Jumat, 20 November 2009

Kanker Paru Pembunuh Nomor Satu

Lebih dari 1,3 juta kasus baru kanker paru dan bronkus di seluruh dunia, menyebabkan 1,1 juta kematian tiap tahunnya. Dari jumlah insiden dan prevalensi di dunia, kawasan Asia, Australasia, dan Timur Jauh berada pada tingkat pertama dengan estimasi kasus lebih dari 670 ribu dengan angka kematian mencapai lebih dari 580 ribu orang. Sampai saat ini kanker paru masih menjadi masalah besar di dunia kedokteran. Kanker paru sulit terdeteksi dan tanpa gejala pada tahap awal. Sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru melakukan reproduksi liar sehingga menyebabkan tumbuhnya tumor yang menghambat dan menghentikan fungsi paru-paru sebagaimana mestinya. Besarnya ukuran paru-paru menyebabkan kanker tumbuh bertahun-tahun tak terdeteksi dan tanpa gejala. penyakit ini baru bisa dideteksi setelah kanker mencapai stadium lanjut.

Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab kematian utama kaum pria dan lebih dari 70 % kasus kanker itu baru terdiagnosis pada stadium lanjut (stadium IIIb atau IV) sehingga hanya 5 % penderita yang bisa bertahan hidup hingga 5 tahun setelah dinyatakan positif.
Penyebab
- Merokok, risiko terkena penyakit makin besar seiring dengan banyaknya jumlah rokok yang diisap dan semakin mudanya usia awal merokok.
- Mengisap asap rokok, perokok pasif juga rentan terkena kanker paru-paru meski kemungkinannya tidak sebesar perokok aktif. Di beberapa keluarga para perokok aktif dapat menjadi 'penyebar' kanker paru karena hubungan genetika.
- Masuknya zat-zat kimia seperti asbestos, uranium, chromium, dan nikel ke dalam tubuh. namun kasus ini jarang terjadi. Polusi udara juga dicurigai sebagai penyebab kanker paru namun masih sulit dibuktikan.

Gajala
- Batuk yang terus menerus dan berkepanjangan
- Infeksi dada yang tidak kunjung sembuh
- Napas pendek-pendek dan suara parau
- Batuk berdarah dan berdahak
- Nyeri pada dada, ketika batuk dan menarik napas yang dalam
- Hilang nafsu makan dan berat badan

Perawatan
Pasien penderita kanker paru-paru biasanya dirawat tidak hanya dengan satu terapi tetapi dengan menggunakan kombinasi dari berbagai terapi.
- Bedah, yakni dengan mengangkat sel-sel kanker.
- Radioterapi, teknik yang menggunakan sinar X dosis tinggi. Penyinaran ini dapat dilakukan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh dengan mendekatkan zat radioaktif pada tumor.
- Kemoterapi, pengobatan dengan menggunakan obat keras yangd apat membunuh sel kanker namun juga dapat membunuh sel normal.
- terapi Photodynamic, merupakan cara perawatan baru, sering digunakna dalam percobaan klinis.
- Immunoterapi, penggunaan obat-obatan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar menyerang kanker dalam tubuh.
- Terapi gen merupakan metode membasmi mutasi genetika yangmenjadi penyebab kanker.
- Penggunaan obat.
Sumber : Koran Media Indonesia No. 9204/Tahun XXXVII

Perokok Terancam Kanker Nasofaring

Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Itulah isi pesan yang tertera di setiap bungkus rokok yang beredar di pasaran Indonesia.

Pesan singkat tersebut bukannya asal tulis, sebab kebiasaan mengisap rokok ditengarai dapat mengundang beberapa penyakit. Seperti rilis yang dikeluarkan para dokter yang tergabung di dalam Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) , Jakarta, Sabtu (19/7) bahwa kebiasaan merokok dapat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kanker nasofaring.

Menurut dr. Marlinda A. Yudharto, Sp.THT. kebiasaan menghabiskan rokok 10 batang setiap hari dapat memicu 2,06 kali meningkatnya resiko terkena kanker nasofaring. "Selain orang dewasa, kanker nasofaring juga bisa menyerang pada anak-anak, yang sehari-hari berada di lingkungan yang dipenuhi oleh asap rokok," terang Linda.

Linda menerangkan, setiap tahun ada sekitar 150-175 orang yang datang berobat akibat terserang kanker nasofaring. Kisaran tersebut setiap tahun dapat berubah, kadang turun kadang naik, beber salah satu anggota POI ini. Dia melanjutkan, kasus kanker nasofaring lebih banyak terjadi pada kaum adam daripada wanita dengan perbandingan tiga banding satu.

Definisi kanker nasofaring

Sebenarnya apa kanker nasofaring itu? Kanker nasofaring adalah kanker yang berasal dari sel epitel nasofaring yang berada di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut. Letaknya yang berdekatan, membuat penyebarannya menjadi mudah terjadi pada bagian mata, telinga, kelenjar leher dan otak.

Penyebab kanker nasofaring sebenarnya multifaktor. Tidak hanya rokok, bahan makanan yang menggunakan pengawet maupun rumah dan tempat kerja yang dipenuhi asap beresiko menimbulkan kanker. "Virus Epstein barr, faktor genetik, faktor lingkungan maupun perilaku diet yang tidak tepat, juga bisa mempengaruhi terjadinya kanker nasofaring," beber Linda.

Telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi tanpa disertai rasa sakit sampai dengan pendengaran berkurang bisa jadi merupakan gejala dini kanker nasofaring. Gejala dini lainnya bisa berupa mimisan pada hidung yang terus berulang, ingus bercampur darah, hidung tersumbat terus-menerus dan pilek pada satu sisi saja. Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara memeriksaakan diri ke dokter bila mengalami keluhan pada telinga dan hidung.

Untuk gejala lanjut dapat diketahui dari kelenjar getah bening leher yang membesar, nyeri dan sakit kepala, kemudian pada mata terjadi penglihatan ganda, juling dan kelopak mata menutup pada sisi yang terkena.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menciptakan pola hidup dan lingkungan yang sehat, mengurangi konsumsi makan yang memakai pengawet, dan menghindari polusi udara dan tentunya hindari mengkonsumsi rokok. Bagi yang sudah terlanjur mengidap kanker nasofaring dapat melakukan terapi maupun penyinaran, tergantung pada stadium. "Untuk stadium satu hanya diberikan terapi radiasi saja, sedangkan untuk stadium lebih tinggi di perlukan kombinasi radiasi dan kemoterapi," jelas Linda. (C11-08)

Sumber: http://www.kompas.com/read//xml/2008/07/19/19172326/perokok.terancam.kanker.nasofaring..

0 komentar:

Followers

Mbh