Selasa, 27 Oktober 2009

ISLAM MELARANG MENUDUH

ISLAM MELARANG MENUDUH

Today at 03:59 | Edit note | Delete
عَنْ عَبْدُالله بن مَسْعُود رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُوْنَ (ثلاث)
(رواه مسلم)

٢) قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّيْنِ، فإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ قَبْلِكُمْ بِالْغُلُوِّ فِى الدِّيْنِ
(رواه ابن ماجه)

٣)عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِى اللهُ عَنْهُ عَن النَّبىِّ صَلَّى الله عَلَيْهَ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ اَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا، وَأَبْشِرُوْا، وَاسْتَعِيْنُوْا، بِالْغُدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلَجَةِ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ) وَفِي لَفْظٍ: وَالْقَصْدُ الْقَصْدُ تَبْلُغُوْا
(رواه البخاري)
Terjemahan:
1. Daripada Abdullah Bin Mas’ud (ra) katanya: Telah bersabda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam): Binasalah orang yang tanaththu’ (3x).
[Hadis Sahih Riwayat Imam Muslim]


2. Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda: Jauhilah olehmu daripada ghuluw dalam beragama, karena binasanya orang-orang sebelum kamu (Ahlul Kitab) adalah disebabkan sikap ghuluw mereka dalam beragama.
[Hadis Riwayat Ibnu Majah dengan sanad Sahih]


3. Daripada Abi Hurairah (ra) katanya: Telah bersabda Rasul (sallallahu alaihi wasalam): sesungguhnya agama (Islam) itu mudah, dan tidaklah sama sekali seseorang yang tasyaddud dalam beragama melainkan pasti agama itu akan mengalahkannya, oleh sebab itu hendaklah kamu menepatinya dan menghampirinya dan bergembiralah (dengan berita itu). Dan mohon pertolonganlah kamu dengan waktu pagi dan petang dan sedikit daripada waktu malam. (Dan dalam lafaz yang lain pula): Hendaklah kamu bersikap sederhana, hendaklah kamu bersikap sederhana, niscaya kamu akan sampai (kepada tujuan yang selamat).
[Hadis Riwayat Imam Bukhari]


Iblis sangat benci kepada manusia yang suka mendalami ilmu-ilmu agama atau Tafaqquh Fid Diin. Malahan Iblis atau syaitan sangat takut kepada mereka.

Sebaliknya Iblis sangat suka kepada orang-orang jahil walaupun ia banyak beribadat dan kelihatannya taat kepada Allah. Tetapi jangan disangka Iblis berhenti menggoda orang yang berilmu. Dengan sifat Khannaasnya (datang dan pergi dengan pantas), Iblis akan terus berusaha menyelewengkan manusia yang berilmu dan kuat beragama daripada jalan Allah yang lurus (Shirathal Mustaqim). Bagaimana cara Iblis memesongkan orang-orang yang kuat beragama? Di antara caranya ialah dengan mendorong mereka supaya bersikap GHULUW atau TANATHTHU’ atau TASYADDUD.

Di dalam hadis di atas baginda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) telah melarang kita daripada memiliki sikap tersebut karena sikap itu bukan saja boleh membinasakan diri yang bersangkutan, tetapi juga boleh merosak image Islam yang indah di mata muslimin yang masih lemah imannya sehingga mereka merasa keberatan dengan ajarannya atau di mata non-muslim sehingga mereka takut memeluk Islam. Padahal Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) dalam hadisnya yang lain bersabda: “Permudahkanlah dan janganlah kamu mempersulit”. [HR Bukhari]

Larangan di atas bukan hanya tercantum di dalam hadis-hadis Nabi (sallallahu alaihi wasalam) tetapi juga banyak terdapat di dalam Al-Quran. Lihat An-Nisaa :171 dan Al-Maidah :77.



Makna GHULUW, TANATHTHU’. TASYADDUD:

Ketiga-tiga istilah di atas hampir sama maknanya iaitu:

Berlebih-lebihan atau melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh syare’ah (agama).


Jangan cepat menuduh: Ulama itu jahil, ulama itu tidak betul, ulama menyembunyikan kebenaran, dan sebagainya.Besar kemungkinan apa yang baru anda ketahui hari ini,sudahpun mereka ketahui puluhan tahun yang lalu. Tetapi karena ilmu mereka yang syumul (menyeluruh) merangkumi semua aspek agama, dan dapat memahami sunnah tadarruj dalam menyampaikan kebenaran, lagi pula ada sumber lain boleh meragukan pandangannya, maka mereka akhirnya mengambil sikap lebih baik perkara itu tidak dibangkitkan terlebih dahulu karena akidah umat masih belum begitu kokoh. Sungguh tepat sabda baginda:


“Cukuplah seseorang itu digolongkan sebagai pembohong, jika ia memperkatakan semua apa yang dia pernah dengar”.

[Hadis Sahih Riwayat Imam Muslim]

Sikap yang paling baik ialah memberi beberapa pandangan dengan hujjahnya masin-masing. Kemudian buatkanlah kesimpulan mana pandangan yang lebih RAAJIH (lebih kuat). Inilah tugas pendakwah. Bukan memaksakan satu pandangan saja yang mesti diikuti.


Rujukan:

Nahwa Da’wah Islamiyah Rasyidah - Dr. Mohd A. Kadir Hanadi
Iqtidhaus Siratil Mustaqim - Ibnu Taimiyah
Riyadhush Shaalihin - Imam An-Nawawy
Fiqhus Siirah - Mohd Al-Ghazaly
Fiqhud Dakwah - Dr. Mohd Natsir
Tadzkiratud Du’aah - Al-Bahy Al-Khauly
Ibaahatut Thahally Bizzahab Al-Muhallaq Lin Nisaa Warrad ‘Alaa Al-Albaany Fii Tahriimihi - Syekh Ismail Al-Anshary

Tidak ada komentar:

Followers