Minggu, 18 Oktober 2009

NEGERI TIKUS

Halimi ZUhdy

1
diawal cerita kudengar negeriku indah nan subur.
biji bertebar dihembus angin
menjadi pohon tanpa tangan

2
anak-anak pada riang menikmati secangkir madu
serutu berhembus menebar angan bapak-bapak
asap pun mengepul, berbau kesturi dari bilik dapur

3
hijau dan rindang kutemukan dari alamku
kesejukan muncul dari angan dan kenyataan
anak-anak pada kuceritakan keindahan
senyum pun tersungging dari bilik mulut kecil itu

4
harapan hidup seribu tahun tak menjadi kenyataan
kini negeriku tak ada senyum
asap pun yang dulu mengepul dari bilik-bilik gubuk
pojong dusun
kini hanya mengepul dari bilik sang bapak
pemilik modal dan kekuasaan

5
biji menebar jadi tanaman
tak ada campur tangan, kini tak lagi kutemukan
karena gigi runcing tikus terus merayap
melahap dan melahap

6
anak-anak bosan dengar cerita, karena hanya hayalan
kini kusimpan dipeti mati, agar tangisan tak
terbuai lagi
dipenghujung cerita, aku hanya penatap
negeriku pilu penuh dengan tikus-tikus
yang katanya “tikus negeri paling banyak

0 komentar:

Followers

Mbh