Sabtu, 21 November 2009

Film Kiamat “2012” Menyesatkan

Umat Islam agar tidak menonton film “2012”, yang saat ini sedang diputar pada sejumlah bioskop di Indonesia. Karena bisa menyesatkan.
Inilah beritanya:

MUI: Izin Edar Film “2012″ Perlu Ditinjau Ulang

By Republika Newsroom
Selasa, 17 November 2009 pukul 13:09:00

BANJARMASIN–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Prof H. Asywadie Syukur, Lc menyarankan kepada pemerintah untuk meninjau ulang izin edar film “2012″. “Saya sependapat dengan MUI Malang, Jawa Timur yang menyatakan film ‘2012′ bisa menyesatkan umat atau kaum muslim khususnya sehingga pemerintah perlu meninjau ulang izin edar film tersebut,” katanya ketika menjawab pertanyaan ANTARA di Banjarmasin, Selasa (17/11).

Mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu berharap pemerintah menaruh perhatian lebih serius pada segala persoalan yang bisa menyesatkan atau menimbulkan kerisauan umat. Begitu pula kaum muslim hendaknya tidak mudah terbawa arus yang bisa berdampak negatif terhadap aqidah atau nilai keimanan karena berbahaya bagi kehidupan baik di dunia maupun akhirat kelak, katanya. “Memang belakangan muncul film yang aneh-aneh, yang bisa menyesatkan umat serta menciderai Islam,” kata Asywadie Syukur.

Sebelumnya, MUI Kabupaten Malang, Jawa Timur mengimbau umat Islam untuk tidak menonton film “2012″, yang saat ini sedang diputar pada sejumlah bioskop di Indonesia. Ketua MUI Kabupaten Malang Mahmud Zubaidi menilai film “2012″ bisa menyesatkan umat Islam karena menurut ajaran Islam, hari kiamat tidak dapat dipastikan kapan akan terjadi karena hal itu kuasa dari Allah SWT.

Film itu dikhawatirkan menyebabkan penonton, khususnya umat Islam percaya bahwa kiamat pasti terjadi pada 2012. “Memang Islam mengajarkan kiamat pasti datang, tapi kapan terjadinya, menurut agama tidak ada yang dapat memastikannya,” ujar Zubaidi. ant/taq
http://www.republika.co.id/berita/89854/MUI_Izin_Edar_Film_2012_Perlu_Ditinjau_Ulang

Film tersebut diangkat dari penemuan arkeolog terkait peninggalan sistem kalender suku Maya kuno di selatan Meksiko, sekarang Guatemala. Berdasarkan penemuan itu, suku Maya memiliki sistem kalender berdasarkan perbintangan yang berakhir pada Desember 2012. Film 2012 menceritakan akan berakhirnya peradaban bumi berdasarkan sistem kalender suku Maya.
http://www.republika.co.id/berita/89799/MUI_Malang_Haramkan_Film_2012

Film yang kini diputar di berbagai bioskop dunia itu menayangkan ramalan Maya kuno bahwa bencana akan terjadi pada titik balik matahari musim dingin di 2012. (inilah.com)

Iman hilang karena percaya bintang

Film kiamat 2012 itu berdasarkan ramalan suku Maya, dan ramalan itu berdasarkan kepercayaan pada bintang.

Ramalan tentang Kiamat itu sendiri satu masalah besar karena yang tahu terjadinya kiamat tu kapan, hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿٣٤﴾

034. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Luqman/ 31: 34).

Sedang Nabi Muhammad saja ketika ditanya Malaikat Jibril beliau hanya menjawab, yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Hal itu terdapat dalam hadits yang terkenal dengan sebutan Hadits Jibril:

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ السَّاعَةِ. قَالَ « مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ ». قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنْ أَمَارَتِهَا. قَالَ « أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِى الْبُنْيَانِ ».

Dia (Jibril) berkata, khabarkan kepadaku tentang Kiyamat. Dia (Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) menjawab: “Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Dia (Jibril) berkata, khabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Dia menjawab: “Apabila budak perempuan melahirkan tuannya (maksudnya, banyak anak durhaka kepada orang tuanya, dan rusaknya perkara-perkara dalam keadaan terbalik) dan bila kamu lihat orang tidak beralas kaki (telanjang kaki) miskin penggembala kambing mereka saling meninggikan dalam bangunan (HR Muslim dan lainnya).

قَالَ النَّوَوِيّ : مَعْنَاهُ أَهْل الْبَادِيَة وَأَشْبَاههمْ مِنْ أَهْل الْحَاجَة وَالْفَاقَة تُبْسَط لَهُمْ الدُّنْيَا حَتَّى يَتَبَاهَوْنَ فِي الْبُنْيَان

Imam An-Nawawi berkata: Artinya penduduk dusun (pedalaman) dan semacamnya dari orang-orang yang miskin dan melarat dibentangkan kepada mereka kekayaan dunia sehingga mereka bermegah-megah dalam bangunan. (Aunul Ma’bud 4075).

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak berani mengabarkan tentang Kiamat, kapan terjadinya, hanya menyebut tanda-tandanya; namun kini ramalan suku kuno berdasarkan perbintangan diedarkan dari Amerika dalam wujud film dan sangat laris di negeri yang jumlah muslimnya terbesar di dunia yakni Indonesia.

Saking larisnya, dikhabarkan di Jakarta banyak yang kehabisan tiket. Padahal, pengajian-pengajian tentang Kiamat yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak pernah terdengar pesertanya sampai membludag. Kenapa yang berdasarkan ramalan suku kuno bahkan dari perbintangan malah mereka hadiri sampai berjubel?

Padahal justru telah ada ancaman dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bila keyakinan berdasarkan bintang maka jadi kafir. Inilah haditsnya:

حَدِيثُ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِي إِثْرِ السَّمَاءِ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ قَالَ أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ *

45 Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhaniy r.a, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendirikan shalat bersama kami di Hudaibiah, selepas hujan turun pada malam tersebut. Setelah selesai shalat, beliau menghadap kepada kaum muslimin, lalu bersabda: Tahukah kamu apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kamu? Para kaum muslimin menjawab: Allah dan RasulNya lebih mengetahui, lalu beliau bersabda: Allah berfirman: Di antara hamba-hambaKu, ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Maka barangsiapa yang menyatakan: Kita dituruni hujan dengan anugerah dan rahmat Allah, orang itu beriman kepadaKu dan tidak beriman terhadap bintang-bintang. Sebaliknya orang yang berkata: Kita dituruni hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadapKu dan beriman kepada bintang-bintang. (HR Al-Bukhari dan Muslim). (Redaksi nahimunkar.com).

0 komentar:

Followers

Mbh