Jumat, 20 November 2009

TASAWWUF BERDASAR AL-QUR’AN DAN HADITS

Tulisan ini saya buat kpd mereka yg memusuhi dunia tasawuf, dg cara pandang taqlid buta, tanpa melacak hakikat dan prinsip2 thariqat. Tulisan ini saya tujukan kpd orang2 yg memahami secara salah terhadap tasawuf, semata karena kebodohannya terhadap hakikat tasawuf itu sendiri. Padahal tasawuf merupakan sisi praktek, ruh, rasa dan perilakunya dlm Islam.
Ruhnya (Islam) adalah firman Allah SWT.
1. QS. Asy-Syamsu:7-10 yg terjemahnya:
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Dan ilmu tasawwuf merupakan ilmu menyucikan jiwa, di dalam tasawuf dijelaskan tahapan2 bagi seseorang yg menempuh jalan sufi mulai dari Tobat, Mujahadah (bersungguh-sungguh dlm ibadah),zuhud,dan seterusnya

2. QS. Al-A’laa: 14-15 yg terjemahnya:
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.

Tasawuf merupakan jalan untuk membersihkan hati dari kotoran2 batin sehingga dia bisa beriman dg sempurna sebagaimana ayat di atas.

3. QS. Al-Ankabut: 69 yg terjemahnya:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Ini adalah praktek dari tasawuf yaitu mujahadah.

4. Hadits Rosulullah saw, yg terjemahnya:
Al-Ihsan, adalah hendaknya engkau menyembah kpd Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya, maka apabila engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.
(HR. Muslim, Tirmidzi, Abi Daud dan Nasa’i)

Dengan tasawuf seseorang bisa mencapai al-Ihsan yg merupakan wujud nyata dari praktek al-Islam dan al-Iman. Karena tasawuf mengintegrasikan dunia syari’at dan hakikat.

Tasawuf ini berdasar Qur’an dan Hadits, tidak sedikit pun keluar dari dua pijakan tersebut walaupun selangkah semut.
Tasawuf prinsipnya bukanlah tambahan atas kandungan al-Qur’an dan Sunnah rosulullah saw. Tetapi merupakan implementasi / aplikasi dari Qur’an dan Sunnah Rosulullah tsb.

Tasawuf ini tasawuf yg benar, tasawuf ahlussunnah waljama’ah yg berdasar dua tokoh sufi yaitu Syekh Imam Ghozali dan Syekh Imam Abu Qosim al-Junaidi. Dan tasawuf aswaja juga tidak setuju dg tasawufnya al-Hallaj (hulul) atau tasawufnya Ibn Arabi (ittihad).
Tasawuf Syekh Imam Ghozali dan Syekh Imam Abu Qosim al-Junaidi adalah tasawuf yg tidak meninggalkan syari’ah dan aqidah yg benar (tetap berdasar Qur’an dan Hadits)

Demikian tulisan saya, semoga yg salah paham akan tasawuf menjadi paham.

Alfaqiir ilalloh Adi Sufi

0 komentar:

Followers

Mbh