Minggu, 18 Oktober 2009

Wasiat Terakhir Rosululloh. . .>> Tentang Wanita !

Setelah kita puas dengan postingan kami tentang wanita, masa sebagai pelengkap sedikit kami ingin tambahkan sesuatu..
@ pada haji wada',haji perpisahan antara Rosululloh S.a.w dengan umatnya,beliau berorasi menyampaikan pesan-pesan terakhir. Di antara pesan terakhir beliau adalah, wasiat agar bersikap lembut pada wanita, memberikan hak-hak hidup mereka,hak-hak pendidikan. Juga untuk selalu menyayangi para wanita. Adakah pribadi seagung beliau hingga berpesan seperti itu? Pesan abadi sepanjang masa.

@ pernah suatu hari Rosululloh pergi ke masjid sambil menggandeng cucu wanita beliau. Sy.Umamah binti abil ash. Apa yang beliau lakukan di depan para sahabat? Beliau sholat sembari menggendong gadis kecil itu. Apabila ruku', beliau menaruhnya, apabila berdiri, beliau ambil untung digendong lagi. Adakah sosok seagung beliau yang menghargai wanita seperti itu?

@ Rosululloh adalah abul banat,semua anaknya yang beranjak dewasa,adalah yang gadis-gadis. 4 gadis, bunda fatimah,bunda zainab,bunda ruqoyyah,bunda ummu kultsum. Penuh kasih sayang Rosul mendidik mereka,membesarkan mereka. Padahal kondisi sosial dunia saat itu adalah sangat merendahkan kaum wanita di manapun. Lantas,jika kita tidak mencontoh Rosululloh,kita mau mencontoh siapa?

@ jangan pernah coba untuk melecehkan wanita, hargai mereka. Termasuk menghargainya adalah tidak dengan menjerumuskannya dalam isu-isu emansipasi dan feminisme yang salah arah dan memang sengaja diformat untuk menjebak wanita.

@ wanita dan pria tidak dicipta kecuali untuk saling membahu bekerja menggarap ladang kehidupan. Jika laki-laki mengolah buminya, menanam bibitnya, menebar bijinya. Maka wanita memilih dan memilah bijinya, menyiraminya dan membersihkannya dari tanaman liar yang mengganggu

@ kullu dzati shidarin, kholah; setiap yang memakai BH,adalah bibi kita.saudara ibu. Lalu, anak manakah yang tidak suka lihat ibunya bahagia? Anak mana yang tidak cemburu dan marah jika bibinya di ganggu.?

@ alangkah benarnya Rosululloh : (istaushuu bin-nisaa-i . . . .khoiro)

Tidak ada komentar:

Followers