Rabu, 21 Oktober 2009

MEMBUKTIKAN CINTA

Halimi Zuhdy

Adakah yang kita cari selain kebahagian dan kesenangan, adakah yang kita idamkan selain pertemuan dengan sebuah kekasih yang selalu memberikan sebuah sinar suci, adakah yang kita cari selain air cinta yang selalu memberikan kesejukan dalam tubuh kita ketika kerongkongan dan perut kita haus oleh kasih sayang, adakah yang kita cari selain sinar cinta yang selalu menyinari dalam kegelapan hati, pikiran dan jasad kita. Adakah yang lebih indah dari kobaran api cinta yang panasnya selalu kita idamkan. Jawabanya, tidak ada, hanya cintalah yang membuat kita dapat menerbangkan pikiran, hati dan tubuh kita kealam yang sangat indah.
Tidak akan nyata sebuah keberadaan, keindahan, kesempurnaan kecuali dengan "CINTA". Pekerjaan, prilaku dan perbuatan yang didorong oleh cinta itulah perbuatan yang sebenarnya, karena dengannya pekerjaan tampak indah, menyenangkan dan jernih. Pikiran kita selalu bernostalgia, hati kita selalu berdetak akan keberadaanya, tubuh kita akan selalu menggigil oleh deras saljunya dan kadang terbakar oleh kobarannya.
Keberadaan kita di dunia juga karena cinta, dilahirkan atas nama cinta, berbaring, berjalan kemudian berlari juga karena cinta sampai kita berbaring lagi di sisi Allah juga karena cinta. Masih adakah yang tersisa selain cinta?
Subhanallah, sungguh indah cinta itu. Sehingga pohon-pohon memberikan buahnya kepada kita karena cinta, hewan rela disembelih karena cinta pada kita, ikan-ikan rela dicincang karena cinta, tanah dibajak karena cinta, mentari bersinar karena cinta, bulan bercahanya karena cinta, langit menaungi kita karena cinta, bumi rela diinjak karena cinta…….adakah yang lebuh indah selain cinta.
Tapi masih adakah dalam hati kita sebuah kenyataan cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tidak akan pernah ternodai oleh apapun bahkan semakin kita mencintainya dia akan selalu memberika yang terbaik buat kita. Mencintainya akan membuat kehidupan kita semakin terang bahkan akan menyinari jagad raya, mencintainya akan membuat seluruh tubuh kita tidak akan tersentuh oleh kejelekan, dan mencintainya adalah sorga yang akan dihadiahkannya. Apakah ada orang yang tidak ingin sorga, kalau lah ada dia, tidak sempurna.
Mencintainya tidak akan pernah rugi, karena dialah yang memberi mamfaat dan modarat, memberi rizki, memberi kesehatan, memberi tubuh dengan segala perangkatnya, memberikan segalanya baik yang kita minta atau pun tidak, bahkan kita tidak dapat menghitungnya.
Cintanya pada kita diluar dugaan kita dan luar biasa, dia selalu memberi rizki meski pun kita maksiat padanya. Menjalankan seluruh aliran darah, detak jantung, nafas meskipun kita melupakannya. Semua yang ada di dunia seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, air, api,angina dan lainnya ia berikan kepada kita. Sehingga mampu menikmati indahnya dunia ini dengan pemberiannya yang luar biasa. Tapi kenapa kita sering lupa bahkan melupakannya!
Kenapa kita sering terjebak dengan mencintai sesuatu (orang, jabatan, harta) sampai lupa mencintai yang memberikan segalanya, kita mencinta seseorang yang tidak dapat memberikan mamfaat dan modarat, bahkan mencintainya mampu membuat kita gila dan lupa segalanya, sampai-sampai mencelakakan diri kita. Kita mencintai yang lemah dan lupa mencinta yang maha perkasa, kita mencintainya yang terbuat dari air kehinaan dan lupa mencinta dzat yang memberikan keagungan. Kenapa kita mencintainya yang tidak mampu keluar dari bencana ketika dzatnya sudah menghancurkannya.
Apakah yang salah dalam diri kita, selalu lupa mencintainya, bodohkah? Benar, karena kita lebih mencintai benda yang diberikannya dari pada mencintai yang membuatnya. Benda yang tidak mampu memberikan kemudaratan dan mamfaat, tanpa seizinnya. Atau Goblokkah? Juga benar, karena terkadang kita mencintai laki-laki/prempuan sampai bermuat maksiat dan lupa pada yang menciptakannya. Kita mencintai yang lemah yang tidak dapat menolong kita dan lupa mencintai dzat yang selalu memberikan pertolongan.
Sungguh mencintai Allah dan Rasullah akan membuat kita bahagian, bahkan semakin mencintainya akan membuat keindahan tidak hanya di dunia bahkan diakhirat. Sedangkan mencintai selain keduanya jika berlebihan dan melapaui batas maka akan membuat kesengsaraan dan kegilaan.
Mudah-mudahan kita selalu menjadi pecinta yang sesungguhnya, dan kita mampu menyibak dunia dan isinya dengan cintaNya. Cintailah makhluqnya tapi jangan melupakan untuk selalu mencintaiNya.

إني أسألك حبك وحب من يحبك، وحب كل عمل يقربني إلى حبك
Aku memohon akan cintaMu, dan cinta orang yang mencintaiMu, dan cinta segala peerjaan yang dapat mendekatkanku pada cintaMu.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيْلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْن
َ“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak kalian, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24)

0 komentar:

Followers

Mbh