Rabu, 29 Juni 2011

Sufi dan Tasawwuf yang sebenarnya

Dalam sedikit
petualanganku di dunia
maya,ada satu
fenomena yang cukup
menarik perhatianku.
Yaitu,sedikit kesalah
fahaman,atau salah
informasi tentang apa
itu sufi dan tasawwuf
yang dialami sebagian
sahabat.
Dan aku
yakin,fenomena
ini,seperti gunung
es,yang tampak di
permukaan hanya
sedikit,tapi yang tak
nampak,begitu besar.
Banyak yang
bertanya,apa sih
tasawwuf itu? Apa sih
sufi itu? Kamu sufi ya?
Aku dengar,katanya
sufi adalah
sesat,aliran yang
membahayakan aqidah.
Katanya sufi itu
asalnya dari india,dan
lain sebagainya dari
hal tentang tasawwuf
dan sufi yang secara
menyedihkan
mengalami pencoreng
morengan makna dan
arti yang sebenarnya.
Ada oknum yang
dengan kebobrokan
hatinya sengaja
berbuat ini untuk
mengkaburkan apa itu
sufi dan tasawwuf di
kalangan masyarakat
umum.
Lalu,apakah sufi dan
tasawwuf sebenarnya?
Tasawwuf pada
dasarnya
adalah,sebuah ilmu dan
tata cara proses
pembenahan dan
pembersihan hati, ilmu
dan tata cara
bagaimana
mendekatkan diri pada
Allah Ta'ala. Juga
tasawwuf adalah,tata
cara bertata krama
dengan akhlak yang
mulia,serta
meninggalkan akhlak
yang tercela.
Ini lah arti dan makna
tasawwuf yang
sebenarnya.
Kalau sufi? Sufi adalah
nama orang yang
melakukan tasawwuf
itu.
Aku dengar,katanya
tasawwuf itu sudah
tidak lagi wajib
melaksanakan syariat.
Ya hoooo?! Tasawwuf/
Hakikat dan Fikih/
Syariat,adalah dua sisi
mata uang yang tak
terpisah. Keduanya
selalu saling terkait.
Memisah salah
satunya,berarti
bencana dalam
kehidupan pelakunya.
Orang bertasawwuf
tapi tak berfiqih,maka
bisa-bisa jadi zindiq
tanpa sadar,karena
tak melakukan syariat
(kayak ada orang yang
dianggap keramat,tapi
ga jumatan,saat
ditanya,kok dia ga
jumatan? Jawab orang
yang tertipu olehnya,
oh,kyai sedang sholat
jumat di
Mekkah,makanya ga
jumatan dengan kalian.
Begonya, Makkah jam
segitu masih jam 8 !!).
Atau Orang berfiqih
saja tanpa
tasawwuf,maka bisa-
bisa jadi fasiq,sebab
tidak ada ketakutan di
hatinya pada Allah,saat
dengan berani-
beraninya dia
memainkan hukum
untuk kepentingan
pribadinya.
Nah,adapun orang
yang menjalankan
syariat sekaligus
bertasawwuf,maka
orang ini akan
mencapai makrifat.
Tahu siapa dan
mengenal
Allah,Tuhannya.
Jadi,orang yang
memvonis bahwa
semua tasawwuf
sesat,maka dia 100%
tidak tahu apa itu
tasawwuf sebenarnya.
Terus terang,nama
tasawwuf rusak
memang salah satunya
juga oleh oknum-
oknum pelaku
tasawwuf sendiri yang
tak memahami syariat
dengan baik, dengan
beranggapan,jika
seseorang telah
mencapai hakikat,maka
bebas dari syariat
(tentu ini adalah tipuan
terbesar dari iblis
yang seketika itu
juga,menendangnya
keluar jauh,dari
syariat,sekaligus
tasawwuf itu sendiri).
Nabi saja sholat
sampai kakinya
bengkak,iya kan?
Jadi,Tasawwuf dan
Fiqih,Hakikat dan
Syariat,adalah dua hal
yang tak pernah
terpisah. Tasawwuf
sendiri,adalah aplikasi
daripada Ihsan. Ini
yang harus difaham.
Abu Yazid al-Busthomi
berkata : jika kamu
melihat seseorang
yang tingkat
keluarbiasaannya
begitu hebat,sampai
dia bisa berjalan di
atas air. Maka jangan
terpukau dulu
olehnya,lihat
bagaimana syariat dia.
Kalau beres,maka ikuti
dia.
Al-Imam Junaid al-
Baghdadi berstatemen :
seseorang yang
mengaku
bertasawwuf,mencapai
tingkat hakikat,tetapi
dia tak hafal al-
Qur'an,tak pernah
belajar hadits,maka
tak bisa dijadikan
panutan dalam hal
tasawwuf ini. Sebab
tasawwuf terikat erat
dengan al-Quran dan
Hadits dan terbangun
dari keduanya.
Maka jika ada orang
mengaku telah
mencapai hakikat,tapi
dia meninggalkan
syariat,maka itu sama
sekali bukan tasawwuf.
Sebab hakikat
sendiri,adalah buah
daripada syariat.
So sebaliknya,jika ada
orang berpegang
teguh pada syariat,tapi
dia tak mencapai
hakikat,maka orang
tersebut masih perlu
mengkoreksi lagi
dirinya,terutama
hatinya.
Semoga catatan
sederhana
ini,memberikan sedikit
gambaran pada
kita,apa itu tasawwuf
yang sebenarnya.
Jangan langsung
mengklaim bahwa
semua yang
bertasawwuf adalah
sesat,kesalahan
sangat besar ini,sebab
tasawwuf lahir sejak
islam ada. Hanya
istilahnya saja yang
muncul belakangan.
Perlu memahami segala
sesuatu dengan
baik,sebelum
memberikan penilaian
akhir. Wallahu a'lam :)

0 komentar:

Followers

Mbh