Kamis, 19 November 2009

KEBENARAN YANG TIDAK TERORGANISIR DIKALAHKAN OLEH KEBATILAN YANG TERORGANISIR (tandzim vs syariat)

Syaikh Aabu Usamah Salim bin Ied Al-Hilaly ditanya : Benarkah ungkapan
“Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang
terorganisir rapi” bersumber dari Ali ibn Abi Thalib? Jika benar apa maksudnya?
dan bolehkah ini dijadikan sebagai dasar membuat tanzim ataupun jamaah?

Jawaban
Ungkapan ini tidak benar dari Ali, sebab dasarnya ini merupakan ungkapan yang
dibuat oleh orang-orang haraki yang masih baru. Agama kita telah tersusun apik
tanpa harus ditambah dengan membuat tanzim-tanzim, agama kita telah baku dalam
bingkainya tampa harus membuat bingkai baru, agama kita berdiri tegak di atas
tanzim. Jika Islam kita terapkan dengan benar sebagaimana yang terjadi pada
zaman Rasul, maka secara otomatis kita akan terorganisir rapi.

Jika kita masih menyibukkan diri dengan membuat bingkai-bingkai dan
tanzim-tanzim baru ; berwala dan bara di atas dasar ini, dan dengan membuat
baiat-baiat bid’ah, hal-hal ini seluruhnya pada dasarnya bukanlah dari agama
Allah sedikitpun.

Sebab kita telah tersusun dan terorganisir langsung dengan Islam (syariat), dibawah tanzim (syariat)
rabbani, tanzim (syariat) Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pelopornya. Kita
tidak butuh kepada tanzim yang dibuat orang-orang haraki yang memecah belah umat
dan mengadu domba antar duat yang menyeru kejalan Allah
=========

Tandzim adalah salah satu ciri hizbiy dimana untuk berdakwah maka harus
bergabung dalam suatu wadah dan mengikuti aturan dari ketua (yang
dituakan) dalam organisasi tersebut kemudian nanti akan dibuat juga
struktur cabang dan ranting untuk berdakwah di tingkat daerah yang jauh
dari pusat dengan ketua cabang/ ranting. kemudian akan dibuat qoidah bahwa
kalau mau dakwahnya diakui maka harus bergabung dengan organisasi kami
kalau tidak maka tidak benar dakwahnya dan tidak bisa direkomendasikan
untuk diikuti oleh para jamaah organisasinya.

Cara2 ini bathil karena dakwah adalah dilakukan sendiri2 adapun makna
untuk bersatu/ persatuan ummat adalah persatuan dalam manhaj dan aqidah
yang sama tidak perlu membuat struktur tertentu atau organisasi yang
mengatur kegiatan dakwah segala. Pada zaman shahabat pun maupun sampai
setelah kekholifahan tidak dibentuk adanya suatu organisasi yang mengatur
dakwah sehingga berstruktur sehingga para shahabat berdakwah sendiri2
tanpa harus ada muktamar dan laporan bulanan kepada ketua bahkan kepada
kholifah mengenai bagaimana dakwahnya. Demikian pula para tabiin hingga
ulama salaf kita sekarang. Berdakwah sendiri sendiri justru yang
disunnahkan jika memang butuh bantuan dana atau tenaga baru kita saling
bertaawwun sesama ahlussunnah kalau masalah apa yang didakwahkan atau
bagaimana harus berdakwah maka tidak disyariatkan membentuk tandzim, ini
jelas adalah bid’ah dalam manhaj dakwah.

Jelas ustadz tersebut terkena pemahaman hizbiyah sehingga menghalalkan
hizbiy dan menganggapnya sebagai efek samping yang tidak mengapa asal ada
keteraturan, ini adalah syubhat

Silakan antum cek lagi fatwa dan kitab ulama mengenai bagaimana bid’ahnya
dakwah bertandzim seperti kitab hujajul qowiyah (ana tidak tahu
terjemahannya judulnya apa)

catatan : tandzim tidak bisa di lihat hanya bisa di rasakan dan bisa di lihat bagi orang yang mempunyai BASHIRAH yang tajam baraqullahfiiq

0 komentar:

Followers

Mbh