Minggu, 18 Oktober 2009

Kisah Nabi Musa AS dengan Nabi Khidir AS (3).

Kisah Nabi Musa AS dengan Nabi Khidir AS (10).



Khidir AS Mengungkapkan Rahasia Menegakkan Tembok.



Aku mulai dengan Firman Alloh SWT dalam Qur'an Surat Kahfi :82 ,

"WA AMMAAL JIDAARU FAKAANA LIGHULAMAINI FIL MAIINATI WAKAANA TAHTAHU KANZUN LAHUMAA WA KAANA ABUUHUMAA SHOOLIHAN FA=AROODA ROBBUKA AN YABLUGHOO ASYUDDA HUMAA WAYAS TAKHRI JAA KANZAHUMAA ROHMATAN MIN ROBBIKA WAMAA FA'ALTUHU'AN AMRII DZAALIKA TA'WIILU MAALAM TASTHI' 'ALAIHI SHOBRON"



Artinya : " Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak muda yang yatim dikota Intiqoyah dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka ber dua. Sedang ayahnya adalah seorang yang sholeh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu sebagai Rohmat Tuhanmu, dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".



Sebagaimana keterangan terdahulu, di kota Intiqoyah itu ada orang sholeh (Ahli Ibadah kepada Alloh SWT), namanya KASIKHUN, mempunyai dua orang anak. Anak nomor satu namanya ASROM dan anak nomor dua namanya SHORIM.



Sewaktu kecil sudah ditinggal wafat kedua orangtuanya, sehingga kedua anak itu menjadi YATIM. Dan Kasikhun itu mempunyai peninggalan EMAS yang dipendam dibawah tembok rumah, dengan harapan ada yang diberi tanggungjawab untuk mengurus harta itu, dengan maksud dari Kasikhun agar anaknya kelak setelah besar simpanan EMAS itu menjadi penghidupannya, ini dilakukan menjelang maut.



Dan orang diberi tanggungjawab adalah orang yang dapat dipercaya.



Sedangkan saudara-saudara Bapaknya itu ada tujuh.



Lama kelamaan tembok rumah itu jadi akan Roboh, padahal ASROM dan SHORIM masih kecil, maka emasnya akan terlihat dan dijadikan rebutan orang-orang Intiqoyah.



Kota itu penduduknya sangat kikir, Nabi Khidir dan Nabi Musa bertamu tak ditolak dan tak diberi apa-apa walaupun seteguk air, malah disuruh pergi.



Nah dengan sifatnya yang rakus harta itu maka emas lempengan itu akan jadi rebutan orang-orang Intiqoyah. Bagaimana dengan Nasib dua anak yatim itu.



Dari dasar inilah adanya Nabi Khidir membangun kembali tembok yang sudah mau roboh dan dibawahnya ada harta/emas anak yatim.



Ingat apa kata Nabi Khidir kepada Nabi Musa," Jadi Aku menegakan kembali tembok itu tidak untuk mendapat upah, dan upah itu untuk beli makanan dan minuman."



Padahal yang ada dalam fikiran Nabi Musa dengan menegakkan tembok bisa dapat upah untuk menghilangkan lapar dan haus keduanya.



Dibawah tembok itu ada 5 atau 7 lempengan emas yang masing-masing lempengan itu ada tulisannya.

Diantara tulisan itu adalah :

* Ajaib bagi orang orang yang percaya adanya takdir, bagaimana dia kok khawatir/takut.

* Ajaib bagi orang yang meyakini adanya rizqi , bagaimana dia kok kesulitan.

* Ajaib bagi orang yang meyakini dirinya akan mati, bagaimana dia kok senang-senang.

* Ajaib bagi orang yang percaya akan dihisab, bagaimana dia setiap hari kok mengumpulkan harta.



Begitu besar perhatian ALLOH SWT terhadap anak yatim, sehingga Nabi-Nya disuruh menyelamatkan harta anak yatim putera orang yang sholeh.



Bagaimana dengan kita apakah belum cukup jelas bahwa kita WAJIB memperhatikan anak yatim, dengan menganjurkan menyantuni, menyantuni itu sendiri.



Maka Alloh pun mempertanyakan ke-aslian, kesungguhan kita beragama Islam ini dengan menyebut orang orang yang tak menyantuni anak yatim dan memberi makan orang miskin sebagai Kadzib Ad Diin. PENDUSTA AGAMA.



Sholatnya Bohong, Haji nya Bohong, Bacaan Qur'annya Bohong, Berjubah dan bersorbannya Bohong, mengaji sana sini juga Bohong, jika tidak dibarengi dengan aktualisasi menyantuni anak yatim dan menolong orang-orang miskin.

Kisah Nabi Musa AS dengan Nabi Khidir AS(11)



Perpisahan Nabi Khidir AS dengan Nabi Musa AS



Setelah Nabi Khidir As menjelaskan ketiga rahasia dibalik peristiwa tiga macam itu kepada nabi Musa AS, maka Nabi Musa yang semula merasa hanya dirinyalah manusia yang paling tinggi ilmunya disisi Alloh, sekarang jadi merasa perlu banyak belajar untuk bersikap hidup, Nabi Musa menerima semua keputusan untuk berpisah dari Nabi Khidir AS. Namun sebelum berpisah Nabi Khidir mengungkapkan rahasia yang berhubungan ke tiga peristiwa yang dialami bersama Nabi Musa dengan apa yang pernah Nabi Musa lakukan dimasa lalunya.



Nabi Khidir berkata," Musa, engkau telah mencela saya ketika saya merusak perahu, sebab engkau takut penumpang-penumpangnya itu nanti tenggelam, namun engkau lupa wahai Musa bahwa engkau pernah dilemparkan di sungai Nil oleh Ibu engkau, padahal engkau masih dalam keadaan bayi yang lemah. Sebagaimana firman Alloh dalam Al Qur'an :

"ANIQDZI FIHI FIT TAABUUTI FA-AQDZI FIL YAMMI FALYULQIHIL YAMMU BIS SAAHILI ..." (Q.S.Thoohaa : 39).

Artinya :

"Yaitu, Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ke Sungai (NIL), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi,.....".



Wahai Musa, jika waktu itu ada ombak, maka kamu bisa tenggelam karena kamu masih bayi lemah tak bisa membela diri, sedangkan jika orang-oang yang ada dalam perahu itu tenggelam, mereka masih bisa berenang untuk menyelamatkan diri.



Tetapi waktu itu kamu (Musa) selamat karena pertolongan Alloh, mengapa kamu mencela saya.



Selanjutnya Nabi Khidir berkata lagi," Musa, engkau mencela saya waktu saya membunuh anak kecil yang tanpa perkara, tetapi engkau Musa, waktu muda engkau telah membunuh orang Qibty dikarenakan membela kaum Bani Isroil, dikarenakan engkau membela Kaum bani Isroil yang belum anda teliti benar salahnya".



(lihat Q.S.Qoshosh 15-19, 33).



Nabi Khidir melanjutkan perkataannya,"…. Musa, anda mencela saya waktu saya ajak menegakkan tembok. Tidak ada yang membayar kok mau menegakkan tembok! Katamu. Tapi kamu lupa, waktu kamu menolong anaknnya Nabi Syuaib AS. Ketika anak-anaknya Nabi Syuaib AS itu tidak ada yang bisa mengambil air untuk memberi minum kambingnya yang begitu banyak itu. Sedang anak Nabi Syuaib As itu perempuan semua. Dan kamu menolong mereka itu tanpa diberi upah, mengapa kamu mau?.

Mendengar peringatan dari Nabi Khidir As itu, Nabi Musa As 'DIAM' saja, karena merasa memang sebenarnya semua peristiwa itu telah dialami oleh Nabi Musa As, akan tetapi Nabi Musa As telah lupa.



Begitulah kelebihan Nabi Khidir As, diberi ilmu khusus lebih dari pada Nabi Musa As.

Dalam Al-Qur'an Nabi Khidir As, bukan disebut sebagai Nabi, tetapi hanyalah 'seorang hamba Ku' yang telah diberi oleh Nya rohmat khusus.



Artinya derajat hamba menunjukkan tingkatan anugrah Alloh seperti yang dimiliki Hamba yang dikenal oleh kita-kita sebagai Nabi Khidir, adalah dapat diperoleh atas anugrah Alloh kepada hamba-hamba yang lain diluar Nabi yang tingkat ketakwaanya telah mencapai "Haqqo tuqodih".



Bagi orang-orang berpandangan tajam maka mestilah mulai merenung bahwa banyak hal yang harus dilakukan yang mendasar agar bisa menempuh perjalanan untuk mendapatkan seorang hamba Alloh yang ditokohkan sebagai Nabi Khidir.



Bukan Nabi Khidir, tetapi orang, hamba Alloh yang mendapat anugrah seperti hamba Alloh yang ditemui Nabi Musa.



Tatacara, methoda atau system untuk menuju jalan kesana telah dibariskan dari Rosulullah SAW kepada para ULAMA Warosatul ambiya.



Para ulama menamainya THORIQOH. Metoda. Sistem membersihkan diri lahir batin dari hijab-hijab yang menghalangi rasa dekat hamba dengan Kholiqnya.



Thoriqoh pada awalnya hanya satu nama, melalui perkembangan zaman, nama-nama thoriqoh ini menjadi banyak sesuai dengan nama kota dan para Ulama yang secara istiqomah terus mewariskan Ilmu Nabi SAW ini kepada hamba-hamba Alloh yang sudah merenung dan berfikir masak, dan yang menetapkan memang jalan itulah yang mesti dibangunkan.



Untuk mengetahui hikmah-hikmah lain dalam Kisah Musa dengan Nabi Khidir, ikutlah kisah no.12. yang merupakan penutup dari kisah ini.

Alhamdulillahirrobli'alamiin.

0 komentar:

Followers

Mbh