Selasa, 28 Juni 2011

MEMAHAMI SUNNATULLAH & DIENULLAH

Allah SWT, Tuhan kitaa
adalah zat Yang Maha
Mencipta dan Maha
Mendengar,Dia
menciptakan semua
makhluk dan
mengaturnya menurut
hukum yang dibuatNya
sendiri. Hukum-hukum
Nya itu dapat dipilah
secara garis besar
menjadi dua, yaitu:
Sunnatullah dan
Dienullah.
Sunnatullah mengatur
dan berlaku untuk alam
semesta (makro
kosmos) dan alam
manusia (mikro
kosmos). Hukum ini
tidak diwahyukan,
tetapi dihamparkan
dalam bentangan
realitas alam semesta
dan alam manusia,
yang saemuanya
tunduk patuh
kepadanya dengan
sukarela maupun
terpaksa, hukum
“obyektif”,”pasti”,
dan “tetap”.
Karena tidak
diwahyukan,
pengetahuan manusia
tentang hukum
sunnatullah diperoleh
melalui pengamatan
dan percobaan.
Hasilnya berupa
berbagai disiplin ilmu
dunia atau ilmu umum.
Diantaranya Kimia,
Fisika, Kedokteran,
Astronomy,dll. Ilmu ini
derajad kebenarannya
tergantung pada
seberapa akurat ia
didukung oleh bukti
dan realitas empiric-
obyektif.
Dienullah khusus
mengatur alam manusia
yaitu tentang
bagaimana harus
berprilaku terhadap
penciptanya, dirinya
sendiri, sesamanya,
dan lingkungan. Hukum
dienullah bersifat
subyektif, tidak pasti,
tidak tetap, hukum ini
diwahyukan dan
terangkum didalam
Alqur’an dan Alhadits,
pengetahuannya
diperoleh melalui
pengkajian dan telaah
dalil-dalil naqli (teks-
teks wahyu), hasilnya
mengejawentahkan
dalam beberapa disiplin
ilmu diantaranya
tauhid, tasawwuf,
tafsir, hadits, fiqih,
dsb. Derajad
kebenarannya
bergantung pada
seberapa akurat ia
didukung oleh dalil-
dalil naqli yang
sifatnya legal formal.
Akhirnya apabila
kemarin ada ulama
besar Salafy yang
ngotot bahwa bumi itu
datar dan matahari
mengelilingi bumi
tetntunya perlu
disangsikan
kebenarannya.

0 komentar:

Followers

Mbh