Kamis, 05 November 2009

TAWADDLU'?

Sebagian besar Brader & Sista -kalau memang tak boleh saya katakan semua, pasti tak menyukai sikap sombong dari orang lain. Yah, tentu saja lah, karena memang sikap sombong adalah sikap yang sangat membuat orang lain terlihat remeh.

Tapi, apakah Brader & Sista sadar, jika terkadang sikap itu muncul pada diri kita?

Hm, ini memang sesuatu yang natural banget. Tapi, bukan berarti kita tak bisa meninggalkan kebiasaan ini. Brader & Sista, dalam Islam ada pelajaran tawaddlu' (saya bingung mengartikannya antara rendah hati atau rendah diri!). Sikap ini adalah sikap yang dimiliki oleh para Nabi dan orang2 Saleh -insyaAllah Brader & Sista semua termasuk org saleh, amin. Tawaddlu' adalah perasaan remeh dan rendahnya diri ini terhadap Allah Yang Maha Mulia, juga terhadap orang2 yang Dia memerintahkan kita agar kita bersikap tawaddlu' dg mereka, contohnya Para Rasul, Pimpinan yang adil, seorang ulama, seorang ayah atau ibu, orang2 tua. Tawaddlu' seperti ini adalah terpuji. Tapi, jika kita bertawaddlu' pada orang2 yang memuji dunia (lupa akhirat), orang2 dzalim, maka ini bukan tawaddlu, tapi memang remeh, remeh yg tak mulia sama sekali, yang tak ada sangkut pautnya dengan agama.

Salah satu hadits berkata, "Dan tak ada satupun orang yang tawaddlu' pada Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya." Dan, perbandingan dari kata2 ini, adalah jika ada orang yang takabbur atau sombong, maka Allah pun akan meremehkannya!

Ya, memang terkadang ada yang merasa, bahwa 'saya lebih baik daripada dia'. Lalu, dia menghitung kebaikan diri sendiri. Ups, jangan dong. Ini sikap yang kurang terpuji. Para Ulama mengajari kita, jika melihat orang lain, maka pikirkan, bahwa dia mngkin lebih baik drpada saya. Melihat orang kaya, semisal, jangan katakan, 'wah, orang ini pelit.' Tapi pikirkan, 'wah, orang ini mngkin selalu bersyukur dg pemberianNya.' Atau saat melihat orang miskin, jangan katakan, 'Ah, siapa sih dia.' Tapi pikirkan, 'Dia ini mungkin orang yang selalu bersyukur pada Allah atas smw nikmat meski sedikit, dan sll bersabar. Bukankah org yg bersukur/bersabar dicintai oleh Allah? Lalu siapa sih diri ini. Bersyukur kurang, bersabar jarang.' Gitu. Tempatkan orang lain dg tempat yang lebih tinggi, dg begitu kita tak sombong. Tapi catat, kecuali pada orang yang jelas dzalim.

Rasulullah, Brader & Sista bayangkan, suatu hari berjalan melewati anak2, bliau pun mengucapkan salam pada mereka. Pernah juga ada seorang budak wanita, menggandeng Rasulullah, meminta tolong beliau untuk membantu menyelesaikan sesuatu. Rasul pun menurutinya. Bayangkan, seorang Rasul yang paling mulia diantara semua Rasul, melakukan hal seperti ini! Karena memang beliau adalah pribadi yang sangat bertawaddlu pd orang lain, juga karena besarnya cinta beliau pada semua orang, plus juga, mengajari saya, Brader & Sista -bagian ummatnya- untuk mau meniru beliau! Allahumma shalli wa sallim 'ala Rasulillah. Beliau, sang Rasul, pun dirumah -meski banyak shahabat yang suka rela membantu beliau untuk urusan beliau, beliau pun tetap mengerjakan sendiri urusan rumahnya. Memerah susu, menambal baju, dan lainnya. Beliau seorang Rasul, seorang Sangat Mulia, tapi mengerjakan ini semua?

Yaps, sungguh benar ketika seorang syair berkata, yg artinya:
Tawaddlu'-lah, kau akan seperti bintang, yang terlihat dipermukaan air, padahal dia sangat tinggi disana.
Dan jangan seperti asap, yang merasa dirinya tinggi di udara, padahal dia hanya dibawah saja.

Yow, belajar tawaddlu' yuk!

0 komentar:

Followers

Mbh