Kamis, 19 November 2009

Sunni-Syiah “Bersatu” di Dunia Maya

Tuesday, 10 November 2009 13:21 NASIONAL

Upaya mempersatukan Sunni-Syiah sering dilakukan beberapa pihak, meski akhirnya berujung gagal. Bisakah dunia maya mempersatukannya?

Hidayatullah.com--Sebuah grup di situs jejaring sosial facebook berkampanye untuk menyatukan Sunni dan Syiah. Grup ini diberi nama Sunni-Syiah Bersatu (Sunni-Shia Unity). Sampai berita ini ditulis tercatat 854 orang yang telah menjadi anggota, baik dari Sunni ataupun Syiah.

Setiap anggota grup ini tidak diperbolehkan berkomentar atau menyebarkan tulisan yang berbau perpecahan. Admin mewajibkan anggota grup melepaskan mazhab yang diyakininya dalam berdiskusi.

Bila melanggar, admin tidak segan-segan menegur dan membatalkan status keanggotaan di grup tersebut.

Dalam pengamatan www.hidayatullah.com, memang sempat ada anggota grup ditegur oleh admin terkait unduhan tulisan. Hanya komentar-komentar yang “menyejukan” yang tidak dihapus admin.

Bertentangan

Menanggapi semangat mempersatukan Sunni-Syiah ini, Farid Okbah, Direktur Islamic Center Al Islam Bekasi mengatakan, upaya mempersatukan Sunni-Syiah ini sebetulnya pernah dilakukan tokoh-tokoh Islam di berbagai negara. Mesir dan Suriah, misalnya.

Namun upaya-upaya itu selalu gagal. Farid mengatakan sampai kapan pun Sunni-Syiah tidak akan pernah bersatu, karena memang pokok ajarannya sangat berbeda.

“Ahlussunnah menghormati sahabat, Syiah mencaci sahabat. Itu kan jelas bertentangan,” tegas ustadz yang memfokuskan diri dengan kajian akidah ini.

Farid berkisah, upaya mempersatukan Sunni-Syiah ini pernah juga dilakukan tokoh-tokoh Islam dunia yang tergabung dalam komunitas ulama se-dunia. Syaikh Yusuf Al Qardhawi secara aklamasi diangkat menjadi ketua komunitas tersebut.

“Nyatanya persatuan itu malah menguntungkan kelompok Syiah,” kata Farid kepada www.hidayatullah.com.

Syiah itu, sambung Farid, penuh dengan kepura-puraan. “Mereka (kelompok Syiah) malah berupaya melakukan Syiahisasi dalam semangat persatuan itu,” jelas pengisi kajian Akidah di Radio Dakta FM Bekasi ini.

Untuk itu, Farid meminta agar jamaah ahlussunnah tidak bergabung dalam grup Sunni-Syi’ah Unity.

“Tidak perlu-lah ahlsunnah bergabung dalam grup itu. Lebih baik energi kita digunakan untuk mempersatukan ahlussunnah yang masih pecah ini,” kata Farid.

Lalu bagaimana kalau gabung ke grup itu hanya sekadar berdiskusi? Farid mengatakan, ahlussunnah tidak perlu berdiskusi dengan Syiah. Karena berdiskusi dengan Syiah tidak akan mencapai titik temu.

Diskusi dengan kelompok Syiah bisa dilakukan bila seseorang sudah berstatus ulama. Kalau kadar keilmuan masih dangkal, jangan coba-coba berdiskusi dengan orang Syiah. Karena bisa jadi malah terpengaruh dengan retorika Syiah.

Farid juga mengingatkan kepada umat Islam tentang gencarnya dakwah Syiah di dunia maya.

“Dakwah Syiah di dunia maya lebih marak dibanding dakwah ahlussunnah. Untuk itu saya berharap umat Islam berhati-hati,” tukas Farid. [syaf/www.hidayatullah.com]

0 komentar:

Followers

Mbh