Kamis, 19 November 2009

Pandangan Imam Ibnul Qayyim tentang Ziarah Kubur, Membaca al-Qur'an di Kuburan, Pembacayaan Yasin dan Mengirim Do'a

Assalamu'alaikum


Semua riwayat dibawah ini saya kutip dari kitab 'Lil Ruhnya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi,

Membacakan Yasin pada mayit mengandung manfaat juga bagi yang hidup, dimana isi dari surat Yasin ada terselip pengertian tentang tauhid, hari kiyamat dan berita gembira tentang sorga:
"Sesungguhnnya aku beriman kepada Tuhanmu, sebab itu dengarlah perkataanku. Dikatakan kepadanya :Masuklah surga! Dia menjawab : Ah sekiranya kaumku mengetahui, apa sebab Tuhanku memberikan ampunan padaku dan menjadikan aku termasuk orang yang di muliakan.(QS. Yasin 25-27)
Surat ini merupakan hati dari Al Quran, dan sangat bermanfaat bagi siapa yang suka membacanya, serta memperhatikan maknanya. Demikian pula ruh orang yang merasa gembira karena menggugah untuk dapat bertemu Allah dalam keadaan cinta dan ridho.

1.Ibnu Faraj Al-Jauzy berkata: Kami berada di sisi guru kami, Syekh Abil Waqt Abdil Awwal, yang pada akhir hayatnya memandang langit sambil berkata : Ya Laita qaumi ya'lamun bima ghofaro li Robbi wa ja'alni minal mukromin.(Qs Yasin 25-27.)

2. Al-Kholal bercerita, dari As Sy'abi berkata:Bahwa kalangan Anshor, jika ada yang mati diantara mereka saling berganti-ganti datang ke kuburnya untuk membacakan Al-Quran.
demikian kebiasaan membaca Yasin telah berlangsung lama sekali, sejak dulu hingga sekarang.

3.Al Kholal berkata: bercerita kepadaku al Hasan bin Ahmad al Waraq, bercerita kepada Ali bin Musa al Haddad yang dikenal sebagai orang jujur, berkata: Aku bersama Ahmad bin Hambal dan Muhammad bin Qadammah al Jauhary pada seorang jenazah
Setelah dikuburkan, seorang lelaki buta duduk membaca sesuatu lalu
Ahmad bin Hambal berkata kepada lelaki itu: Hei membaca sesuatu di kuburan itu bid'ah!
setelah kami keluar dari kuburan itu,
Muhammad bin Qadammah berkata kepada Ahmad bin Hambal: Wahai abi Abdullah apa yang anda katakan kepada Mubassyir al halby itu?
Ahmad bin bin hambal berkata: Kepercayaan
lalu Ali bin Musa berkata :apakah anda mencatat itu
Ahmad menjawab:Ya.
kemudian Mubassyir memberitahukan kepadaku dari Abdirrahman bin Al A'la bin Al Jallaj dari ayahnya yang berwasiat dengan bacaan permulaan Al-Baqarah, dan akhirnya dirinya di kuburkan.Kemudian apa yang didengar oleh Mubassyir, dari Ibnu Amr bin Ash
maka Ahmad berkata kepadanya : kembali lagi dan bacalah!

4. Ibnu abid Dunya berkata, dari riwayat Abu Ubaidah bin Buhair sebagian sahabatnya berkata : Aku bermimpi tentang saudaraku, lalu dia berkata : Adakah doa orang hidup sampai kepadamu?
Ia menjawab: Ya, demi Allah, seperti kilauan cahaya kemudian dipakaikannya.

5.Bisyar bin Gholib berkata : Aku bermimpi Rabi'ah, karena aku banyak berdo'a untuknya, maka dia berkata kepadaku
Ya Bisyar bin Gholib hadiahmu kepadaku datang seperti sebuah cahaya yang dibungkus dalam sutera.
Aku bertanya: bagaimana itu ?
Rabi'ah menjawab: begitulah setiap do'a orang mukmin kepada mayit, akan diterima dan malaikat berkata : ini hadiah dari saudaramu untukmu

5.Umar ibnu Jarir berkata: Jika seseorang berdoa untuk saudaranya yang mati, datang malaikat ke kuburannya, lalu berkata: Hei orang asing yang berada di dalam kubur, ini hadiah dari saudaramu yang merasa iba kepadamu

Modal pertama dari semua riwayat yang kami tuturkan di atas adalah kejujuran dari perawi-perawinya. Kalau memang demikian adanya, maka benar pula kenyataan isinya. Bahwa mayit dapat mengetahui sesuatu yang kecil-kecil waktu hidupnya, maka peristiwa yang besar, seperi ziarah ke kuburannya atau doa dan talqin untuknya, jelas mereka mengetahuinya.

Jika kepercayaan atas kejujuran orang banyak telah diingkari, betapa kita akan mempercayai kejujuran orang yang sedikit atau satu orang saja.

Demikian syariat ajaran Islam, dan demikianlah secara logika bahwa dari faktor kejujuran, suatu masalah dapat di benarkan pula. Kejujuran adalah premis mayornya dan kebenaran adalah premis minornya.

(dirangkum dari kitab 'lil Ruh,Ibnul Qayyim,Penerbit PT. Bina Ilmu Surabaya,1979)


Wallahu'alam bish-showab
Haddanallahu wa iyyakum ajmain

wasalamu'alaykum

0 komentar:

Followers

Mbh