sampai pada zaman Nabi Muhammad S.A.W. adalah BAHWA DIA LAH TUHAN YANG MAHA ESA YANG TIDAK ADA ILAH LAIN YANG MENYERUPAINYA ATAU SETARA DENGANNYA. Keimanan akan Keesaan Allah ini MERUPAKAN HUKUM YANG PALING UTAMA, HUKUM DIATAS SEGALA HUKUM. PELANGGARAN ATAS HUKUM INI ADALAH TIDAK LAIN KECUALI NERAKA. Oleh karena itulah Jesus dengan tegas akan mengusir orang yang menyatakan dirinya Tuhan.(Matius 7 : 22-23).
Fakta – fakta diatas membuktikan kepada kita ternyata :
1. Bahwa seluruh Tokoh dan orang –orang Saleh serta para Nabi dalam Alkitab Perjanjian Lama hanya mengaku Allah sebagai Tuhan, dan tidak pernah mengenal Jesus sebagai Tuhan, mereka semuanya tidak pernah mengenal ajaran mengenai Ketuhanan Jesus sebagaimana yang dipercaya oleh umat Kristiani sekarang ini.
2. Nubuat Para Nabi Perjanjian Lama sama sekali hanya menubuatkan Jesus sebagai manusia tulen, bukan sebagai Tuhan, mengakui Jesus sebagai Tuhan sama artinya mengingkari dan menolak nubuat para nabi tersebut.
3. Allah dari sejak awal zaman telah mengklaim bahwa Dia - lah Tuhan yang wajib disembah dan tidak ada Tuhan yang lain dan Ia tidak pernah membagi 1 % pun Ketuhanan-Nya kepada siapa saja termasuk kepada Jesus. Mengakui Jesus sebagai Tuhan sama artinya melecehkan klaim Allah sebagai satu – satunya Ilah yang Maha Esa dan wajib disembah.
4. Jesus Kristus sendiri dan para muridnya serta orang – orang yang se zaman dengan nya hanya mengenal Allah sebagai Tuhan dan mengenal Jesus hanya sebagai manusia biasa. Tidak ada bukti dan fakta orang – orang pada masa Jesus melakukan ritual pemujaan kepada pribadi Jesus. Bahkan ajaran mengenai Ketuhanan Jesus sama sekali tidak dikenal pada zaman itu sebagaimana keyakinan umat kristiani pada saat ini.
Dengan demikian maka terbukti bahwa TERNYATA ALKITAB DENGAN TEGAS MENOLAK KETUHANAN JESUS.
Sekian semoga Allah selalu memberikan Hidayah-Nya kepada kita.
Amin.Wassalamualaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Followers