Jumat, 23 Oktober 2009

Melati Disudut Taman

Melati putih disudut taman…
Mekar sendiri dalam asuhan belukar waktu..
Berkilau putih diantara semak yang merambah denyut nadi mu..
Kau tumbuh dengan semangat mentari yang kerap memberi cahaya pagi
Diantara celah dedaunan yang menghalangi mu..

Melati putih disudut taman..
Dahan dahan mu mungil nan kokoh..
Berselimut lumut dan bising hembusan bayu..
Kau bergoyang laksana tarian alam di pagi dan petang..
Memberi semangat untuk berjuang dari keadaan..

Melati putih disudut taman..
Kaki kaki mu indah namun sarat melangkah..
Dengan sisa tenaga coba kau gapai mimpi mimpi..
Yang bersembunyi dibalik waktu yang terus membelenggu
Kadang teriakan mu menyayat namun tiada suara..

Oh melati ku..
Jangan menangis nak… sini dekat paman mu..
Kan ku bentang harapan baru dibawah dahaga ku..
Bersamamu kita raih angan, yang mungkin entah kapan..
Jangan percuma kita bermimpi meski ku tak punya cita..

Oh melati ku..
Sini dekaplah paman mu..
Cucuran keringat ku tak berguna
Bila ada tangis di matamu..
Coba ku lihat merahnya hati ini..
Yang selalu berdarah bila mendengar keluh mu….

Melati ku tersayang…
Aku datang membawa sekeranjang senyuman
Berharap mekarmu kan jadi perhatian sang taman
Layak tumbuhmu menjadi bunga semerbak mewangi
Pujaan kupu kupu dan harapan setiap pengabdi..

Tidak ada komentar:

Followers