Sabtu, 02 Juli 2011

IMAN DAN TAKWA

Iman dapat membentuk
orang jadi bertakwa
IMAN dan takwa harus
dimiliki oleh setiap
hamba Allah SWT yang
ingin mendapatkan
kebahagiaan. Dan,
kebahagiaan itu jangan
hanya di dunia, tetapi
yang paling utama
adalah kebahagiaan di
akhirat. Sebab itu,
orang harus beriman.
Iman adalah wujud
rasa percaya yang
dibenarkan oleh hati
dan diucapkan lisan,
serta ditunjukkan
dalam amal perbuatan.
Iman kepada Allah SWT
artinya meyakini dan
membenarkan adanya
Allah SWT, satu-
satunya pencipta dan
pemelihara alam
semesta dengan
segala kesempurnaan-
Nya. Iman adalah dasar
setiap hamba Allah
SWT dalam memeluk
agama. Dengan
keimananlah setiap
orang dapat melakukan
yang diperintahkan
dan dilarang agamanya
atau dengan kata lain
iman dapat membentuk
orang jadi bertakwa.
Dalam surat Al-
Baqarah 165 dikatakan
orang beriman adalah
orang yang amat cinta
kepada Allah SWT.
Sebagai hamba-Nya
yang benar-benar
mencintai-Nya maka
arus memiliki keimanan.
Keimanan juga
merupakan pondasi
yang menopang setiap
tindakan dalam
menjalankan aturan
Allah SWT. Iman juga
tidak hanya sebatas
percaya, melainkan
keyakinan yang
mendorong seorang
muslim berbuat amal
sholeh.
Orang yang beriman
memiliki ciri-ciri antara
lain: jika disebut nama
Allah SWT maka
hatinya akan bergetar;
senantiasa tawakal;
tertib dalam
melaksanakan sholat,
dan selalu
melaksanakan
perintah-Nya. Bila
mendapatkan rizki
selalu menafkahkannya
di jalan Allah;
menghindari perkataan
yang tidak bermanfaat;
memelihara amanah,
dan menepati janji.
Banyak sekali manfaat
dan pengaruh iman
pada kehidupan
manusia. Iman akan
melenyapkan
kepercayaan kepada
kekuasaan benda (hal2
mistik), iman
menanamkan semangat
berani menghadapi
maut, iman memberikan
ketentraman jiwa, iman
melahirkan sikap
ikhlas, dan konsekuen.
Sedangkan takwa
dapat diartikan sikap
memelihara keimanan
yang diwujudkan dalam
pengamalan ajaran
agama Islam secara
utuh dan konsisten
“Sebagai umat Islam,
kita harus
meningkatkan mutu
keimanan dan
ketakwaan kepada
Allah SWT agar
mendapat
ketenteraman lahir dan
batin."
Takwa berasal dari
kata waqa, yaqi ,
wiqayah, yang berarti
takut, menjaga,
memelihara dan
melindungi.
Karakteristik orang-
orang yang bertakwa,
secara umum dapat
dikelompokkan kedalam
lima kategori atau
indikator ketakwaan.
Pertama, iman kepada
Allah; para malaikat;
kitab-kitab dan para
nabi. Dengan kata lain,
instrumen ketakwaan
yang pertama ini dapat
dikatakan dengan
memelihara fitrah iman.
Kedua, mengeluarkan
hartanya kepada
kerabat, anak yatim,
orang-orang miskin,
orang-orang yang
terputus di perjalanan,
orang-orang yang
tidak memiliki
kemampuan untuk
memenuhi kewajiban
dalam memerdekakan
hamba sahaya.
Indikator takwa yang
kedua ini, dapat
disingkat dengan
mencintai sesama umat
manusia yang
diwujudkan melalui
kesanggupan
mengorbankan harta.
Ketiga, mendirikan
sholat dan menunaikan
zakat, atau dengan
kata lain, memelihara
ibadah formal.
Keempat, menepati
janji, yang dalam
pengertian lain adalah
memelihara kehormatan
diri. Kelima, sabar di
saat sedang
kesusahan, atau
memiliki semangat
perjuangan.
Seseorang yang
bertakwa adalah orang
yang menyerahkan
dirinya kepada Allah
SWT dan selalu
menjaga hubungan
dengan-Nya setiap
saat. Ini akan menjadi
kendali diri sehingga
dapat menghindar dari
kejahatan dan
kemungkaran. Inti
ketakwaan adalah
melaksanakan perintah
Allah SWT dan
menjauhi larangannya.
Hubungan dengan Allah
SWT menjadi dasar
bagi hubungan dengan
sesama manusia.
Orang yang bertakwa
akan dapat dilihat dari
peranannya di tengah-
tengah masyarakat.
Sikap takwa tercermin
dalam bentuk
kesediaan untuk
menolong orang lain,
melindungi yang lemah
dan berpihak pada
kebenaran dan
keadilan. Karena itu,
orang yang takwa
akan menjadi motor
penggerak gotong
royong dan kerja sama
dalam segala bentuk
kebaikan dan
kebajikan.
Allah SWT
menjabarkan ciri-ciri
orang yang bertakwa
dengan ciri-ciri
perilaku yang
berimbang antara
pengabdian formal
kepada Allah SWT dan
hubungan sesama
manusia. Pada surat
Al-Baqarah ayat 177,
dijelaskan, orang
bertakwa itu ialah
orang-orang yang
beriman kepada Allah
SWT, malaikat-malaikat
dan kitab-kitab Allah.
Aspek-aspek tersebut
merupakan dasar
keyakinan yang dimiliki
orang yang takwa dan
dasar hubungan
dengan Allah SWT
dalam bentuk ubudiah.
Selanjutnya Allah SWT
menggambarkan
hubungan
kemanusiaan, yaitu
mengeluarkan harta,
dan orang-orang yang
menepati janji.

0 komentar:

Followers

Mbh