Selasa, 28 Juni 2011

Kiat Untuk Memilih Teman

Ini adalah Kalam Al Habib Abdullah
Bin Alwi Al haddad
tentang cara memilih
teman.

PERSAHABATAN,
pertemanan dan
pergaulan memiliki
pengaruh yang sangat
kuat untuk membuat
seseorang menjadi
baik maupun buruk.
Persahabatan dan
pergaulan dengan
orang-orang yang
saleh dan berbudi
membawa manfaat,
sedangkan
persahabatan dan
pertemanan dengan
orang-orang yang
fasik dan durhaka
membawa bahaya.
Hanya saja manfaat
persahabatan dengan
orang saleh atau
bahaya pergaulan
dengan pendurhaka
tersebut terkadang
tidak tampak secara
langsung, akan tetapi
secara bertahap dan
setelah berlangsung
lama.
Rasûlullâh saw
bersabda:
“Seseorang akan
bersama teman
duduknya.”
“Seseorang itu akan
mengikuti agama
sahabatnya, oleh
karena itu setiap
orang dari kalian
hendaknya
memperhatikan siapa
yang ia jadikan
sebagai teman.” (HR
Tirmidzî, Abû Dâwûd
dan Ahmad)
“Permisalan teman
duduk yang baik
adalah seperti penjual
parfum misk (parfum
yang paling mahal dan
harum). Bisa jadi dia
memberimu, atau
engkau membeli
parfumnya, atau
engkau mencium
keharuman parfumnya.
Sedangkan permisalan
teman duduk yang
buruk adalah seperti
pandai besi. Bisa jadi
dia membakar
pakaianmu, atau
engkau akan mencium
aroma busuk darinya.”
(HR Bukhârî dan Muslim
dengan matan sedikit
berbeda)
Barang siapa ingin
mengetahui bagaimana
pengaruh pergaulan
dengan temannya
tersebut, apakah ia
memperkuat iman,
kesadaran beragama
dan amalnya, atau
justru sebaliknya,
maka hendaknya dia
bandingkan
keadaannya setelah
bergaul dengan orang
itu dengan keadaannya
sebelum bergaul
dengannya.
Jika setelah bergaul
dengannya ternyata
sendi-sendi iman,
akhlak, niat-niat baik
untuk beramal
salehnya semakin kuat
dan kokoh, sedangkan
keburukan dan
kejahatannya semakin
kecil, maka pergaulan
dan persahabatannya
itu bermanfaat bagi
agama dan hatinya.
Jika persahabatan dan
pergaulan tersebut ia
lanjutkan, maka insyâ
Allâh ia akan
memperoleh manfaat
yang sangat besar dan
kebaikan yang sangat
banyak.
Jika setelah bergaul
dengannya ternyata
sendi-sendi
keagamaannya menjadi
semakin lemah dan
menurun, sedangkan
kejahatan dan
keburukannya semakin
banyak, maka
pergaulan tersebut
telah membahayakan
agama dan hatinya
secara nyata. Jika
pergaulan tersebut ia
lanjutkan, maka akan
membawa keburukan
dan bahaya besar
baginya, semoga Allâh
melindungi kita darinya.
Timbanglah semua
pergaulan dengan apa
yang telah kami
sebutkan di atas. Dan
perlu diketahui,
ketentuan di atas
berlaku sesuai dengan
mana yang lebih kuat.
Artinya, selama
kebaikan lebih kuat,
maka diharapkan
pergaulan tersebut
mampu menarik orang-
orang jahat untuk
menjadi baik. Dan
selama keburukan
lebih kuat, maka
dikhawatirkan orang
baik yang bergaul
dengan pendurhaka
tersebut akan
mengikutinya dan
menjadi buruk.
Permasalahan ini
sangat pelik, orang-
orang yang memiliki
mata hati yang jernih
akan memahaminya.
Diperlukan waktu yang
banyak untuk
membahasnya secara
terperinci. Sedangkan
Rasûlullâh saw
bersabda:
“Teman duduk yang
baik lebih utama
daripada menyendiri,
dan menyendiri lebih
baik daripada bergaul
dengan teman yang
buruk.”
(Ucapan Rasul saw
yang singkat ini sarat
dengan makna)
Rasûlullâh saw telah
dikaruniai Allâh
kalimat-kalimat ringkas
yang penuh makna
yang tidak diperoleh
orang-orang terdahulu
dan yang akan datang
kemudian.

0 komentar:

Followers

Mbh