Selasa, 27 Oktober 2009

RAHASIA SHALAT KHUSYU'

Beberapa sahabat pernah bertanya bagaimana mencapai khusyuk dalam shalat. Meski saya sendiri masih jauh dari kesempurnaan sebagai seorang muslim, saya ingin berbagi kepada teman-teman dengan tulisan ini sambil berharap, paling utama diri saya sendiri, bisa menjadi lebih baik. Bukankah kita semua selalu berdoa agar esok lebih baik?

Sebelum shalat dilaksanakan, kita dianjurkan menjawab setiap perkataan muadzdzin (orang yang melantunkan azan) karena di sebuah hadits dikutip sabda Rasul Muhammad bahwa “tangan Sang Maha Rahman berada di atas kepala muadzdzin hingga dia selesai azan”. Jadi ketika kita dengarkan azan dan menjawab seruannya dengan jawaban-jawaban yang telah diajarkan pada kita, maka kita boleh berharap tanganNya juga berada di atas kepala kita.

Bagi seorang muslim, shalat merupakan ruang dialog antara hamba dan penciptanya. Di saat shalat lah Allah mengarahkan pandanganNya pada kita dengan pancaran kasih. Selain itu apa sih fungsi shalat? “Dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu” (lihat Q.S.20:14). Bagaimana bisa kita mengingatNya jika tak kita pedulikan panggilanNya?

Terdapat banyak hadits yang disampaikan Rasul Muhammad untuk mengabarkan pentingnya shalat bagi seorang yang mengaku beragama Islam. Di antaranya “shalat itu menjadi tebusan dari dosa yang terjadi diantaranya selama dosa-dosa besar dijauhi”. Atau “ Shalat itu tiang agama, siapa yang meninggalkannya, maka dia telah meninggalkan agama” atau “Shalat itu tiang agama, siapa yang meninggalkannya, dia sedang merubuhkan agamanya”.

Dari seorang guru sufi saya diberitahu beberapa rahasia shalat agar mendekati sempurna. Misalnya soal pakaian. Hendaknya kita punya selembar baju khusus untuk shalat yang tidak kita gunakan untuk ke kamar mandi apalagi untuk bepergian. Karena jika bertemu teman saja kita merasa tak layak memakai baju sembarangan, maka mestinya kita merasa malu berpakaian ala kadarnya ketika bertemu Pencipta kita. Kemudian timbulkan pikiran bahwa Dia sedang melihat kita sehingga muncul pengagungan pada kebesaranNya, rasa takut pada kemarahanNya dan harapan pada ampunanNya.

Sebelum memulai shalat, sebaiknya kita berdiri sambil berzikir agar seluruh tubuh menjadi focus pada shalat yang akan kita kerjakan. Jangan segera bertakbir sebelum pikiran dan tubuh kita fokus karena itu hanya menjadikan shalat kita sia-sia. Sayangnya kita seringkali baru ingat meletakkan sesuatu yang tadi dicari justru ketika sedang shalat kan? Mengapa bisa begitu? Karena kita tak siapkan seluruh indra untuk focus. Mengapa fokus menjadi penting? Karena “Allah tak melihat kepada shalat yang hati pelakunya tak hadir bersama badannya”, demikian Rasul Muhammad bersabda. Untuk membantu mencapai fokus, bisa dilakukan dengan meresapi setiap bacaan shalat dan ayat-ayat dengan membacanya pelan-pelan. Bagaimana jika kita tak tahu makna ayat atau bacaan tersebut sementara kita sedang berusaha shalat dengan baik? Mulailah dengan meresapi huruf demi huruf dari ayat atau bacaan itu hingga keindahan susunan kalimatnya membuat kita terhanyut. Salah satu keajaiban Qur’an adalah siapa yang membacanya dengan pelan akan merasakan getar di hati dan rasa exciting yang luar biasa. Pada masa Rasul hidup, para sahabatnya biasa menangis ketika shalat karena selain mengerti maknanya juga karena keindahan kalimatnya. Maka wajarlah jika dilakukan dengan serius, shalat mampu menghadirkan rileksasi yang luar biasa. Kok bisa? Dengan fokus pada sesuatu diluar urusan dunia, sekitar 10 menit, kita dapati otak dan tubuh menjadi lebih santai. Banyak survey membuktikan bahwa yang membuat kita depresi hingga stress adalah terbebaninya otak dengan banyak urusan dan tak adanya waktu yang kita sediakan untuk sejenak menyendiri dari hangar bingarnya urusan-urusan itu. Shalat adalah solusi yang tepat jika seseorang membutuhkan ketenangan baik otak, tubuh dan batin.

Sedemikian pentingnya shalat hingga ada hadits yang mengatakan bahwa amal pertama yang diperiksa di hari kiamat nanti adalah shalat. Jika shalat kita sempurna maka amal yang lain akan dinyatakan sempurna. Bukankah Tuhan adalah Dzat yang Maha Pengasih kepada hambaNya yang berusaha dengan serius untuk memenuhi panggilanNya?

Mulai sekarang, detik ini, mari niatkan hati kita bersama untuk mencoba dengan serius mengerjakan shalat dengan baik. Semoga setelah itu kita tak mampu lagi melakukan sesuatu yang bertentangan dengan aturan agama sehingga tercapai fungsi shalat yaitu mampu mencegah perbuatan keji dan munkar.

SUMBER : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=15534

0 komentar:

Followers

Mbh