Jumat, 23 Oktober 2009

NU KIAN DIPERHITUNGKAN DUNIA

POLITISI senior berlatar belakang NU, Taufikurrahman Saleh mengatakan, tantangan Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar ke -32, di Makassar, 26-31 Januari tahun depan cukup berat. Tantangan itu, salah satunya adalah mencari pemimpin yang bisa meneruskan program-program Ketua Umum PBNU saat ini, KH Hasyim Muzadi.

“Sepuluh tahun menjadi Ketua Umum PBNU, Pak Hasyim cukup membawa warna bagi NU. Pengganti Pak Hasyim nanti mesti lebih baik,” kata Taufikurrahman Saleh kepada Duta, Selasa (15/09).

Menurut Taufik, selama menjabat Ketua Umum, Hasyim Muzadi berhasil membawa NU tampil di kancah dunia. NU yang sebelumnya hanya dikenal di Indonesia, katanya, kini dikenal di seluruh penjuru dunia.

”Setiap saya ke luar negeri, orang luar sudah banyak yang kenal NU. Jaringan NU di luar negeri sudah ditata dengan baik oleh Pak Hasyim. Tinggal bagaimana menggunakan jaringan itu untuk kemaslahatan NU,” jelas anggota Fraksi PKB ini.

Kuatnya jaringan NU di luar negeri, katanya, tidak lepas dari keberhasilan NU tiga kali mempertemukan ulama dan tokoh Islam melalui International Confrence of Islamic Scholars (ICIS). “Jadi, NU kini bisa dibilang dari Islam Indonesia untuk dunia,” ungkapnya.

Dikatakannya, NU kini juga tidak hanya punya kepengurusan di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Lebih dari 30 Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU berdiri merata di semua benua. ”Jadi kepengurusan PBNU yang akan datang tinggal mengoptimalkan kader-kader NU di luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan aktivis IPNU dan Ansor ini mengatakan, NU kini telah memberikan konstribusi besar dalam perdamaian dunia. Salah satu buktinya, katanya, adalah seringnya NU dilibatkan dalam meredakan konflik di berbagai negara di dunia.

“Konflik Thailand, Philipina, Sudan Selatan, Irak, Hamas dan Fatah, serta lain-lainnya. Itu berarti NU punya kekuatan yang dihitung di mata dunia internasional,” jelasnya.

Karena itu, Taufik bergarap, Muktamar NU mendatang menghasilkan pemimpin yang tangguh, kuat dan mampu melakukan konsolidasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. ”Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Hasyim sudah bagus, tapi penggantinya tidak boleh kalah bagus,” ungkapnya.

SUMBER : HARIAN UMUM DUTA MASYARAKAT
http://www.dutamasyarakat.com/artikel-23346-nu-kian-diperhitungkan-dunia.html

0 komentar:

Followers

Mbh