Kamis, 05 November 2009

Yuk, Dukung Kampanye Forum Indonesia Membaca!

JAKARTA, KOMPAS.com - Minat membaca masyarakat Indonesia sebetulnya sangat tinggi. Hanya saja, minat itu masih belum dibudayakan, tidak seperti di negara-negara lain yang membudayakan warganya untuk membaca.
”Siapa bilang orang Indonesia tidak suka membaca, minat membaca Indonesia sangat tinggi, kok,” tegas pemerhati buku Dessy Sekar Astina di sela acara pembukaan Indonesian Book Affair 2009, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/11).
Sayangnya, kata Ketua Forum Indonesia Membaca itu, minat membaca Indonesia masih belum dibudayakan. Tidak seperti negara-negara lain yang sudah membudayakan warganya untuk membaca.
Itu sebabnya, lanjut Dessy, komunitas Forum Indonesia Membaca terus berupaya melakukan berbagai kampanye membaca di sekitar lingkungan atau di jalan. Seperti kampanye literasi, misalnya, yang meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai media baca selain buku.
“Banyak jalan agar orang tertarik membaca, yang penting orang tahu media bacanya seperti informasi di internet, televisi, dan majalah. Yang penting harus tahu informasi yang tepat dan sumber yang tepat,” jelas Dessy yang baru menerima penghargaan atas jasanya ikut meningkatkan minat baca masyarakat.
Sejak 2001
Dessy mengatakan, membaca tak selalu harus di perpustakaan, yang dalam banyak benak orang sangat membosankan. Dia mengatakan, perpustakaan dapat menjadi tempat yang menarik untuk menonton, bertukar pendapat, diskusi, dan belajar berorganisasi.
Sebutlah misalnya, kata Dessy, perpustakaan yang didirikan oleh forum ini di Museum Bank Mandiri, Jakarta. Di tempat tersebut, lanjut Dessy, para anggota tidak semata datang untuk membaca, tetapi juga dapat bergabung dalam manajemen organisasi.
Komunitas yang didirikan sejak 2001 itu, jelasnya, berawal dari komunitas kecil yang berkembang di antara mahasiswa, pekerja, dan siswa SMA. Dengan dukungan sekitar 20 orang relawan aktif, Forum Indonesia Membaca terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya baca mereka.
Kini, dengan berkembangnya komunitas baca tersebut, Sekar merasa, bahwa kemitraan antara masyarakat, Pemerintah dan perusahaan sangat diperlukan. Khususnya, untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.

0 komentar:

Followers

Mbh