Kamis, 05 November 2009

Bersyukurlah

“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.” (QS Ibrahim : 34)

Ingatlah kepada setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Karena Dia telah melipatgandakan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah telapak kaki kita.

Kehidupan, kesehatan badan, keamanan, sandang pangan, udara dan air semuanya tersedia dalam hidup kita. namun begitulah, kita memiliki semua itu tetapi tidak pernah menyadarinya. Kita memiliki semua itu tetapi tidak pernah mensyukurinya.

“Dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.” (QS Luqman : 20)

Kita memiliki dua mata, satu lidah, dau bibir, dua tangan dan dua kaki. Apakah kita mengira bahwa berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki seringkali bengkak bila digunakan jalan terus-menerus? Apakah kita mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika bisa patah?

Saudaraku, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, sedang sanak saudara di sekitar kita masih banyak yang tak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya. Pernahkah kita merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar kita yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?

Coba pikirkan! Betapa besarnya fungsi pendengaran yang dengannya Allah menjauhkan kita dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata kita yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit kita yang terbebas dari penyakit kulit. Dan renungkanlah betapa dahsyatnya fungsi otak kita yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.

Adakah kita ingin menukar mata kita dengan emas sebesar gunung? Adakah kita ingin menukar pendengaran kita seharga perak satu bukit? Apakah kita mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah kita, hingga kita bisu dibuatnya? Maukah kita menukar kedua tangan kita dengan untaian mutiara, sementara tangan kita buntung?

Begitulah! Sebenarnya kita berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi kebanyakan kita tidak menyadarinya. Kita tetap merasa resah, sedih dan gelisah meskipun kita memiliki nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas dan kesehatan untuk terus berbuat.

Kita seringkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan, karunia, kenikmatan dan sebagainya. Maka pikirkan semua itu dan bersyukurlah!

”Dan pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.” (QS adz-Dzariyat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri kita, keluarga, rumah, kesehatan, pekerjaan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling kita. Dan semoga kita tidak termasuk golongan sebagaimana yang dijelaskan pada ayat berikut.

“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.” (QS an-Nahl: 83)

0 komentar:

Followers

Mbh