Kamis, 19 November 2009

“3 Pasien Jantung”

Suatu ketika di suatu negeri, terdapat Rumah Sakit yang cukup besar, dan sangat diakui akan kehandalannya. Dokter-dokter disanapun sangat mumpuni, baik pendidikan dan pengalaman mereka. Banyak dokter-dokter spesialis disana.

Hingga suatu ketika, tiba-tiba salah satu dokter senior sedang kebingungan terhadap ketiga pasiennya yang baru datang. Beliau ini adalah dokter spesialis jantung, entah apa titelnya, yang jelas beliau sangat ahli dalam jantung, termasuk mencangkok dan mengganti jantung.

Kebetulan, ketiga pasien ini dalam kondisi yang parah, yakni jatung mereka telah rusak. Dan jalan satu-satunya untuk di sembuhkan adalah dengan mengganti jantung mereka dengan jantung donor.

Pasien pertama adalah seorang laki-laki yang sudah cukup tua, umurnya sekitar 70-an. Beliau adalah seorang profesor. Beliau diantar dengan diringi keluarga dan para mahasiswanya.

“Pak dokter, tolonglah pak Profesor ini. Pemikiran beliau sangat berharga untuk pendidikan di negeri ini. Selamatkan dia pak dokter! Berikanlah dia kesempatan untuk menyelesaikan buku, yang sangat berharga bagi negeri ini!” Pinta para keluarga dan mahasiswanya.

Kemudian tak lama, pasien kedua datang. Beliau ini hanya laki-laki biasa berumur 30 tahunan, yang memiliki 3 anak yang masih kecil-kecil. Dan beliau adalah tulang punggung keluarganya dalam mencari rezeki.

“Tolong pak dokter! Sembuhkan suami saya pak dokter!” mohon sang istri kepada dokter dengan tangisannya. Terdengar pula tangisan anak-anak disana menatap ayahnya yang kaku tak bergerak.

Disaat bersamaan, datang pula keluarga yang membawa anaknya yang masih kecil, yang berumur sekitar 3 tahun. Ayah dan Ibu ini menangis meronta-ronta memohon kepada sang dokter agar anak mereka diselamatkan jantungnya.

“Tolong pak dokter, putri kami ini sangat kami nantikan kehadirannya hingga bertahun-tahun, hingga sekarang kami bisa mendapatkannya. Jadi tolonglah, berapapun biayanya akan saya bayar. Asal kami bisa melihat putri kami ini bisa tumbuh dewasa dan cantik” tangis dan pinta sang bunda.

….

Sang dokter termenung di ruang beliau. Butiran-butran air mata menetes mengalir di pipinya. Beliau kebingungan ketika melihat stok jantung donor hanya tinggal satu. Sedangkan yang membutuhkan 3 orang. Dan sangat tidak mungkin menunggu donor jantung dari negeri lain, karena membutuhkan waktu yang lama.

“Tidak ada jalan lain! Selain mengorbankan dua dari tiga pasien saya! Tapi yang mana yang harus saya pilih untuk diselamatkan?” Pikir keras beliau.

Sekilas saya perhatikan dari berbagai opini sahabat sekalian, kebanyakan anda cenderung mengambil keputusan untuk memlih : (dari yang terbanyak hingga yang paling sedikit)

1. Ayah dari ketiga anak.
2. Anak berumur 3 tahun
3. Profesor tua
4. Masih bingung dan ragu

Perlu sahabat sekalian ketahui, bahwa Cerita “3 Pasien Jantung” ini, dulu pernah saya sampaikan di dalam sebuah training kepemimpinan. Tujuan cerita ini memang disengaja agar terjadi konflik. Sehingga peserta training terpancing untuk mengutarakan opini mereka. Yang pada sebelumnya mereka malu, takut, dan bimbang mengutarakan pendapatnya. Alhamdulillah, salah satu tujuan training tercapai.

Perdebatan sehatpun muncul ditengah mereka. Mereka saling kukuh mempertahankan pendapatnya. Berbagai pendapat dan pemikiran mereka lontarkan semua. Sehingga materi training jadi terasa sangat hidup.

Kemudian mungkin masih ada pertanyaan dalam diri anda, ”lalu keputusan manakah yang paling benar?” sebuah pertanyaan yang sama dari para peserta training.

Jawaban saya simpel. Yakni jawaban anda benar semua, ketika anda memilih salah satu dari ketiga pasien tersebut. Dan yang salah adalah ketika anda masih dalam kebimbangan dan tenggelam dalam keraguan dan tidak berani mengambil keputusan. Bahkan hingga saat ini anda masih ragu.

(eit... sebentar... jangan protes dulu ya..! ^_^)

Sahabatku, mungkin kita semua pernah menghadapi suatu masalah yang dilematis. Ketika harus memutuskan A, bisa jadi salah, dan kalo B, bisa jadi salah juga. Sehingga tak jarang kita berputar-putar dalam kebimbangan dan keraguan, sehingga tanpa sadar permasalahan tersebut malah semakin bermasalah.

Itulah hikmah dari cerita ini. Keberanian, ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan adalah poin utama. Timbanglah segala masalah secukupnya dan sewajarnya, kemudian ambil keputusan. Dengan menyebut nama-Nya, yakinlah keputusan itu yang terbaik. Kalaupun toh keputusan tersebut salah, saya kira itu jauh lebih baik daripada anda tidak berani mengambil keputusan.

Maka saya ucapkan selamat bagi anda yang telah berani dan tegas dalam mengambil keputusan. Dan itu berarti anda berhak mendapatkan hadiah..., ya, hadiah sebuah doa dari saya. Semoga segala keputusan anda adalah keputusan yang terbaik! Amin.... he he.. ;)

Dan bagi anda yang masih ragu, dan belum mengambil keputusan. Atau yang sudah mengambil keputusan, tapi kurang tegas, karena masih ada keraguan dalam diri anda. Maka latihanlah untuk mengambil keputusan dengan tegas. Terutama bagi anda yang seorang pemimpin. Baik pemimpin perusahaan, Organisasi, atau anda seorang pemimpin keluarga. Dan saya yakin, anda sekalian paling tidak adalah seorang pemimpin bagi diri anda sendiri. Anda harus berani memutuskan dengan tegas, apa tindakan anda!

Jazakumullah telah membaca tulisan ini, semoga anda menjadi pribadi yang tegas dalam mengambil keputusan. Keputusan tuk menapaki setiap langkah kehidupan yang lebih baik, dan lebih baik lagi...

Salam Motivasi...!!!

0 komentar:

Followers

Mbh