Selasa, 27 Oktober 2009

BUNGA MAWAR MERAH YANG SOMBONG

Suatu hari yang indah di musim semi. Sebuah pohon mawar merah memekarkan bunganya di tengah sebuah hutan. Beberapa macam pohon dan tumbuhan hidup di sana. Melihat bunga mawar yang menengok kesana kemari, sebuah pohon cemara yang terletak tidak jauh darinya berkata. ”Sungguh indah bunga itu. Aku ingin menjadi seperti bunga itu.” Pohon yang lain berkata, ”Pohon cemara saudaraku, janganlah engkau bersedih, kita tidak mungkin memiliki segala sesuatu.”
Bunga mawar itu menoleh lalu berkata, ”Sepertinya aku adalah tumbuhan terindah di hutan ini.” Bunga matahari menyembul dengan kepalanya yang kuning dan bertanya, ”Kenapa engkau mengatakan hal itu? Di dalam hutan banyak sekali tumbuhan yang indah. Kamu hanyalah salah satu dari mereka.” Bunga mawar merah itu menjawab, ”Aku melihat setiap orang memandang ke arahku lalu memujiku.” Kemudian dia melihat ke arah bunga kaktus dan berkata, ”Lihatlah tumbuhan jelek yang penuh duri itu!” Pohon cemara berkata, ”Mawar merah, bicara apa kamu ini? Siapa yang dapat berbicara tentang keindahan? Kamu juga berduri.”
Dengan sombongnya mawar merah itu berkata dengan amarah kepada cemara, ”Aku pikir kamu mempunyai selera yang bagus! Ternyata kamu samasekali tidak tahu menahu tentang keindahan. Bahkan kamu tidak bisa membedakan antara duriku dan duri pohon kaktus itu.”
”Sungguh sombong bunga ini,” pikir pohon yang lain. Mawar itu berusaha menggerakkan akarnya menjauhi kaktus, tapi tidak bisa. Setelah beberapa hari berlalu, bunga mawar itu ingin melihat ke arah kaktus dan mengatakan sesuatu bernada menghina, Bukankah pohon ini sangat tidak berguna? Aku sangat menyesal menjadi tetangganya.
Kaktus itu tidak pernah merasa terganggu dan bahkan dia berusaha menasehati bunga mawar, dengan mengatakan, ”Tidaklah Allah menciptakan suatu bentuk kehidupan melainkan mempunyai sebuah tujuan.”
Musim semi telah berlalu, dan cuaca pun berubah menjadi sangat panas. Kehidupan di hutan menjadi sangat sulit, karena semua pepohonan dan binatang membutuhkan banyak air, padahal tidak ada air hujan yang turun. Bunga mawar merah itu menjadi layu. Suatu hari bunga mawar itu melihat beberapa ekor burung pipit mencucukkan paruh mereka ke pohon kaktus, dan kemudian berlalu dengan tubuh yang segar. Bagi bunga mawar merah hal ini sangatlah membingungkan, lalu dia bertanya pada pohon cemara tentang apakah yang sedang diperbuat oleh burung-burung itu. Pohon cemara itu menjelaskan bahwa burung-burung itu mendapatkan air dari pohon kaktus. ”Bukankah sangat menyakitkan ketika mereka membuat lubang di tubuh kaktus?” Tanya bunga mawar.
”Ya, akan tetapi pohon kaktus itu tidak suka jika melihat burung-burung itu menderita,” Jawab pohon cemara. Dengan terkejut mata bunga mawar itu terbelalak, lalu berkata,”Pohon kaktus itu mempunyai air?” ”Ya, dan kamu boleh minum darinya. Burung-burung pipit itu bisa membawakan air kepadamu jika kamu memang membutuhkan pertolongan dari pohon kaktus.”
Bunga mawar itu merasa sangat malu untuk meminta air dari kaktus dikarenakan oleh kata-kata dan tindakannya yang lalu, tapi akhirnya ia meminta tolong kepada kaktus. Dengan baik hati kaktus menyetujuinya dan burung-burung itu memenuhi paruh mereka dengan air untuk mengairi akar pohon mawar. Demikianlah akhirnya, bunga mawar itu mendapatkan sebuah pelajaran dan dia tidak akan pernah lagi menilai seseorang dari penampilannya.

0 komentar:

Followers

Mbh