Jumat, 20 November 2009

Wasiat Sayyidah Fatimah Az Zahra ra.

Asma binti Umais adalah istri Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan dari perkawinan tersebut Allah mengaruniai seorang putra dengan nama Muhammad bin Abu Bakar.

Perkawinan tersebut atas perintah Rasululah saw, setelah suaminya yang pertama yaitu Ja’far bin Abi Thalib (saudara Imam Ali) meninggal dalam peperangan. Beliau Asma’ termasuk orang-orang yang masuk Islam pada awal permulaan Islam di Mekkah sebelum Muslimin berkumpul di Darul Argom dan beliau kemudian bersama suaminnya Ja’far bin Abi Thalib hijrah ke Habasyah.

Setelah Khalifah Abu Bakar wafat, Asma’ binti Umais kawin dengan Imam Ali kw dan dikaruniai oleh Allah dua putra yaitu Yahya dan Muhammad Al Ashhor. Ummul Mu’minin Maimunah istri Rasulullah saw adalah saudara seibu dengan Asma’ binti Umais. Oleh karena itu hubungan Asma binti Umais dengan keluarga Rasulullah saw sangat dekat sekali. Beliau sering membantu keluarga Rasulullah saw.

Asma’ binti Umais adalah orang yang selalu membantu Siti Fatimah dan meskipun beliau istri seorang Khalifah hampir setiap hari Asma’ berkunjung kerumah Siti Fatimah mereka seperti kakak beradik.

Semoga Alllah membalasnya serta meridhoinya.

Adapun cerita mengenai wasiat Siti Fatimah kepada Asma’ binti Umais, maka dalam buku-buku sejarah diceritakan sbb.

Setelah Siti Fatimah merasa bahwa ajalnya sudah dekat beliau berkata kepada Asma’ binti Umais yang hampir setiap hari berkunjung ke rumah Siti Fatimah.

“ Saya kurang senang terhadap apa yang diperbuat terhadap wanita jika mati, yaitu hanya ditutupi dengan kain. Sehingga bentuk badannya kelihatan.”

Maka berkatalah Asma’ kepada Siti Fatimah : “Apakah engkau mau aku tunjukkan sesuatu yang pernah aku lihat di Habasyah?” Siti Fatimah menjawab: “Coba tunjukkan.” Maka dibuatlah oleh Asma’ keranda dari pelepah pohon kurma, kemudian diatasnya ditaruh kain. Begitu Siti Fatimah melihat keranda tersebut, beliau sangat gembira dan tertawa seraya berkata : “Alangkah baiknya ini. Semoga Allah menutupimu sebagaimana engkau menutupiku. Nanti jika aku mati, maka mandikanlah aku bersama Ali dan jangan ada orang lain yang ikut memandikanku. Setelah itu buatkanlah untukku seperti ini.”

Selanjutnya, begitu Siti Fatimah wafat, semua wasiatnya dilaksanakan oleh Imam Ali dan Asma’ ra.

0 komentar:

Followers

Mbh