Jumat, 20 November 2009

ANALISA AL IMAM JALALUDDIN ASSUYUTHI, SAMPAI APA TIDAK PAHALA BACAAN ALQURAN KEPADA MAYIT?

Al Imam Al Hafidz Jalaluddin Assuyuthi dalam kitabnya Syarah Ashudur, hal 310 bab Fi Qiroatil Quran Lil Mayyit Au Alal Qobri, mengatakan : Terjadi perbedaan pendapat di dalam sampainya pahala bacaan al quran kepada mayit, maka jumhur salaf dan Imam yang tiga (Al Hanafi, Imam Malik, Imam Ahmad) berpendat hal itu sampai kepada Mayit, dan imam syafi'i menyelisihinya, dan berpendapat tidak sampai, dengan berdasar dengan ayat 39 surat Annajm : " Dan bahwasany seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah di usahakanya ".


Para Ulama Mutaqaddimin pun menjawab pendapat Asyafi'i yang berdasar dengan ayat itu dari berbagai sisi pendapat.

1. Ayat itu (Annajm 39) di nasakh dengan ayat 21 surat Atthur " Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan ", ayat ini menerangkan Amal bagusnya aba' (bapak-bapak) bisa memasukan surga abna' (anak-anak) mereka, (dengan lantaran anak-anak yang mengikuti keimanan bapak-bapak mereka).

2. Ayat itu (Annajm 39) hanya terkhusus atas kaum Nabi Ibrahim dan kaum Nabi Musa, adapun umat Nabi Muhammad adalah Ummatun Marhumatun (Umat yang di belas kasihi), maka segala perkara, bagi mereka pun di lapangkan dan di beri kelonggaran. Ini pendapat Ikrimah.

3. Yang dimaksud Al Insan pada ayat 39 Annajm adalah orang kafir, adapun orang Mu'min maka baginya kelonggaran dan kelapangan, ini pendapat Arrabi' bin Anas.

4. Ayat 39 Annajm " Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah di usahakanya ". Maksud ayat itu adalah di pandang dari sudut pandang Adil (keadilan), adapun ketika di pandang dari sudut pandang Fadhal (penganugrahan), maka adalah hak bagi Allah untuk menambahinya dengan tiada batas. ini pendapat Alhusain bin Alfadhal. (seperti, orang beramal 1 kali tapi di balas 10 kali).

5. Bahwasanya Huruf jar Lam Pada Kata "Lil Insan" (bagi manusia) (annajm 39), itu menggunakan makna Huruf jar Ala, maksudnya "Alal Insan" (atas manusia), dan mereka para ulama berdalih atas sampainya pahala dengan jalan qiyas sampainya do'a kepada mayit, shodaqoh, puasa, haji dan memerdekakan budak, maka sesungguhnya tidak ada beda antara menghadiahkan pahala haji, shodakoh, wakaf, do'a atau bacaan Al Qur'an.

Dan sesungguhnya orang-orang muslim dalam setiap masa senantiasa mereka berkumpul dan membacakan Al Qur'an untuk orang-orang mati mereka dengan tanpa ke ingkaran, maka hal itu pun menjadi Ijma'. Semua keterangan itu dituturkan oleh Al Hafidz Syamsuddin bin Abdul Wahid Al Maqdisyi Al Hanbali dalam satu juz yang beliau susun dalam kitab " Al Mas'alah ".

Berkata Azza'faroni : Aku bertanya kepada Asyafi'i tentang membaca Al Quran di pekuburan, Asyafi'i menjawab : La ba'sa bihi (tiada mengapa),

dan berkata Annawawi di Kitab Syarah Al Muhadzab : dianjurkan untuk orang yang ziarah kubur yaitu membaca Al Qur'an dan kemudian mendoakanya, ini adalah nash dari Asyafi'i, dan ini adalah kesepakatan Ashabussyafi'i, (dan Annawawi menambahkan pada akhiran pembicaraanya), dan apabila mengkhatamkan Al Qur'an di pekuburan maka hal itu lebih utama.

Dan meriwayatkan hadits, Imam Alkholal dalam Al Jami', dari Asya'bi, berkata : Adalah sahabat anshar, bilamana ada yang meninggal, mereka bergantian ke kuburnya untuk membacakanya Al Qur'an.

Dan meriwayatkan hadits, Imam Abu Muhammad Asyamarqandi di dalam keutamaan-keutamaan Lafadz Qul Huwallahu Ahad, dari Ali " Barang siapa yang melewati pekuburan dan membaca Qul Huwallahu Ahad, sebelas kali, kemudian menghibahkan pahalanya kepada orang-orang yang mati, maka dia diberi pahala sebanyak bilangan orang-orang yang mati tersebut "

dan meriwayatkan hadits, Abul Qasim Sa'ad Bin Ali Azzanjani di dalam faidah-faidah "Qul Huwallahu Ahad", dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah bersabda : barang siapa memasuki pekuburan, kemudian membaca Alfatihah dan Qul Huwallahu ahad dan Alhakumuttakatsur, kemudian berdo'a : "Ya Allah, sesungguhnya aku jadikan pahala dari apa yang aku baca dara Kalam-Mu, untuk ahli kubur, dari orang-orang mu'min laki dan perempuan". Maka mereka akan memintakan Syafa'at kepada Allah untuk orang tsb.

Dan mengeluarkan hadits, Abdul Aziz shohib Kholal dengan sanadnya, dari Anas r.a bahwa Rasulullah bersabda : barang siapa memasuki pekuburan, lantas membaca surat Yasin, maka Allah meringankan (siksa) mereka (ahli kubur). Dan baginya pahala kebaikan sebanyak bilangan ahli kubur yang dipekuburan itu.

Berkata Al Qurthubi di dalam mengomentari hadits " Bacakanlah orang-orang matimu Yasin ", hadits ini bisa dikondisikan, bermaksud untuk membacakan yasin ketika orang menjelang kematianya, dan bisa di kondisikan dibacakan di kuburnya.

Berkata Al Imam Muhibbutthobbari, dari Imam Ahmad bin Hanbal, berkata : Ketika kalian masuk ke pekuburan, maka bacalah Alfithah, Mu'awwidzatayn, Qul Huwallahu Ahad, dan jadikanlah kesemuanya itu untuk ahli kubur, maka sesungguhnya hal itu sampai kepada mereka.

Yakher, baca sendirilah kitab nya Assuyuthi yang berjudul Syarah Ashudur Bi Syarhi Halil Mauta wal Qubur, beliau mencantumkan puluhan riwayat tentang sampainya pahala bacaan Al Quran kepada Mayit, walaupun terkadang ada hadits dho'if sanad yang di pakai, tapi karena banyak nya riwayat yang semakna dengan itu hadits, maka otomatis hadits-hadits itu saling menguatkan satu sama lain, dan naik statusnya menjadi Hasan Lighoirihi, dan tentu bisa dijadikan hujjah. Tahlilan, yang disitu mengandung bacaan Al Quran, terutama Al Fatihah, Muawwidzatayn, Al Ikhlash, awal akhir surat Al Baqoroh, itu sesuai dg nash-nash diatas.

0 komentar:

Followers

Mbh