Kamis, 19 November 2009

Akan Kukemanakan Cinta Ini...?

بسم الله الرحمن الحيم

Sudah menjadi tabi'at manusia, adalah mencintai keselamatan diri, harta, keturunan, keluarga, dan kawan kerabatnya, ini merupakan insting seseorang yang takan berobah berdasarkan hukum sunnatullah, Allah berfirman:
ولن تجد لسنة الله تبديلا
"Kamu sekali kali tidak akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu" (al fath: 23).

Saudaraku... kecenderungan menjaga keselamatan anggota badan merupakan sesuatu yang dicintai dan dicari, karena keutuhan yang sempurna ada pada keselamatan itu.

Begitu juga dengan harta, merupakan sesuatu yang dicintai dan dicari, bukan karena hartanya tapi fungsinya dalam menopang keberlangsungan hidup.

Saudaraku... cinta pada sesuatu bisa disebabkan oleh ketertarikan dalam mendapatkan bagian dari yang dicintai, seperti mencintai keselamatan diri dan mencintai harta, adalah karena keinginan untuk mendapatkannya sebagai sesuatu yang dimiliki dalam menjaga keberlangsungan hidup, tapi adakalanya sesuatu yang kita cintai mempunyai kekuatan daya tarik pada dzatnya, seperti kecintaan kita pada keindahan sungai yang jernih alirannya, pemandangan hijau nan asri, bukanlah karena keinginan untuk mengambil bagian dan mempergunakannya tapi kecintaan itu lahir pada murninya keindahan.

Saudaraku... begitu juga kecintaan kita pada Allah, bukan untuk mendapatkan bagian dari-Nya tapi murni karena keindahan berupa kesempurnaan sifat dalam asma-Nya, kekuasaan dalam ciptaan-Nya, kelembutan dalam karunia-Nya, Rosulullah bersabda:
ان الله جميل و يحب الجمال
"sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai sesuatu yang indah" (shohih muslim, hadits Ibnu Mas'ud).

Saudaraku... semakin banyak kadar cintamu kepada Allah maka akan semakin terasingkan cintamu pada keindahan dunia, begitu juga sebaliknya, semakin banyak kadar cintamu pada keindahan dunia, maka akan semakin mengecil volume cintamu pada-Nya, Allah berfirman:
ما جعل الله لرجل من قلبين في
جوفه
"Allah sekali kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya" (al ahzab: 4)


Saudaraku... jika hatimu terpenuhi cinta pada Allah, maka keindahan dan urusan dunia takkan menyibukkan atau memalingkan dirimu dari cinta-Nya, firman Allah:
قل الله ثم ذرهم في حوضهم يلعبون
"katakanlah (ya Muhammad) Allah-lah (yang menurunkannya) kemudian biarkanlah mereka bermain main dalam kesesatannya" (al an'am: 91).

Saudaraku... dari tela'ah yang sederhana di atas, dapat kita simpulkan bahwa keabadian dan keindahan adalah sesuatu yang dicintai dan dicari oleh setiap insan, namun walau demikian banyak dari kita tidak memperhatikan hakikat cinta yang dapat membawa kita pada keindahan yang abadi, mengapa bisa terjadi seperti demikian? Jawabnya, karena kita tidak mengenal dan belum mencintai Tuhan, tidaklah orang yang mengenal dan mencintai Tuhan akan melakukan sesuatu yang dapat menjauhkannya dari keindahan abadi di sisi-Nya.

Saudaraku... Mari kenali Tuhan kita, agar kita tahu bahwa keindahan syari'at islam, keindahan alam ciptaan, merupakan keindahan yang Allah ciptakan sebagai jembatan kita sampai pada keindahan yang hakiki dan abadi, jadikan diri kita salah seorang yang mendapat panggilan-Nya:
"dan diserukan pada mereka, itulah syorga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan" (al a'rof: 43). Dan mari menjadi hamba yang masuk pada firman Allah dalam hadits qudsi, sabda Rosulullah: "telah Aku sediakan bagi hamba hamba-Ku yang soleh sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas pada hati manusia". (shohih bukhori, dari hadits Abu Hurairoh).

Saudaraku... apa yang masih kita tunggu? Sungguh kematian tidak dapat kau prediksi, mari segera pergunakan cinta pada tempat dan porsinya. Wallahu muwafiq ilaa aqwaami toriq, wallahu a'lam bishawab.

0 komentar:

Followers

Mbh